Viral
Diduga jadi Korban Bullying, Pelajar di Garut Tewas Bunuh Diri
Seorang pelajar SMA di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya pada Senin (14/7).
Jawa Barat, MPN Indonesia 19 Juli 2025 - Seorang pelajar SMA di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya pada Senin (14/7).
Peristiwa ini diduga terjadi setelah korban mengalami bullying atau perundungan di lingkungan sekolah sejak pertengahan Juni 2025.
Duduk Perkara berdasarkan Pengakuan Sang Ibu
Menurut keterangan sang ibu yang diunggah di akun media sosialnya, sang anak awalnya dituduh oleh teman-temannya telah melaporkan penggunaan rokok elektronik (vape) di kelas kepada guru.
Akibatnya, korban mengalami intimidasi dan nyaris menjadi korban kekerasan fisik oleh teman sekelasnya.
“Lalu pada suatu hari anak saya mau dipukuli ramai-ramai sama teman sekelasnya, tangannya dipegangin dan udah mau dipukulin, tapi alhamdulillah anak saya berhasil kabur ke ruang BK,” kata ibu korban, dilihat MPN Indonesia dari unggahan Instagram @fuji_lestari_thoriq, Sabtu (19/7).
Setelah kejadian tersebut, korban mengalami perubahan perilaku yang signifikan. Ia menjadi pendiam, menunjukkan tanda-tanda kecemasan, dan takut pergi ke sekolah.
Ibu korban juga menyebut bahwa anaknya merasa terasing karena dijauhi oleh teman-temannya.
“Beberapa bulan setelah kejadian itu, masalah jadi semakin banyak, sering dipanggil ke BK karena anak saya tidak mau mengerjakan tugas dan ada laporan anak saya itu suka ngamuk di sekolah. Di sana saya masih positive thinking, oh mungkin transisi memang seperti ini,” kata ibu korban.
Kondisi ini diperparah setelah korban dinyatakan tidak naik kelas dan diberi pilihan untuk tetap naik dengan syarat pindah sekolah hingga akhirnya korban ditemukan bunuh diri.
Ditangani Pihak Berwenang
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Joko Prihatin, membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus ini.
Selain aparat kepolisian, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dari Pemkab Garut dan Pemprov Jabar turut serta menangani kasus ini.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengetahui masalah ini sejak kisah korban diunggah oleh ibunya di media sosial tiga minggu sebelumnya.
“Saya sudah minta tolong untuk PPA mengawal dan sudah dilakukan pendampingan. Jadi sebenarnya agak terkejut ketika harusnya pendampingan selanjutnya tanggal 17 Juli, ternyata sudah keburu dipanggil,” ujar Putri.
Sekolah Bantah ada Perundungan
Pihak SMAN 6 Garut, tempat korban bersekolah, membantah bahwa telah terjadi perundungan terhadap korban.
Kepala Sekolah, Dadang Mulyadi, menyatakan bahwa masalah bermula dari kegagalan korban dalam menyelesaikan tujuh mata pelajaran.
“Sebenarnya ini bermula karena yang bersangkutan tidak naik kelas. Disebabkan ada 7 nilai mata pelajaran itu tidak tuntas,” jelas Dadang, dikutip MPN Indonesia dari DetikJabar.
Sebelum keputusan pleno kenaikan kelas diumumkan, wali kelas dan guru BK mengaku telah memanggil orang tua korban untuk membahas penyelesaian nilai tersebut.
Dadang menyebut, orang tua korban telah menerima keputusan itu.
Sementara itu, wali kelas korban, Yulia Wulandari, juga mengaku tidak menemukan indikasi bullying.
Ia menyatakan bahwa pihak sekolah telah berusaha membantu korban agar tidak tertinggal dalam pelajaran.
“Kita bahkan selalu mengupayakan bagaimana caranya supaya korban tidak tertinggal dari segi pelajaran,” ujarnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
