Connect with us

Viral

Tak Ada Lagi Tanda Kehidupan, Petugas Lanjut Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny pakai Alat Berat

Petugas gabungan mulai mengerahkan alat berat untuk mengevakuasi korban ambruknya Ponpes Al Khoziny setelah tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan di lokasi kejadian.

Logompn

Published

on

Tak ada lagi tanda kehidupan, petugas lanjut evakuasi korban ponpes al khozniy pakai alat berat
Tak Ada Lagi Tanda Kehidupan, Petugas Lanjut Evakuasi Korban Ponpes Al Khozniy pakai Alat Berat | Gambar: Kolase Instagram/@bdrt.27

Jawa Timur, MPN Indonesia 4 Oktober 2025 - Petugas gabungan mulai mengerahkan alat berat untuk mengevakuasi korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Langkah ini diambil setelah pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan di lokasi kejadian.

“Secara ilmu pengetahuan itu tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan sampai tadi pagi,” kata Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto kepada wartawan pada Kamis (2/10).

Ia juga menambahkan bahwa pihak keluarga korban telah menyetujui penggunaan alat berat setelah dilakukan komunikasi.

“Ada beberapa yang langsung sedih. Tapi tidak ada satu keluarga pun yang meminta kami melanjutkan pencarian terhadap korban yang hidup,” ujar Suharyanto.

Evakuasi dengan Alat Berat Fokus di 15 Titik

BNPB mengungkapkan bahwa evakuasi menggunakan alat berat akan difokuskan pada 15 titik pencarian di lokasi reruntuhan Ponpes Al Khoziny.

Petugas menyiapkan lima unit crane untuk mengangkut runtuhan bangunan satu-persatu sehingga proses pencarian bisa berjalan tanpa menimbulkan risiko bagi korban dan petugas.

Selain lima unit crane, BNPB juga mengerahkan 30 ambulans beserta 300 kantong jenazah dan 20 dump truck untuk mengangkut runtuhan bangunan.

Proses evakuasi dengan alat berat ini sudah mulai berjalan sejak Kamis (2/10) siang untuk mencari 49 korban yang masih hilang.

Update Data Korban Runtuhan Ponpes

Hingga Sabtu (4/10), Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkap bahwa jumlah korban terdata sebanyak 167 orang.

“Total korban tercatat sebanyak 167 orang. Dari jumlah tersebut, 118 orang telah ditemukan dengan rincian 103 orang dalam kondisi selamat, 14 orang meninggal dunia dan satu orang kembali ke rumah tanpa memerlukan penanganan medis lanjutan,” katanya.

Baca Juga:  Kebakaran di Kawasan Gunung Semeru, 172 Pendaki di Ranu Kumbolo Dievakuasi

Sementara itu, berdasarkan data absensi yang dirilis pihak pondok pesantren, masih terdapat 49 korban yang masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

(AKM/NID/RAD)

Trending