Connect with us

Viral

TransJabodetabek Uji Coba Rute Baru, Ada Alam Sutera-Blok M!

PT TransJakarta menguji coba rute baru TransJabodetabek, termasuk Alam Sutera-Blok M, guna meningkatkan akses transportasi publik.

Logompn

Published

on

Transjabodetabek uji coba rute baru, ada alam sutera blok m!
TransJakarta memulai uji coba rute baru TransJabodetabek, termasuk Alam Sutera-Blok M untuk meningkatkan akses transportasi publik. Gambar : unsplash.com/Hilmi Alwan

MPN Indonesia 20 Maret 2025 - PT TransJakarta memulai uji coba sejumlah rute baru untuk layanan TransJabodetabek. Salah satu rute yang diuji coba adalah Alam Sutera-Blok M, yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas transportasi publik bagi masyarakat Tangerang Selatan menuju Jakarta. 

Uji coba ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperluas cakupan layanan TransJakarta guna mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Selain rute Alam Sutera-Blok M, terdapat lima rute lain yang ikut diuji coba, yakni Binong-Grogol, Kota Wisata-Cawang via Jatiasih, PIK 2-Jembatan Baru, PIK 2-Pluit, dan Jatijajar-Kampung Rambutan. 

Keberadaan rute-rute ini diharapkan dapat mengurangi ketimpangan akses transportasi publik antara Jakarta dan wilayah-wilayah di sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Rute Alam Sutera-Blok M Jadi Perhatian

Konfirmasi terkait uji coba rute baru ini muncul dari unggahan di akun TikTok World of Alam Sutera pada (18/3). Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa rute yang diuji coba mencakup perjalanan dari Alam Sutera menuju Sudirman dan Blok M, sebelum kembali ke Alam Sutera.

Informasi ini menjadi kabar baik bagi warga Tangerang Selatan, khususnya di kawasan Alam Sutera, yang mengandalkan transportasi publik untuk bepergian ke Jakarta.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyatakan dukungannya terhadap operasional rute Alam Sutera-Blok M. 

Berdasarkan dari pemantauan MPN Indonesia dari infotangerang.id pada Kamis (20/3), menurut Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pihaknya menyetujui rute tersebut dengan syarat adanya nota kesepahaman antara TransJakarta dan pengelola kawasan Alam Sutera 

Selain itu, sebelum operasional resmi, perlu dilakukan survei bersama serta sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat dan efektivitas layanan ini.

Baca Juga:  Mau Nikmati Keindahan Kota Jakarta? Transjakarta Luncurkan Bus Wisata Atap Terbuka, Ini Jadwal dan Harganya!

Persetujuan dan Tantangan Regulasi

Seluruh rute baru TransJabodetabek, termasuk Alam Sutera-Blok M, masih menunggu persetujuan dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). 

Jadwal resmi operasionalnya pun belum ditetapkan. Direktur Operasional dan Keselamatan TransJakarta, Daud Joseph, menyatakan bahwa rute-rute ini akan diuji coba lebih lanjut setelah mendapatkan izin dari BPTJ.

Berbagai masukan dari pemerintah daerah turut mempengaruhi keputusan final terkait operasional rute. Pemerintah Kota Depok, misalnya, mendukung rute Jatijajar-Kampung Rambutan dengan ketentuan bahwa jalurnya harus melintasi Jalan Raya Bogor. 

Begitu pula Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor yang menyetujui rute Kota Wisata-Cawang via Jatiasih, dengan syarat tidak bertabrakan dengan layanan transportasi publik yang sudah ada.

Agus Ridho, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, menyampaikan bahwa kajian masih dilakukan terhadap rute Kota Wisata-Cawang via Jatiasih. Ia menekankan pentingnya integrasi transportasi publik yang lebih baik dari Jakarta ke wilayah aglomerasi, serta perlunya sinergi antar wilayah untuk mempercepat pengembangan layanan transportasi publik.

Dampak Perluasan Layanan TransJabodetabek

Ekspansi layanan TransJabodetabek melalui rute-rute baru ini bertujuan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dengan cara yang lebih efisien dan terjangkau. 

Dengan bertambahnya rute seperti Alam Sutera-Blok M, diharapkan semakin banyak warga yang beralih ke transportasi publik, mengurangi kemacetan, serta menekan penggunaan kendaraan pribadi di kawasan Jabodetabek.

Komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas layanan transportasi publik telah disampaikan langsung oleh Gubernur Pramono Anung. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengubah kebiasaan masyarakat agar lebih mengandalkan transportasi publik dibandingkan kendaraan pribadi.

(AKM/NID/RAD)

Trending