Connect with us

Politik

Pramono Anung akan Revitalisasi Blok M Besar-besaran, Usung 5 Transformasi

Revitalisasi Blok M mencakup lima transformasi utama, mulai terminal, mixed use, akses terintegrasi hingga ruang publik. Tahap awal ditargetkan beroperasi 2029.

Actress 1299250

Published

on

Pramono Anung Revitalisasi Blok M Besar besaran, Usung 5 Transformasi
Pramono Anung Revitalisasi Blok M Besar-besaran, Usung 5 Transformasi. Gambar: Dok. Istimewa

MPN Indonesia 8 Oktober 2026 - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluncurkan konsep transformasi kawasan Blok M fase ultimate pada Selasa (6/10).

Pramono Anung mengatakan pembenahan kawasan tersebut tetap harus mempertahankan karakter utama Blok M.

“Saya betul-betul berkeinginan bahwa walaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, lebih tertata, tetapi saya berharap bahwa Blok M tidak kehilangan ruh utamanya,” kata Pramono pada keterangan resmi.

Menurut Pramono, kawasan tersebut selama ini memiliki karakter yang kuat.

Blok M dikenal sebagai tempat berkumpul anak muda, mencari makanan, dan menemukan berbagai hal yang sedang viral.

“Orang mengatakan Blok M ini menjadi ‘Negara Blok M’. Sehingga dengan demikian, itulah yang menjadi kekuatan utama,” ujarnya.

Revitalisasi Blok M Mencakup Lima Transformasi

Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menjelaskan rancangan fase ultimate mencakup lima perubahan utama.

Rancangan tersebut disiapkan untuk menjawab berbagai tantangan di kawasan itu.

“Konsep desain fase ultimate untuk menjawab tantangan tadi, Pak, kami merencanakan ada lima transformasi utama,” kata Tuhiyat.

Transformasi pertama menyasar kondisi terminal di kawasan tersebut.

MRT Jakarta berencana mengembangkan terminal dengan konsep yang lebih modern dan terhubung.

“Transformasi yang pertama yaitu revitalisasi terminal. Terminal akan kami jadikan dalam bentuk yang modern dan terintegrasi,” ujarnya.

Transformasi berikutnya mencakup pengembangan kawasan mixed use.

Konsep ini menggabungkan lebih dari satu fungsi dalam sebuah kawasan.

Fungsi tersebut dapat mencakup hunian, perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, hingga area rekreasi.

Pengembangan itu juga berkaitan dengan kawasan Blok M ASEAN.

“Transformasi yang kedua adalah pengembangan mixed use di mana kawasan ini adalah kawasan Blok M ASEAN yang nantinya akan sangat accessible, inklusif, dan dinamis,” kata Tuhiyat.

Baca Juga:  Banjir Jakarta: 31 RT di Jaksel Terendam, Ini Lokasinya

Akses Blok M Akan Lebih Terintegrasi

Transformasi ketiga berkaitan dengan peningkatan aksesibilitas dan integrasi kawasan.

Perubahan tersebut dirancang untuk menghubungkan moda transportasi serta berbagai fungsi di dalam kawasan.

“Transformasi yang ketiga adalah aksesibilitas dan integrasi di mana kawasan ini akan lebih terhubung, baik antarmoda maupun antarfungsi bagi pejalan kaki,” tuturnya.

Selain aspek transportasi, revitalisasi juga mencakup pengembangan destinasi komersial baru.

Berbagai aktivitas direncanakan berada dalam satu kawasan yang saling terhubung.

“Transformasi dalam bentuk destinasi komersial yang baru di mana nanti akan ada berbagai retail, F&B, lifestyle, dan ruang publik dalam satu kawasan,” ujar Tuhiyat.

Ruang terbuka publik juga menjadi bagian dari perubahan kawasan tersebut.

Area tersebut direncanakan lebih hijau dan memiliki ukuran lebih luas.

“Ruang terbuka publik setelah nanti dibangun akan menjadi lima kali lebih besar dari yang ada,” kata dia.

Selain ruang publik, luas kawasan Blok M secara keseluruhan juga direncanakan meningkat.

Luas kawasan disebut akan menjadi hingga 10 kali lipat dibandingkan kondisi saat ini.

Pembangunan Bertahap Ditargetkan Mulai Beroperasi 2029

Proses pembangunan kawasan di Jakarta Selatan tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Terminal, kawasan retail, dan podium menjadi bagian yang lebih dahulu dibangun.

Pembangunan ketiga bagian tersebut ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada 2029.

Sementara itu, kawasan mixed use akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.

Kebijakan pemerintah dalam penataan kawasan ini juga berkaitan dengan kondisi bangunan yang sudah berusia puluhan tahun.

Tuhiyat mengatakan usia bangunan Blok M saat ini telah mencapai 34 tahun.

“Usia bangunan Blok M saat ini telah mencapai 34 tahun. Menurut kami, ingin memastikan keselamatan dan keamanan struktur dari bangunan ini,” kata Tuhiyat.

Baca Juga:  Basuki Hadimuljono: Kalau Ada CPNS yang Enggak Mau Pindah ke IKN Itu Goblok

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan masih memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi setiap hari.

Ratusan tenant masih aktif menjalankan kegiatan di Blok M Hub.

“Ada 334 tenant aktif saat ini dan lebih dari 25.000 pengunjung setiap hari di Blok M Hub ini,” ujar Tuhiyat.

(AKM/NID/RAD)

Trending