Viral
Kasus DBD di Jakarta Mencapai 1.416 hingga Maret 2025, Jakbar Tertinggi
Pemprov Jakarta mencatat 1.416 kasus DBD hingga 9 Maret 2025. Jakarta Barat jadi wilayah tertinggi. Upaya pencegahan dilakukan dengan PSN dan gerakan 3M.
MPN Indonesia 13 Maret 2025 - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mencatat 1.416 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi sejak Januari hingga 9 Maret 2025.
Data ini diperoleh dari sistem surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta, yang terus memantau perkembangan kasus DBD di ibu kota.
“Sejak 1 Januari hingga 9 Maret 2025, berdasarkan data laporan DBD melalui website surveilans Dinkes Jakarta, total pasien mencapai 1.416 kasus dengan insidensi rate (IR) 12,48 per 100.000 penduduk,” ujar Kepala Dinkes Jakarta, Ani Ruspitawati, dikutip MPN Indonesia dari kompas.com, pada Kamis (13/3).
Meskipun tren mingguan kasus DBD dari minggu pertama hingga minggu kesembilan bersifat fluktuatif, jumlah kasus masih tetap dalam batas wajar.
Jakarta Barat Catat Kasus DBD Tertinggi
Dari lima wilayah administrasi di Jakarta, Jakarta Barat menjadi daerah dengan jumlah kasus DBD tertinggi. Wilayah ini mencatat 418 kasus dengan IR sebesar 15,98 per 100.000 penduduk.
“Jumlah kasus tertinggi berada di Jakarta Barat, sebanyak 418 kasus,” jelas Ani.
Sebagai daerah endemis DBD, Jakarta mengalami kasus DBD setiap tahun. Penyebarannya sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca.
“Jakarta adalah daerah endemis DBD. Sehingga setiap tahun selalu ada kasusnya dan sangat terpengaruh kondisi cuaca,” tambahnya.
Perbandingan Kasus DBD 2024 dan 2025
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Maret 2024, jumlah kasus DBD tahun lalu lebih tinggi, yakni mencapai 1.729 kasus.
Ani menjelaskan bahwa peningkatan kasus pada 2024 dipengaruhi oleh siklus lima tahunan DBD, dengan puncak kasus terjadi pada April.
“Kemarin naik tinggi karena 2024 merupakan siklus lima tahunan. Jadi, puncaknya sama-sama di April. Tapi kalau dulu tinggi, sekarang masih terkendali,” katanya.
Upaya Pemprov Jakarta dalam Pencegahan DBD
Untuk mencegah lonjakan lebih lanjut, Pemprov Jakarta terus menjalankan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Program ini dilakukan setiap Jumat, di mana juru pemantau jentik (jumantik) melakukan pemeriksaan di berbagai wilayah.
Selain itu, gerakan 3M – Menutup, Menguras, dan Mengubur juga terus disosialisasikan kepada masyarakat untuk mencegah perkembangan jentik nyamuk.
Ani menekankan bahwa PSN harus dilakukan tidak hanya di permukiman, tetapi juga di tempat kerja, tempat pengelolaan makanan, sarana kesehatan, institusi pendidikan, tempat umum, dan sarana olahraga.
“Itu justru yang kadang-kadang mungkin ada jentiknya. Penanggung jawab kantor, pemilik sekolah, pusat perbelanjaan, dan apartemen harus waspada terhadap potensi adanya jentik nyamuk di lingkungannya,” jelasnya.
Gubernur Jakarta Siapkan Tindakan Cepat
Menanggapi situasi ini, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengambil tindakan cepat untuk menangani kasus DBD di Jakarta.
“Segera kita tangani secara serius. Apa pun yang terjadi di Jakarta, saya dan Bang Doel pasti akan segara mengambil langkah dan tindakan. Tidak bisa dilakukan secara parsial, ini (kasus DBD) memang ada dan kami akan segara tangani,” ujar Pramono.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
