Connect with us

Internasional

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Istanbul, Tiga Orang Tewas

Banjir melanda Istanbul, Turki, pada 14 Oktober 2026. Hujan deras merendam rumah, menyeret mobil, dan menyebabkan kemacetan parah.

Actress 1299250

Published

on

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Istanbul, Tiga Orang Tewas
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Istanbul, Tiga Orang Tewas. Gambar: Dok. Ilkha

MPN Indonesia 16 Oktober 2026 - Hujan deras memicu banjir di sejumlah wilayah Istanbul, Turki, pada Rabu (14/10).

Bencana tersebut dilaporkan menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dan mengganggu aktivitas warga.

Dikutip MPN Indonesia dari Anadolu Agency, Jumat (16/10), sebanyak 3.057 warga yang terjebak berhasil diselamatkan dan dipindahkan ke tempat aman.

Banjir merendam rumah, tempat usaha, jalan raya, dan jalan lintas bawah.

Laporan Associated Press yang dimuat ABC News menyebut sejumlah kendaraan terjebak, sementara beberapa mobil yang terparkir terseret arus.

Otoritas setempat juga memperpanjang penghentian pembelajaran tatap muka hingga Jumat (16/10) akibat dampak cuaca buruk tersebut.

Rumah Sakit dan Fasilitas Umum Terdampak

Banjir turut memasuki fasilitas umum di sejumlah distrik.

Mengutip laporan İhlas Haber Ajansı pada Rabu (14/10), air menggenangi koridor Rumah Sakit Mimar Sinan di Büyükçekmece. Air juga terlihat mengalir dari bagian lift.

Sementara itu, Türkiye Today melaporkan air menetes dari langit-langit Stasiun Metro Hacıosman di Sarıyer.

Di Sultangazi, dinding penahan di Sekolah Dasar Nurettin Uzun dilaporkan runtuh saat hujan deras melanda wilayah tersebut.

Air banjir juga memasuki sejumlah tempat usaha di kawasan industri Haramidere, Esenyurt.

Kendaraan terjebak di jalan yang tergenang di İkitelli, Başakşehir, serta di jalan lintas bawah kawasan Cebeci, Sultangazi.

Gangguan perjalanan turut terjadi di Tokatköy dan rute Akbaba–Dereseki di Beykoz.

Di İstinye, genangan memperlambat kendaraan dan menyulitkan pejalan kaki menyeberang.

Kemacetan Sempat Mencapai 89 Persen

Banjir menyebabkan perjalanan warga terganggu dan kepadatan lalu lintas meningkat.

Baca Juga:  Banjir Bandang Terjang Wilayah Solok, Akses Jalan ke Padang Terputus

Peta lalu lintas Pemerintah Metropolitan Istanbul menunjukkan tingkat kemacetan seluruh kota mencapai 89 persen pada Rabu (14/10), pukul 17.00 waktu setempat.

Pemerintah kota menangani genangan dan jalan yang terdampak, termasuk melalui penyedotan air, pembersihan, serta pembukaan kembali ruas yang telah dinyatakan aman. Akom

Pemerintah Kota Kerahkan 8.392 Personel

Pemerintah Metropolitan Istanbul mengerahkan 8.392 personel serta 2.246 kendaraan dan alat berat untuk menangani dampak cuaca buruk.

Pengerahan tersebut tercantum dalam laporan resmi Pusat Koordinasi Bencana Istanbul atau AKOM. Akom

Dalam pembaruan pada Kamis (15/10), pemerintah kota menyebut telah menerima 8.515 laporan sejak hujan mulai terjadi.

Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh unit-unit terkait sesuai jenis kejadian dan kebutuhan di lapangan. Akom

AKOM menjelaskan bahwa Istanbul dipengaruhi udara dingin dari Balkan dan sistem cuaca pembawa hujan dari Mediterania Tengah.

Hujan mulai mengguyur sejak Selasa (13/10) pagi dan kemudian meningkat intensitasnya. Akom

Penghentian Belajar Tatap Muka Diperpanjang

Kantor Gubernur Istanbul semula menghentikan pembelajaran tatap muka di lembaga pendidikan negeri dan swasta selama satu hari pada Kamis (15/10).

Kebijakan tersebut kemudian diperpanjang hingga Jumat (16/10).

Dalam pengumuman perpanjangan, otoritas setempat menyatakan pemeriksaan sekolah dilakukan untuk memastikan keamanan sebelum pembelajaran kembali berlangsung.

Keputusan penghentian kegiatan di universitas diserahkan kepada pengelola masing-masing kampus.

Pemerintah juga sempat melarang sepeda motor dan kendaraan roda dua sejenis melintas mulai Rabu (14/10), pukul 21.00 waktu setempat.

Pembatasan tersebut kemudian dicabut mulai Jumat (16/10/2026), pukul 06.00 waktu setempat.

Gubernur Istanbul Davut Gül mengumumkan kendaraan tersebut kembali diizinkan beroperasi setelah situasi mulai berangsur normal.

(RAD/NID/RAD)

Trending