Connect with us

Viral

Curhat Pilu Sopir Bajaj di Tanah Abang Dipalak Preman, Kalau Tak Dikasih Uang Diteriaki Maling

Video viral sopir bajaj dipalak preman di Tanah Abang. Korban mengaku setor Rp100 ribu per hari. Polisi melakukan penyelidikan.

Logompn

Published

on

Curhat Pilu Sopir Bajaj di Tanah Abang Dipalak Preman Bukan Gak Berani Lawan, Saya Cari Makan di Situ
Curhat Pilu Sopir Bajaj di Tanah Abang Dipalak Preman Bukan Gak Berani Lawan, Saya Cari Makan di Situ. Gambar: Instagram/@jakarta.terkini

MPN Indonesia 13 April 2026 - Seorang sopir bajaj menjadi korban pemalakan oleh preman di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Sabtu (11/4). Peristiwa ini pun viral di media sosial.

Korban mengaku harus menyetor uang hingga Rp100.000 per hari agar terhindar dari intimidasi, perusakan kendaraan, serta ancaman kekerasan.

Dalam rekaman yang beredar, sopir bajaj menjelaskan bahwa ancaman akan diteriaki maling hingga pemukulan menjadi tekanan jika tidak memenuhi permintaan para preman.

“Diteriakin maling, lihat tuh pecah (kaca bajaj), ditonjok,” ujar sopir tersebut saat berbicara dengan penumpangnya.

Ia juga menegaskan alasan tidak melakukan perlawanan.

“Bukannya saya enggak berani ngelawan, tapi saya juga nyari makan di situ,” ungkapnya.

Tindak Lanjut Kepolisian

Kejadian tersebut menimbulkan perhatian publik dan mendorong aparat untuk segera melakukan penyelidikan.

Menanggapi viralnya peristiwa tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Tanah Abang langsung melakukan penyelidikan.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan langkah-langkah penegakan hukum dan kriminal untuk mengungkap pelaku pemalakan terhadap sopir bajaj di Jakarta Pusat.

“Saat ini anggota masih melakukan lidik untuk menemukan pelaku yang diduga melakukan pemalakan,” kata Dhimas saat dikonfirmasi pada Minggu (12/4).

Ia juga menyebutkan adanya koordinasi lintas instansi guna mencegah terulangnya praktik premanisme di wilayah rawan.

“Kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait misal kecamatan dan Satpol PP serta Dinas Perhubungan, untuk melaksanakan patroli bersama di wilayah rawan pungli agar semua pihak terkait tidak hanya kepolisian mampu mencegah,” ujarnya.

Respons Gubernur DKI Jakarta

Dalam keterangan terpisah, Pramono Anung turut memberikan respons tegas terhadap maraknya premanisme di Tanah Abang.

Baca Juga:  Massa Bakar Polsek Kayangan karena Kesal Ada Warga Gantung Diri yang Diduga Depresi Dituduh Mencuri

Ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap tindakan yang merugikan masyarakat.

“Kemarin saya sudah melihat videonya dan saya sudah meminta kepada Satpol PP, kepada Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal itu, tidak ada kompromi lagi,” ujar Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4).

“Jadi premanisme di Jakarta, saya sebagai gubernur, saya tidak ragu-ragu untuk itu (menindak),” tambahnya.

Maraknya premanisme dan pemalakan di Tanah Abang tidak hanya menimpa sopir bajaj, tetapi juga pelaku usaha kecil lainnya.

Sebelumnya, kasus kriminal serupa terjadi pada seorang pedagang bakso yang mangkuk dagangannya dipecahkan oleh preman, memperlihatkan pola intimidasi yang berulang di kawasan tersebut.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan lingkungan masyarakat serta memperkuat urgensi penanganan kasus kriminal secara menyeluruh di Jakarta Pusat.

(AKM/NID/RAD)

Trending