Connect with us

Viral

Tiga Karyawan Percetakan di Jakpus Diduga Disekap, Kaki Diborgol dan Diikat Tali Baja

Tiga karyawan percetakan diduga disekap di ruko kawasan Senen, Jakarta Pusat, dengan kondisi kaki diborgol dan diikat.

Logompn

Published

on

Tiga Karyawan Percetakan di Jakpus Diduga Disekap, Kaki Diborgol dan Diikat Tali Baja
Ilustrasi penyekapan. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 29 Juni 2026 - Tiga karyawan percetakan diduga menjadi korban penyekapan di sebuah ruko di kawasan Senen, Jakarta Pusat, setelah salah satu dari mereka diduga melakukan pencurian.

Peristiwa ini terungkap pada Jumat (26/6) sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan Kalibaru Timur Nomor 182, Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan menemukan tiga karyawan dalam kondisi kaki diborgol serta diikat menggunakan tali baja dan rantai besi.

Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro menjelaskan kondisi korban saat ditemukan di tempat kejadian perkara.

“Saat berada di TKP, benar korban TS dan MRJ terlihat diborgol pada bagian kaki sambil diikat tali baja, juga korban AS diborgol pada bagian kaki dan diikat menggunakan rantai besi,” kata Widodo, Minggu (28/6).

Kronologi Penemuan dan Penyelidikan

Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang diterima pihak kepolisian terkait dugaan tindakan penahanan terhadap karyawan di sebuah percetakan.

“Padal dan piket Reskrim mendapatkan informasi adanya penyekapan terhadap korban di percetakan Mau Print, Jalan Kalibaru Timur Nomor 182, Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat,” jelas Widodo.

Saat petugas tiba di lokasi, ditemukan tiga karyawan dalam kondisi terikat.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, penyekapan bermula ketika TS diduga melakukan pencurian di tempat kerja.

Dalam interogasi internal, TS mengaku tidak sendiri dan menyebut keterlibatan dua karyawan lainnya, yakni MRJ dan AS.

Hal tersebut kemudian menjadi dasar tindakan penyekapan yang dilakukan oleh pihak tertentu di lingkungan kerja tersebut.

Permintaan Uang dan Barang Bukti

Pelaku diduga meminta uang tebusan kepada keluarga korban dengan nominal Rp50 juta per orang.

Baca Juga:  Wanita Perkosa Janda Dua Anak di Mojokerto, Begini Cerita Lengkap Korban

“Selain itu, keluarga korban diduga diminta menyerahkan uang dengan janji korban akan dibebaskan,” ungkap Widodo.

Salah satu keluarga korban diketahui telah menyerahkan uang sesuai permintaan.

Namun demikian, meski uang telah diberikan, korban tetap tidak dilepaskan.

“Setelah uang diserahkan kepada pihak perusahaan, korban dijanjikan akan dilepas. Namun, meski salah satu orang tua korban telah memberikan Rp50 juta, korban tetap tidak dibebaskan dan masih disekap,” kata Widodo.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, antara lain kawat kabel baja, tiga gembok cakram sepeda motor, visum et repertum (VER), serta bukti transfer uang.

Barang bukti ini digunakan untuk mendukung proses penyidikan lebih lanjut terkait kasus penyekapan terhadap karyawan tersebut.

Penangkapan Pelaku dan Proses Hukum

Polisi telah mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial AI (41) dan SB (46).

“Diduga pelaku sudah diamankan, dua orang,” ujar Widodo.

Keduanya diduga terlibat langsung dalam tindakan penyekapan terhadap para karyawan di percetakan tersebut.

AI diduga berperan dalam menginterogasi korban, melakukan kekerasan berupa tamparan, mengawasi korban, serta menemui keluarga korban untuk melakukan mediasi terkait permintaan uang.

Sementara itu, SB diduga turut menginterogasi korban, menampar korban satu kali, dan menjaga korban selama proses penyekapan berlangsung.

Saat ini, para korban dan pelaku telah dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian guna mengungkap secara menyeluruh motif serta pihak lain yang mungkin terlibat dalam tindakan penyekapan terhadap karyawan percetakan tersebut.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending