Connect with us

Viral

Bima dan Eko Minta Maaf karena Buat Gaduh usai Dinyatakan Hilang

Dua korban yang sempat dilaporkan hilang dalam kerusuhan demo di Jakarta pada akhir Agustus 2025 menyampaikan permohonan maaf karena pergi tak pamit.

Logompn

Published

on

Bima dan eko minta maaf karena buat gaduh usai dinyatakan hilang
Bima dan Eko Minta Maaf karena Buat Gaduh usai Dinyatakan Hilang | Gambar: Kolase Dok. Humas Polda Metro Jaya dan Instagram/@kontras_update

MPN Indonesia 19 September 2025 - Bima Permana Putra dan Eko Purnomo menyampaikan permintaan maaf usai pergi tanpa kabar hingga menimbulkan kegaduhan menyusul aksi demonstrasi dan aksi massa di Jakarta pada akhir Agustus 2025.

Mereka sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga lewat posko laporan orang hilang yang dibuka oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Bima yang ditemukan pada Rabu (17/9) di depan sebuah kelenteng di Malang, Jawa Timur, saat berjualan mainan barongsai menyampaikan permintaan maaf, terutama kepada keluarganya.

“Saya Bima Permana Putra ingin memohon maaf sebesar-besarnya, terutama buat orang tua saya dan kakak saya telah pergi meninggalkan rumah tanpa ada kabar, tanpa pamit,” katanya dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Kamis (18/9).

Sementara itu, Eko Purnomo yang ditemukan tengah bekerja di wilayah Kuala Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah juga meminta maaf dalam konferensi pers yang sama.

“Saya Eko yang dalam hampir tiga minggu kemarin dicari-cari oleh semuanya. Pertama saya ucapkan mohon maaf untuk ibu saya karena sudah membuatnya khawatir. Saya pergi tanpa memberi kabar dan untuk teman-teman saya,” katanya.

Polisi Sebut Kepergian Bima dan Eko Tak Berhubungan dengan Demo

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra menjelaskan bahwa kepergian Bima dan Eko tidak berkaitan dengan aksi demonstrasi yang terjadi sebelumnya.

“Dari hasil komunikasi kami dengan Bima, beliau bilang alasan pergi dari rumah dikarenakan karena beliau ingin hidup mandiri,” katanya.

Sementara Eko, dalam penjelasan pihak kepolisian disebut pergi ke Kalimantan Tengah untuk mencari nafkah.

Baca Juga:  Viral! Provokator Pembakar Fasilitas Umum saat Demo Tertangkap Kamera

“Alasan Eko naik ikut kapal untuk bekerja cari nafkah, untuk memenuhi kehidupan dan saudara Eko ingin hidup secara mandiri,” jelas Wira.

HP Mati, Eko Mengaku Tak Sempat Pamit

Laporan orang hilang terhadap Eko pertama kali dibuat ke Polsek Cempaka Putih pada 3 September 2025 yang kemudian disusul laporan ke hotline KontraS pada 4 September.

Eko diketahui sempat tidak bisa dihubungi karena ponselnya dalam kondisi mati. Ia mengaku tidak sempat berpamitan kepada ibunya karena kendala tersebut.

“Pas itu kendalanya HP-nya sudah mati jadi nggak pamit,” ujarnya.

Pada 8 September, ibu Eko mendapat kabar bahwa anaknya telah bisa dihubungi. Namun karena belum terjadi komunikasi langsung, laporan orang hilang kembali dibuat ke Polsek Johar Baru pada Rabu (10/9).

Eko akhirnya berhasil menghubungi ibunya pada Selasa (16/9). Ia menyampaikan bahwa dirinya sedang bekerja di kapal penangkap ikan di Kalimantan Tengah.

Kemudian keesokan harinya, Rabu (17/9), polisi menemukan Eko dan memfasilitasi pertemuannya dengan keluarga.

“Kemudian 17 September kami bisa menemukan Saudara Eko dan memfasilitasi Saudara Eko untuk bertemu orang tuanya dan keluarganya. Dan pada 17 September, laporan mengenai hilangnya Saudara Eko sudah dicabut oleh ibunda Eko di Polsek Johar Baru,” kata Kombes Roberto GM Pasaribu dari Dirsiber Polda Metro Jaya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending