Connect with us

Viral

Viral! Rumah Sekaligus Tempat Usaha di Tapanuli Tengah Habis Dijarah, Laptop dan Uang Raib

Insiden penjarahan terjadi di Bina Pandan Swalayan, Tapanuli Tengah, pada 29 November dini hari. Massa menjebol pintu, menggasak barang hingga mengancam keselamatan penghuni.

Logompn

Published

on

Viral! rumah sekaligus tempat usaha di tapanuli tengah habis dijarah, laptop dan uang raib
Viral! Rumah Sekaligus Tempat Usaha di Tapanuli Tengah Habis Dijarah, Laptop dan Uang Raib. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@reset.feeds

MPN Indonesia 4 Desember 2025 - Insiden penjarahan dan perampokan terjadi di Bina Pandan Swalayan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada Sabtu (29/11) sekitar pukul 00.30 WIB.

Sejumlah orang berkumpul di depan swalayan, menjebol pintu, lalu mengambil berbagai barang dari tempat usaha sekaligus rumah pemilik yang berada di lantai dua.

Aksi berlangsung hingga dini hari tanpa adanya tindakan dari pihak kepolisian.

Korban yang tinggal di lantai dua bersama istri, dua anak berusia 17 dan 8 tahun, serta seorang pekerja, sempat meminta massa bersabar karena pemerintah akan memberikan bantuan pangan.

Namun, imbauan itu diabaikan. Setelah sekitar 15 menit, pintu berhasil dijebol dan para pelaku langsung naik ke lantai atas untuk mengambil barang-barang milik korban.

Menurut keterangan korban, sejumlah barang hilang dalam kejadian tersebut, termasuk laptop, dua tablet, jam tangan, beberapa sepatu, telepon genggam, sandal, dan barang pribadi lain.

Kronologi Penjarahan dan Upaya Melindungi Keluarga

Sekitar pukul 02.30 WIB, para pelaku mencoba mendobrak pintu kamar tempat keluarga korban bersembunyi.

Korban dan istrinya menahan pintu sambil berteriak meminta para pelaku menghentikan aksi mereka.

Setelah 10 menit, para penjarah pergi membawa barang hasil curian karena tidak berhasil membuka pintu kamar.

Pada pukul 03.30 WIB, massa akhirnya meninggalkan lokasi.

Kondisi swalayan saat itu digambarkan seperti “kapal pecah” akibat tumpahan minyak dan air yang membuat lantai licin, ditambah banyak sandal diduga milik pelaku yang tertinggal setelah terpeleset.

Korban menyayangkan tidak adanya tindakan dari aparat kepolisian meskipun laporan telah disampaikan sehari sebelumnya.

“Saya menyesalkan tidak adanya respon dari pihak kepolisian padahal sehari sebelumnya sudah saya laporkan dan minta perlindungan. Bahkan setelah kejadian sepertinya pihak Polres Tapanuli Tengah tidak ada respon,” ujar korban saat menceritakan kronologi, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @reset.feeds, Kamis (4/12).

Baca Juga:  Rizal Armada Hentikan Musik untuk Tegur Penonton yang Bermesraan, Sampaikan Pesan Santai tapi Menohok

Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak hanya penjarahan, tetapi juga perampokan yang mengancam keselamatan keluarganya.

“Saya hanya mau sampaikan kepada Kapolres Tapanuli Tengah Bapak AKBP Wahyu Endrajaya, apa yang terjadi di Bina Pandan Swalayan tidak semata-mata penjarahan namun juga perampokan dengan mengancam nyawa,” pungkasnya.

Anak korban yang berusia 8 tahun disebut mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending