Connect with us

Viral

277 Siswa di Banggai Kepulauan Keracunan Menu MBG

277 pelajar di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, keracunan usai menyantap menu dari program MBG pada Kamis (18/9).

Logompn

Published

on

251 siswa di banggai kepulauan keracunan menu mbg
277 Siswa di Banggai Kepulauan Keracunan Menu MBG | Gambar: Dok. Pemkab Banggai Kepulauan

Sulawesi Tengah, MPN Indonesia 19 September 2025 - Sebanyak 277 pelajar di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, mengalami keracunan makanan usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (18/9).

Insiden ini terjadi di beberapa sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA. Dugaan sementara, keracunan disebabkan oleh ikan cakalang yang tidak layak konsumsi.

32 Orang Masih Dirawat

Menurut data RSUD Trikora Salakan per Kamis (18/9) pukul 16.45 WITA, dari total 277 pelajar yang terdampak, sebanyak 245 orang telah diizinkan pulang setelah menjalani perawatan medis.

Sementara itu, 32 siswa masih dalam penanganan intensif akibat gejala berat seperti sesak napas, mual, muntah, hingga pembengkakan pada wajah.

Para siswa yang mengalami keracunan berasal dari enam sekolah, yaitu SMA 1 Tinangkung, SMK 1 Tinangkung, SDN Tompudau, SDN Pembina, SDN Saiyong, dan MTs Alkhairaat Salakan.

Dirikan Tenda Darurat

Gejala keracunan yang dilaporkan mencakup gatal-gatal di seluruh tubuh, mual, muntah, sakit kepala, pusing, gatal pada tenggorokan, sesak napas, dan pembengkakan wajah.

Pihak rumah sakit melakukan observasi intensif selama 1×24 jam terhadap pasien yang belum dipulangkan.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama pemangku kepentingan mendirikan tenda darurat di halaman RSUD Trikora Salakan guna mengantisipasi lonjakan pasien.

Penanganan awal dilakukan oleh tenaga kesehatan setempat di lokasi tenda tersebut.

Program MBG Dihentikan Sementara

Menanggapi kejadian ini, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Salakan Banggai Kepulauan, Erick Alfa mengatakan keracunan diduga karena menu ikan tuna goreng saus.

Makanan itu kini telah diambil sampelnya untuk diuji di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu.

Baca Juga:  Hotel JW Marriott Medan Banjir karena Tamu Jemur Baju di Sprinkler, Kena Ganti Rugi Seharga Mobil

“Terkait dengan sampel makanan diduga penyebab keracunan tersebut dipersiapkan untuk dikirim uji sampel di BPOM Palu,” kata Erick, Kamis (18/9) dalam keterangan resmi.

Erick mengatakan pihaknya telah menghentikan sementara distribusi program MBG di wilayah itu hingga investigasi rampung.

(AKM/NID/RAD)

Trending