Connect with us

Viral

Ledakan di Grand Polonia Medan karena Apa? Ini Penyebabnya

Penyebab ledakan Grand Polonia Medan diduga akibat kebocoran pipa gas bawah tanah. Namun, Polisi dan PGN masih melakukan investigasi.

Logompn

Published

on

Ledakan di Grand Polonia Medan karena Apa Ini Penyebabnya
Ledakan di Grand Polonia Medan. Gambar: X/@jesta_shezzar

MPN Indonesia 22 Juli 2026 - Ledakan di kawasan Grand Polonia Medan, Sumatra Utara, pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB diduga dipicu oleh kebocoran pipa gas tanam.

Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan aparat kepolisian dan pihak terkait.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah nomor 3B, Perumahan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

Insiden itu menyebabkan bangunan tiga lantai tersebut roboh serta mengakibatkan korban jiwa dan korban luka.

Dugaan Penyebab

Aparat gabungan, termasuk polisi, Basarnas, dan instansi terkait, langsung melakukan evakuasi serta investigasi di lokasi kejadian.

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan bahwa dugaan awal penyebab ledakan berasal dari kebocoran pipa gas bawah tanah yang terdeteksi melalui alat pendeteksi gas.

“Dari hasil investigasi awal yang sekarang ini masih berlangsung, adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah,” kata Calvijn kepada Kompas, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (22/7).

Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan sumber pasti ledakan di kawasan tersebut.

Namun, hasil pemeriksaan dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menunjukkan temuan berbeda.

Area Head PGN Medan Agus Kurniawan menyatakan bahwa tidak ditemukan kandungan gas metana di lokasi kejadian.

“Berdasarkan hasil deteksi gas yang dilakukan oleh tim PGN yang disaksikan pihak eksternal berwenang di lokasi kejadian, termasuk di area lantai 1 maupun lantai 2 rumah terkait, menunjukkan angka 0 ppm atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi) di area kejadian,” kata Agus.

Perbedaan temuan ini membuat investigasi lanjutan dilakukan bersama antara polisi dan PGN.

Baca Juga:  Siswi di Sumut Putus Sekolah karena Tak Mampu Bayar Uang Rekreasi, Ditagih padahal Tak Ikut Kegiatan

Proses Investigasi Lanjutan

Polisi bersama PGN berencana melakukan investigasi bersama setelah proses evakuasi korban selesai.

“Itu yang sudah saya sampaikan. Barusan saya sudah ketemu dengan teman-teman PGN. Dan setelah evakuasi korban terakhir, kita akan investigasi bersama,” ujar Calvijn pada Selasa (21/7).

Di sisi lain, Komandan Satuan Brimob Polda Sumut Kombes Mohammad Rendra Salipu menyatakan bahwa pihaknya juga melakukan pengecekan kemungkinan adanya bahan peledak.

Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan di Grand Polonia Medan tersebut masih menunggu hasil resmi dari aparat penegak hukum.

Dampak Ledakan dan Kerusakan

Ledakan di wilayah Medan ini menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan dan lingkungan sekitar.

Rumah tiga lantai yang menjadi pusat ledakan mengalami kerusakan berat hingga runtuh.

Selain itu, sejumlah rumah di sekitar lokasi juga terdampak akibat kuatnya gelombang ledakan.

Berikut data kerusakannya:

  • Sekitar lima unit rumah mengalami kerusakan, dengan beberapa di antaranya rusak berat
  • Sebuah mobil sedan berwarna hitam berlogo Lexus mengalami kerusakan parah akibat tertimpa material bangunan
  • Tiga unit mobil yang terparkir di sekitar lokasi ikut tertimpa reruntuhan

Material bangunan dilaporkan berhamburan hingga ke jalan di sekitar lokasi, termasuk Jalan Perhubungan/Mustang yang berada di dekat eks Bandara Polonia.

Ledakan juga memicu kepanikan warga di sekitar kawasan tersebut.

Korban dan Proses Evakuasi

Terdapat sejumlah korban yang berada di dalam rumah saat kejadian.

Polisi menyebutkan bahwa enam penghuni rumah menjadi korban. Totalnya terdapat 7 korban, berikut rinciannya.

Korban Meninggal Dunia

  • Ros (Asisten Rumah Tangga)
  • Sinta (Baby sitter)
  • Jesika (Istri pemilik rumah)

Korban Selamat

  • Jeavelin (Anak berusia 2 tahun)
  • Hasan
  • Satu orang sopir (Belum diketahui namanya)
  • Satu orang kurir (Belum diketahui namanya)
Baca Juga:  Penangguhan Dikabulkan, Amsal Sitepu Bebas dari Rutan Tanjung Gusta Medan

Proses evakuasi melibatkan ratusan personel gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta pemadam kebakaran.

Kepala Basarnas Medan Hery Marantika menyebutkan jumlah personel mencapai ratusan orang.

“Perkembangan saat ini, tim SAR gabungan berjumlah sekitar 300 sampai 400 orang. Kami juga mengerahkan tiga unit ekskavator dan satu unit crane untuk mendukung proses evakuasi yang difokuskan di lantai dua bangunan yang runtuh,” kata Hery, Selasa (21/7).

Proses evakuasi juga menghadapi kendala cuaca, karena hujan yang mengguyur kota Medan sejak siang hari membuat pencarian korban menjadi lebih sulit.

Kronologi Kejadian Menurut Saksi

Seorang saksi bernama Danu (43) mengungkapkan bahwa sebelum ledakan terjadi, ia melihat kilatan cahaya putih dari arah rumah yang kemudian disusul dentuman keras.

“Begitu hitungan detik saya ke sudut, muncul cahaya putih, lalu langsung terjadi ledakan,” ujar Danu, dikutip MPN Indonesia melalui CNN Indonesia.

Setelah ledakan, Danu juga mencium bau gas yang menyengat di lokasi kejadian.

“Waktu menyelamatkan korban itu tercium bau gas yang menyengat di sekitar lokasi. Setelah itu terlihat asap dari atas bangunan,” ujarnya.

Ia juga sempat mendengar suara seseorang meminta pertolongan dari dalam bangunan yang roboh.

“Saya dengar ada suara minta tolong dari dalam rumah, sepertinya dari atas bangunan yang roboh. Suaranya perempuan. Cuma sebentar, teriak ‘tolong’ begitu saja, lalu tidak terdengar lagi,” tuturnya.

Selain itu, sebuah mobil yang melintas saat kejadian turut tertimpa reruntuhan.

“Mobilnya yang tertimpa itu hancur. Sopir sempat kejepit, tapi kondisinya tidak apa-apa. Bagian yang tertimpa batu ada di sisi kanan kendaraan, sementara bagian lainnya masih selamat,” ucapnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending