Viral
Wanita di Pekanbaru Ungkap jadi Korban Penipuan Berkedok Liputan Majalah
Pelaku usaha kecil tertipu modus liputan media fiktif, diminta bayar Rp1,5 juta. Korban bersuara agar pelaku lain tak terjebak penipuan serupa.
MPN Indonesia 21 Mei 2025 - Seorang pelaku usaha kecil inisial AE di Pekanbaru menjadi korban penipuan bermodus liputan majalah pada 9 Mei lalu.
Ia dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai perwakilan sebuah majalah dan menawarkan kesempatan tampil di cover.
Awalnya, korban merasa bangga dan terhormat. Namun, tawaran itu ternyata hanyalah kedok untuk meminta pembayaran dengan dalih biaya publikasi.
Modus Penipuan: Wawancara Fiktif dan Tekanan Psikologis
Pelaku memulai pendekatannya melalui media sosial dan mengarahkan komunikasi ke WhatsApp.
Setelah beberapa kali penjadwalan ulang, wawancara akhirnya dilakukan di sebuah gerai kopi.
Di sana, korban merasa ditekan untuk menyetujui tampil di cover majalah dengan biaya sebesar Rp1,5 juta.
“Aku bener-bener gak bisa ngomong, dia bener-bener gak kasih celah ngomong… akhirnya kita lakukan negosiasi dan deal di angka 1,5 juta,” jelas korban, dikutip MPN Indonesia melalui Instagram Story @auaurah, pada Rabu (21/5).
Setelah sesi wawancara singkat, pelaku langsung meminta pembayaran. Korban yang saat itu merasa seperti terhipnotis pun menuruti permintaan tersebut.
Sadar Ada Kejanggalan, Korban Minta Refund
Keesokan harinya, korban mulai menyadari kejanggalan dalam proses wawancara yang tergesa dan tanpa kejelasan.
Ia mencoba membatalkan kesepakatan dan meminta pengembalian dana, namun ditolak mentah-mentah oleh pelaku.
“Aku sadar dengan biaya yang diucapkan tapi aku kosong, seolah nurut aja,” ungkap korban, menjelaskan bagaimana tekanan saat pertemuan membuatnya tidak bisa berpikir jernih.
Pelaku sempat menunjukkan edisi lama majalah sebagai bukti, namun tidak ada kejelasan mengenai penerbitan dan profesionalitas media yang dimaksud.
Korban Bersaksi Demi Lindungi Usaha Kecil Lain
Motivasi korban untuk membagikan pengalaman ini adalah agar pelaku usaha kecil lain tidak terjebak dalam modus serupa, terutama di tengah situasi ekonomi yang sulit.
“Aku tergerak hati untuk speak up ini karena aku gak terima korban jebakan itu pelaku usaha kecil,” katanya.
Penipuan ini memperlihatkan bagaimana pelaku mengeksploitasi semangat promosi dari pelaku usaha mikro yang tidak menaruh curiga pada tawaran berbalut nama media.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
