Connect with us

Viral

Rombongan Mahasiswa Unand Kena Pungli hingga Rp950 ribu saat Melintasi Kawasan Lembah Anai

Rombongan mahasiswa Universitas Andalas diduga menjadi korban pungli Rp950 ribu saat melintas di Lembah Anai, Sumatera Barat. Pelaku kini ditangkap polisi.

Logompn

Published

on

Rombongan Mahasiswa Unand Dimintai Pungli hingga Rp950 ribu
Rombongan Mahasiswa Unand Dimintai Pungli hingga Rp950 ribu. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 23 Mei 2026 - Rombongan mahasiswa Universitas Andalas (Unand) diduga menjadi korban pungli hingga Rp950 ribu saat melintas di kawasan Lembah Anai, Jalan Raya Padang–Padang Panjang, Sumatra Barat, pada Selasa (19/5).

Peristiwa tersebut terjadi ketika empat unit bus pariwisata PO Rajawali yang mengangkut mahasiswi menuju Kota Bukittinggi dicegat seorang pria yang menawarkan jasa pengawalan ilegal agar kendaraan roda enam dapat melewati jalur yang dibatasi.

Aksi itu terekam video, beredar luas di media sosial, dan memicu penindakan aparat kepolisian.

Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut meminta uang sebesar Rp450 ribu dan menyebut sebagian uang itu untuk dirinya.

“Rp50 ribu untuk saya cuma ini,” kata pria tersebut.

Rombongan mahasiswa sempat meminta kuitansi sebagai bukti pertanggungjawaban kepada kampus, namun permintaan itu ditolak.

Kronologi Kejadian dan Modus Dugaan Pungli

Peristiwa bermula ketika rombongan mahasiswa Universitas Andalas berangkat menuju Bukittinggi dan harus melewati kawasan Lembah Anai yang sedang dalam tahap perbaikan pascabanjir bandang.

Selama proses pengerjaan proyek infrastruktur, kendaraan roda enam dilarang melintas kecuali memiliki izin khusus.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, menjelaskan bahwa kendaraan roda enam hanya boleh melewati Jalur Lembah Anai bila memiliki izin dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar.

“Jadi, yang boleh melintas di Lembah Anai itu hanya roda dua dan roda empat. Cuma ada beberapa kendaraan roda enam yang bisa melintas setelah ada izin dari BPJN Sumbar, seperti truk tronton pembawa material,” katanya saat dihubungi Kumparan, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (23/5).

Baca Juga:  Viral! WNA Ini Ngamuk Tak Mau Bayar Makan di Tanah Abang

Memanfaatkan situasi pembatasan tersebut, pria berinisial A alias M mendatangi rombongan bus dan menawarkan jasa pengawalan agar armada dapat melewati portal penjagaan.

Ia meyakinkan kru bus bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan petugas di lapangan.

Percaya dengan penjelasan itu, salah seorang penumpang berinisial NK menyerahkan uang tunai sebesar Rp500 ribu.

Pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB, saat rombongan hendak kembali melalui jalur yang sama, pelaku kembali menghubungi sopir bus berinisial B untuk menawarkan skema serupa.

Ketika armada memasuki kawasan tersebut, pelaku kembali mencegat dan meminta uang tambahan sebesar Rp450 ribu.

Karena merasa terdesak agar dapat melintas dan kembali, saksi NK kembali menyerahkan uang yang diminta.

Total uang yang diserahkan dalam dua kali permintaan itu mencapai Rp950 ribu.

Respons dan Penangkapan oleh Aparat

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, tim gabungan Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumbar bersama Tim Macan Marapi Satreskrim Polres Padang Panjang melakukan penyelidikan.

Aparat melakukan pelacakan data dan mengidentifikasi keberadaan terduga pelaku.

Pelaku akhirnya diamankan pada Kamis (21/5) sekitar pukul 23.20 WIB di kediamannya yang berlokasi di Jorong Kubu Di Ateh, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Saat ini, pelaku beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Markas Polres Padang Panjang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, AKP Pifzen Finot menyatakan pihaknya akan melakukan klarifikasi terkait pengawasan di lokasi kejadian.

“Kami akan melakukan klarifikasi ke petugas penjagaan. Mungkin ada yang lelah dan lengah,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending