Connect with us

Viral

Bak Mukjizat! Bayi 3 Bulan Ditemukan Selamat Tersangkut Pohon di Agam, Seluruh Keluarganya Meninggal

Seorang bayi tiga bulan bernama Fathan ditemukan selamat setelah tersapu banjir bandang di Palembayan, Agam. Ia satu-satunya korban selamat dari keluarganya, sementara proses evakuasi masih terus dilakukan di wilayah terdampak.

Logompn

Published

on

Bak mukjizat! bayi 3 bulan ditemukan selamat tersangkut pohon di agam, seluruh keluarganya meninggal
Ilustrasi Kaki Bayi. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 4 Desember 2025 - Seorang bayi laki-laki berusia tiga bulan bernama Fathan ditemukan dalam kondisi hidup setelah tersapu banjir bandang (galodo) di Desa Salareh Aia (Selaras Air) Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada Kamis (27/11) petang.

Bayi tersebut ditemukan tersangkut pada sebuah pohon, meski seluruh anggota keluarganya meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Fathan merupakan satu-satunya yang selamat dari keluarga berjumlah tujuh orang, termasuk ayah, ibu, nenek, paman, tante, dan kakaknya.

Menurut Wali Nagari Selaras Air Timur, Ahmad Fauzi, seluruh anggota keluarga Fathan meninggal dunia setelah rumah mereka tersapu arus banjir bandang.

“Malam setelah banjir bandang, saat evakuasi darurat berlangsung di tengah kegelapan dan sisa-sisa reruntuhan, Fathan ditemukan dalam kondisi yang benar-benar ajaib, tersangkut di sebuah pohon yang kokoh berdiri,” ujar Fauzi dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia dari mediacenter.riau.go.id, Kamis (4/12).

Fathan ditemukan saat proses evakuasi darurat berlangsung pada malam hari.

Keberadaannya pertama diketahui setelah ayahnya, sebelum meninggal, sempat menunjuk ke arah pohon tempat bayi itu ditemukan.

Lokasi Terdampak

Keluarga Fathan tinggal di tepi Sungai Selaras, dekat jembatan penghubung Desa Selaras Air Timur dengan Desa Seberang Air.

Di sekitar lokasi tersebut terdapat lima hingga enam rumah warga.

Seluruh rumah di kawasan itu tersapu arus deras saat banjir bandang menerjang.

Anggota keluarga Fathan yang dinyatakan meninggal meliputi ayahnya yang wafat di RSUD Lubuk Basung pada Jumat (28/11), ibunya, kakaknya, nenek, paman yang meninggal di rumah sakit, dan tantenya.

Sementara Fathan kini menjalani perawatan intensif setelah berhasil diselamatkan.

Baca Juga:  Banjir Aceh Terjang 16 Kabupaten/Kota, 20.759 Warga Mengungsi dan 1 Warga Hilang Terseret Arus

Warga Terdampak dan Kondisi Sungai

Fauzi menjelaskan bahwa banyak warga yang tinggal di pinggir Sungai Selaras merasa kawasan tersebut aman karena berdasarkan cerita leluhur dan tambo (cerita turun-temurun), air sungai tidak pernah meluap hingga separah ini.

Namun, peristiwa galodo yang terjadi kini mematahkan sejarah tersebut.

Air bah tidak hanya menghancurkan rumah warga, tetapi juga menyebabkan banyak korban jiwa dan warga yang masih belum ditemukan.

Proses evakuasi hingga kini terus berlangsung, namun terkendala keterbatasan alat berat di lapangan.

Proses Evakuasi dan Permintaan Bantuan

Menurut laporan warga, masih terdapat korban lain yang tertimbun tanah longsor dan lumpur di wilayah terdampak.

Fauzi menyebutkan bahwa alat berat yang tersedia tidak memadai untuk menjangkau seluruh area bencana alam.

“Laporan dari masyarakat menunjukkan masih ada korban lain yang tertimbun longsoran dan lumpur,” pungkasnya.

Ia berharap bantuan alat berat segera didatangkan untuk mempercepat pencarian korban serta pembersihan puing-puing sisa bencana.

(AKM/NID/RAD)

Trending