Connect with us

Viral

Dokter RSUD Sekayu yang Dimaki Pasien Nangis Terharu Dapat Dukungan Penuh dari IDI

Dokter RSUD Sekayu yang menjadi korban intimidasi dan kekerasan verbal dari keluarga pasien menangis terharu ketika bertemu rekan-rekan dan perwakilan IDI.

Logompn

Published

on

Dokter rsud sekayu yang dimaki pasien nangis terharu dapat dukungan penuh dari idi
Dokter RSUD Sekayu yang Dimaki Pasien Nangis Terharu Dapat Dukungan Penuh dari IDI | Gambar: Tangkapan Layar TikTok/@ayoindonesia.com

MPN Indonesia 15 Agustus 2025 - Seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Syahpri Putra Wangsa yang menjadi korban intimidasi dan kekerasan verbal dari keluarga pasien menangis terharu ketika bertemu rekan-rekan dan perwakilan IDI di RSUD Sekayu.

Momen tersebut dibagikan oleh akun TikTok @pesonamuba, yang memperlihatkan solidaritas dari kalangan tenaga kesehatan kepada Syahpri.

Pertemuan tersebut menunjukkan dukungan moril dari tenaga kesehatan lainnya yang mendesak agar proses hukum terhadap pelaku terus dilanjutkan dan tidak diselesaikan melalui jalur damai.

Awal Mula Kejadian

Peristiwa yang belakangan menuai perhatian publik ini terjadi saat Syahpri tengah melakukan visit kepada seorang pasien perempuan lansia di ruang VIP RSUD Sekayu.

Dalam kejadian tersebut, keluarga pasien memarahi dokter dengan melontarkan keluhan terkait pelayanan medis yang diterima hingga memaksanya untuk melepas masker.

Insiden yang terekam tersebut kemudian beredar di media sosial hingga menuai kecaman publik dan mendapat perhatian lembaga terkait.

IDI Muba Beri Pendampingan Hukum

Sebelum pertemuan, Ketua Badan Hukum Pembela Profesi dan Advokasi (BHP2A) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Muba, Zwesty Devi, menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan keluarga pasien merupakan bentuk ancaman serius terhadap keselamatan tenaga medis.

“Kami akan mengawal proses hukum ini bersama RSUD Sekayu dan Dinkes Muba. Tentunya, langkah-langkah yang diambil pihak RSUD Sekayu dan Dinas Kesehatan Muba dalam melaporkan kasus ini ke Polres Muba,” kata Zwesty Devi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (13/8).

Zwesty juga menegaskan bahwa dokter adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, sehingga harus mendapatkan perlindungan dari kekerasan maupun intimidasi.

Pandangan serupa datang dari Ketua IDI Muba, Ichsan Nur Hamdan yang menyampaikan bahwa seluruh manajemen rumah sakit di berbagai daerah harus meningkatkan sistem keamanan di fasilitas kesehatan.

Baca Juga:  Bocah 7 Tahun Ditemukan Tewas 45 Km dari TKP usai Terseret Arus di Kali Jambe Bekasi

Ia menyatakan bahwa tenaga medis harus dapat bekerja dalam suasana yang aman agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.

“Tenaga medis harus bekerja dalam suasana yang aman dan kondusif. Jika keselamatan mereka terancam, kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan akan terganggu. Ini harus menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit pemerintah di seluruh daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ichsan juga mengimbau masyarakat untuk menghormati profesi dokter dan tidak melakukan tindakan yang mengarah pada kekerasan atau ancaman verbal.

(AKM/NID/RAD)

Trending