Viral
Momen Menegangkan! Puluhan Warga Terjebak di Dalam Hutan saat Banjir Bandang Terjang Tapanuli Tengah
Sekitar 50 warga Desa Huta Bolon, Tapanuli Tengah, terjebak di hutan akibat banjir bandang dan longsor yang menutup seluruh akses keluar desa. Warga terdiri dari anak-anak hingga lansia, termasuk bayi dan seorang penyandang disabilitas.
MPN Indonesia 27 November 2025 - Sekitar 50 warga dilaporkan terjebak di hutan setelah banjir bandang dan longsor melanda Desa Huta Bolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
Warga yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa, lansia, hingga bayi terpaksa menyelamatkan diri ke puncak gunung karena lorong desa tertutup material longsor dari dua arah.
Mereka bertahan dalam kondisi hujan deras, hanya berbekal jas hujan, payung, plastik, dan kain untuk melindungi diri.
Dalam rekaman video yang diunggah akun Facebook @rosecarolinezebua pada Selasa (25/11), terdengar teriakan warga yang meminta pertolongan.
“Pak Bupati tolong kami dulu di sini, kami sudah di tengah hutan ini, kiri kanan sudah longsor Pak Bupati, nggak ada lagi jalan keluar,” ujar seorang pria yang merekam situasi tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (27/11).
Keluarga Terjebak Termasuk Bayi dan Lansia
Rosmawati Zebua (30) menjelaskan bahwa tujuh anggota keluarganya termasuk di antara warga yang terjebak.
Mereka terdiri dari ibu, adik, abang, istri abang, dua anak (termasuk satu bayi), serta seorang tetangga yang lumpuh.
“Itu ada anak bayi satu, ada lansia juga, ada juga tetangga yang lumpuh diangkat ke atas itu,” ungkap Rosmawati.
Warga terjebak setelah banjir bandang tiba-tiba menerjang desa.
Menurut pengakuan adik Rosmawati yang merekam video, pada pukul 09.30 WIB mereka masih sempat melakukan komunikasi melalui video call dalam kondisi darurat di hutan.
“Banjir bandang sudah mengadang semua, sudah tenggelam seperti lautan, makanya kami lari ke atas, tanpa bawa satu apapun, udah nggak sempat lagi, hanya bawa badan,” demikian pengakuan keluarga Rosmawati yang ia sampaikan kembali.
Rosmawati menuturkan bahwa keluarganya sudah mengungsi sejak Sabtu (22/11) malam ke Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Huta Bolon, setelah adanya peringatan potensi longsor dari BPBD.
Namun pada Selasa pagi (25/11), banjir bandang menenggelamkan rumah warga hingga gereja yang dijadikan tempat pengungsian, membuat mereka berlari ke hutan untuk menyelamatkan diri.
Akses Desa Tertutup Total oleh Longsor
Menurut video tersebut, warga kini berada di puncak pegunungan Hutanabolon karena seluruh lorong desa serta jalan keluar tertimbun longsor dari dua sisi.
Kondisi tersebut membuat warga tidak memiliki akses sama sekali untuk keluar dan hanya dapat menunggu bantuan datang.
Komunikasi antara Rosmawati dan keluarganya terputus pada pukul 11.00 WIB akibat jaringan telekomunikasi yang terganggu di wilayah terdampak.
Hingga saat ini, ia belum mengetahui kondisi terbaru mereka.
“Pasti saat ini mereka sudah kelaparan, kedinginan dan tidak ada stok makanan,” jelas Rosmawati.
Ia telah menghubungi pihak Basarnas untuk meminta bantuan evakuasi. Rosmawati berharap keluarganya serta warga lain segera ditemukan dan diselamatkan.
“Harapan saya keluarga saya diselamatkan dari sana, setidaknya saya tahu aja gimana kabarnya,” pungkasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
