Connect with us

Viral

Viral! Relawan Ini Temukan Kayu Gelondongan Ada Nomornya

Sebuah video viral menunjukkan relawan yang menemukan kayu gelondongan bernomor usai terseret arus banjir bandang di wilayah Sumatra.

Logompn

Published

on

Relawan bencana banjir longsor temukan kayu gelondongan ada nomornya
Relawan Bencana Banjir-Longsor Temukan Kayu Gelondongan Ada Nomornya | Gambar: Kolase TikTok/@maidah0932

MPN Indonesia 5 Desember 2025 - Seorang relawan menemukan kayu gelondongan bernomor yang terseret arus banjir bandang di salah satu lokasi terdampak bencana alam Sumatra.

Temuan ini kemudian menjadi viral usai dibagikan dalam sebuah video TikTok @maidah0932 yang memperlihatkan batang-batang pohon besar bertuliskan nomor 3 berwarna merah.

Dalam video tersebut, sang relawan menyuarakan keheranannya melihat ukuran kayu yang masuk hingga ke rumah-rumah warga.

“Kayunya ada nomornya. Bayangin, kayu-kayu sebesar ini masuk ke rumah warga,” ujarnya sebagaimana dikutip MPN Indonesia dari tayangan video, Jumat (5/12).

Penemuan ini memunculkan dugaan adanya aktivitas penebangan dan pengangkutan kayu di hulu yang berkaitan dengan banjir dan longsor yang tengah melanda wilayah Sumatra.

“Pak Menteri, masih mau kau bilang pohon-pohon yang terbawa banjir bandang Sumatra ini adalah pohon yang tumbang alami karena curah hujan tinggi?” bunyi keterangan dalam unggahan tersebut.

Jadi Pembahasan dalam Rapat DPR

Dugaan adanya praktik pembalakan liar ini juga mengemuka dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Kamis (4/12).

Dalam rapat tersebut, ditampilkan sebuah video yang memperlihatkan gelondongan kayu terseret banjir di daerah Sibolga, Sumatra Utara.

Selain itu, ditampilkan juga sebuah video yang memperlihatkan beberapa truk besar mengangkut sejumlah potongan kayu besar.

“Bayangkan kayu sebesar itu, diameter 1,5 meter itu, berapa ratus tahun perlu tumbuh untuk pohon yang sebesar itu. Ini, manusia mana di Indonesia ini yang seenaknya aja bisa motong-motong kayu seperti itu?” ucap Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, dalam rapat tersebut.

Lebih lanjut, ia meminta praktik ilegal tersebut dihentikan dan ditindak tegas.

Baca Juga:  Angin Puting Beliung Terjang Batam, Satu Rumah Rusak hingga Papan Reklame Berterbangan

“Sudah, cukup lah ini, jangan lagi ke depan, mau siapa kek itu di belakangnya, mau bintang-bintang kek mau apa. Kita ini mewakili rakyat Indonesia,” tegasnya.

Jumlah Korban dan Fasilitas Terdampak

Hingga Kamis (4/12) pukul 16.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah mencapai 893 orang.

Sementara itu, 521 orang masih tercatat hilang dan 4.200 warga mengalami luka-luka.

Sejumlah fasilitas juga tercatat mengalami kerusakan, dengan rincian 789 fasilitas umum, 167 fasilitas kesehatan, 424 fasilitas pendidikan, 198 rumah ibadah, 174 gedung/kantor, serta 300 jembatan terdampak peristiwa tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending