Connect with us

Viral

Kesaksian Aktivis Global Sumud Flotilla WNI usai Ditangkap Pasukan Israel: Diinjak hingga Patah Tulang

WNI peserta Global Sumud Flotilla mengungkap penyiksaan dan kekerasan saat ditahan pasukan Israel dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.

Logompn

Published

on

Kesaksian Aktivis Global Sumud Flotilla WNI usai Ditangkap Pasukan Israel Diinjak hingga Patah Tulang
Kesaksian Aktivis Global Sumud Flotilla WNI usai Ditangkap Pasukan Israel Diinjak hingga Patah Tulang. Gambar: Instagram/@menluri

MPN Indonesia 23 Mei 2026 - Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla memberikan kesaksian usai ditangkap pasukan Israel di perairan internasional saat berlayar menuju Gaza, Palestina.

Para relawan, termasuk sembilan WNI, sempat ditahan selama beberapa hari sebelum akhirnya dibebaskan dan dipulangkan melalui Turki pada Kamis (21/5).

Dalam kesaksian yang disampaikan, para aktivis melaporkan dugaan penyiksaan, kekerasan fisik, hingga kekerasan seksual selama proses penahanan.

“Sedikitnya terdapat 15 kasus kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan. Sejumlah peserta ditembak peluru karet dari jarak dekat dan puluhan lainnya mengalami patah tulang,” ungkap pernyataan jaringan aktivis Global Sumud Flotilla, dikutip MPN Indonesia melalui laman INH pada Sabtu (23/5).

“Dunia kini melihat penderitaan yang dialami peserta flotilla kami. Namun kami ingin menegaskan, ini hanyalah secuil gambaran dari yang setiap hari dialami tahanan Palestina,” lanjut pernyataan tersebut.

Kesaksian WNI dan Dugaan Penyiksaan

Rahendro Herubowo, eks jurnalis INews yang menjadi salah satu relawan, menyampaikan dirinya mengalami kekerasan fisik selama penahanan.

“Saya mengalami beberapa kekerasan. Ditendang, mungkin 3-4 kali di bagian depan. Di belakang juga saya diinjak. Dan terakhir disetrum,” kata Heru dalam keterangannya yang diunggah akun Instagram @chikifawzi pada Kamis (21/5).

Ia menyebut dampak kekerasan tersebut masih dirasakan setelah dibebaskan.

“Jadi saya kalau batuk, sakit ketarik di sini. Mudah-mudahan enggak kenapa-kenapa. Kalau nanti di sini harus ada pemeriksaan lanjutan, nanti kita di rumah sakit Indonesia saja,” ucapnya.

Kesaksian serupa disampaikan Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis Tempo TV. Ia mengaku mengalami penganiayaan saat ditangkap tentara Israel.

Baca Juga:  Diduga jadi Sarang Prostitusi, Dua Indekos di Jakbar Digerebek Satpol PP

Andre menyebut pada awal intersepsi pasukan Israel berbicara dengan nada tenang.

“Pas diintersep itu mereka itu kayak malaikat, ‘everything is okay, it’s fine, it’s fine’ [kata pasukan Israel]. Begitu masuk ke kapal gedenya, bak buk bak buk, ‘teroris!’ Saya lihat Thoudy (WNI relawan lain) sudah lemas, sudah mau mati,” ucap Andre.

Menurut Andre, perlakuan yang diterimanya semakin keras saat tiba di Kota Ashdod, Israel.

“Pas sudah sampai Ashdod, di tanah, itu paling keji. Enggak bisa saya maafin. Kepala saya mungkin ini cekung. Saya tahan pakai kepala, pakai jidat. Tangan saya diikat ke belakang, diikat terlalu kencang, akhirnya peredaran darah enggak jalan dan itu bikin saya mau pingsan. Ini ditarik-tarik,” tuturnya.

Respons Internasional

Insiden penahanan tersebut memicu kecaman internasional dan desakan investigasi independen atas dugaan penyiksaan, kekerasan fisik, dan kekerasan seksual yang dikategorikan sebagai kasus kriminal dalam situasi konflik internasional.

Sebanyak 37 anggota Parlemen Eropa menyerukan penangguhan kerja sama Uni Eropa–Israel hingga ada pertanggungjawaban atas insiden tersebut.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga mengecam tindakan Israel terhadap para relawan, dengan menyatakan bahwa tindakan terhadap peserta Global Sumud Flotilla merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

(AKM/NID/RAD)

Trending