Viral
Polisi Angkat Suara soal Kerusuhan di Acara Habib Rizieq, Ada 15 Korban
Kapolres Pemalang buka suara soal bentrokan PWI LS dan FPI di acara Habib Rizieq yang menyebabkan 15 orang luka-luka.
Jawa Tengah, MPN Indonesia 25 Juli 2025 - Kerusuhan terjadi saat acara Safari Dakwah oleh Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (Jateng), pada Rabu malam (23/7).
Dalam siaran pers Polda Jateng, dilaporkan bahwa bentrokan terjadi sekitar pukul 23.00 hingga 23.30 WIB, sekitar 50 meter dari panggung utama acara.
Kerusuhan tersebut diduga terjadi saat ratusan anggota Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) diduga mencoba menolak kehadiran Habib Rizieq dengan memasuki area acara.
Situasi pun memanas hingga terjadi aksi saling serang antara PWI LS dengan Front Persaudaraan Islam (FPI) menggunakan berbagai benda sebagai senjata.
Merespons insiden ini, Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo pun angkat suara. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya untuk mengamankan acara sejak awal, namun bentrokan tersebut tak dapat terhindarkan.
“Kami berupaya maksimal mengamankan jalannya kegiatan sejak awal hingga selesai, dan setelah kejadian tersebut, kami langsung lakukan evakuasi,” ujar AKBP Eko Sunaryo, dikutip MPN Indonesia dari siaran pers, Jumat (25//7).
Habib Rizieq sendiri mengonfirmasi adanya korban dan meminta penegakan hukum terhadap pelaku kerusuhan yang terlibat dalam peristiwa di daerah yang mencuat dalam berita lokal ini.
“Saya sampaikan pak kapolres, pak dandim bahwa ada korban 5 orang yang terluka akibat sabetan senjata tajam, dan saya minta diproses secara hukum,” ujar Habib Rizieq dalam ceramahnya.
Data Korban Luka dalam Kerusuhan
Dalam laporan terbaru dari pihak kepolisian, bentrokan antara dua kelompok massa itu mengakibatkan total 15 orang mengalami luka-luka.
Aparat TNI-Polri berhasil memisahkan bentrokan dan segera melakukan evakuasi terhadap korban untuk mendapatkan perawatan di RS Siaga Medika, RS Islam Pemalang, serta puskesmas setempat.
Berikut rincian korban luka dalam peristiwa ini:
- Anggota Polri: 4 orang (2 dirujuk ke RS Siaga Medika, 2 dirawat oleh Dokkes Polres Pemalang)
- Anggota PWI LS: 9 orang (dirawat di RS Siaga Medika dan RS Islam Pemalang)
- Anggota FPI: 2 orang (mengalami luka di bagian kepala)
Pihak Polda Buka Suara Soal Tindak Pengamanan
Kegiatan pengajian dalam rangka Safari Dakwah tersebut dimulai sejak Rabu sore pukul 15.00 WIB dan berakhir Kamis dini hari pukul 03.45 WIB.
Masih dalam siaran persnya, Polda Jateng melaporkan bahwa pengamanan dilakuakn dengan melibatkan 675 personel gabungan dari Polri, TNI, dan unsur lainnya, dipimpin langsung oleh Kapolres Pemalang.
Sehari sebelum acara, telah dilakukan rapat koordinasi pengamanan teknis dan sebelumnya juga digelar Rapat Koordinasi Cipta Kondisi pada Rabu (16/7) yang dihadiri oleh Pemda, Kodim 0711, Polres Pemalang, serta perwakilan ormas FPI dan PWI LS.
Dari rapat koordinasi tersebut kemudian menghasilkan Surat Pernyataan Bersama berisi komitmen menjaga ketertiban, tidak mengerahkan massa besar, dan tidak menyampaikan isi ceramah yang provokatif.
Meski pengamanan dan koordinasi telah dilakukan sedemikian, bentrokan tetap terjadi di luar area utama pengajian.
Polres hingga Polda Jateng Minta Masyarakat untuk Tidak Mudah Terprovokasi
Setelah kejadian, situasi di Desa Pegundan dilaporkan telah kembali kondusif. Aparat keamanan masih berjaga di titik-titik strategis guna mencegah bentrokan lanjutan.
Untuk mencegah bentrokan lanjutan, Kapolres Pemalang mengimbau kepada pimpinan FPI dan PWI LS untuk menahan diri serta mengendalikan anggotanya.
“Kami minta agar para pimpinan kelompok, baik PWI LS maupun FPI, memberikan instruksi yang menenangkan kepada anggotanya. Jangan ada lagi bentrokan, jangan sampai ada korban susulan. Mari bersama-sama jaga keamanan wilayah,” tegas AKBP Eko Sunaryo.
Selaras dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, juga mengingatkan masyarakat Jateng, khususnya Pemalang, untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran dan menjaga persatuan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Pemalang, untuk menjaga kedamaian, menahan diri, dan tidak mudah terprovokasi,” ucapnya.
Sampai berita ini dirilis, penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan, dan pihak kepolisian tengah mengumpulkan data serta mendalami identitas para pelaku dan korban.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
