Connect with us

Viral

Wakil Ketua DPR Cucun Minta Maaf Usai Dirujak Netizen Gara-gara Sebut MBG Tak Butuh Ahli Gizi

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan permohonan maaf usai menyatakan MBG tak memerlukan ahli gizi hingga menuai kritik dari publik.

Logompn

Published

on

Wakil ketua dpr cucun minta maaf usai sebut mbg tak butuh ahli gizi
Wakil Ketua DPR Cucun Minta Maaf Usai Sebut MBG Tak Butuh Ahli Gizi | Gambar: Instagram/@cucun_centre

MPN Indonesia 18 November 2025 - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan permohonan maaf usai pernyataannya mengenai ahli gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam sebuah rapat di Bandung, Cucun menyebut bahwa Program MBG tak memerlukan ahli gizi. Pernyataan tersebut kemudian viral hingga memicu kritik keras dari publik.

Merespons hal tersebut, Cucun lewat salah satu unggahan di akun Instagram @cucun_centre pada Senin (17/11) meminta maaf jika ucapannya menyinggung profesi terkait.

“Saya menyampaikan permohonan maaf apabila dinamika pembahasan di dalam ruangan terkait tuntutan aspirasi sempat menjadi konsumsi publik dan dianggap menyinggung profesi ahli gizi,” tulisnya dalam keterangan unggahan, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (18/11).

Klarifikasi dan Penjelasan Terkait Istilah “Ahli Gizi”

Dalam klarifikasi lebih lanjut, Cucun menjelaskan bahwa isu tersebut bermula dari usulan dalam forum yang menyarankan agar istilah “ahli gizi” tidak digunakan dalam struktur program MBG.

Ia menyebut bahwa apabila nomenklatur itu dihapus, justru membuka peluang masuknya pihak tanpa keahlian ke dalam profesi gizi.

“Secara prinsip, apabila nomenklatur tersebut dihilangkan, hal ini justru membuka peluang bagi pihak yang bukan ahli gizi untuk masuk ke ruang profesi tersebut,” jelasnya.

Cucun juga menegaskan bahwa perubahan istilah menjadi “Quality Control” atau “Pengawas Makanan Bergizi” masih sebatas wacana dan belum menjadi kebijakan.

Ia menilai pentingnya penegasan nomenklatur profesi demi memastikan kualitas layanan gizi dan keamanan pangan dalam program MBG yang menjadi bagian dari agenda pemerintah.

“Tujuan saya adalah meluruskan bahwa apabila terjadi perubahan diksi, terdapat kekhawatiran bahwa kualitas makanan bergizi, termasuk aspek pengawasannya, menjadi tidak dapat dipastikan,” tulisnya.

Baca Juga:  Warga Manfaatkan Kayu Gelondongan Sisa Banjir, DPR: Tak Bisa Dibiarkan

Pernyataan Cucun dalam Rapat yang Viral

Permintaan maaf yang disampaikan Cucun merupakan respons atas pernyataan kontroversialnya dalam Rapat Konsultasi SPPG Kabupaten Bandung yang kemudian menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Cucun menyebut bahwa MBG tidak memerlukan ahli gizi ataupun Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) seperti yang diusulkan salah satu peserta rapat.

“Tidak perlu ahli gizi, tidak perlu Persagi. Yang penting tenaga yang mengawasi gizi,” kata Cucun seperti yang dikutip dari video TikTok @wira.adikaraa.

Pernyataan itu merupakan respons atas masukan seorang ahli gizi perempuan yang menyarankan pelibatan BGN dan Persagi dalam pengawasan MBG.

Namun, masukan itu justru dianggap Cucun sebagai bentuk arogansi.

“Saya enggak mau dengar orang-orang sombong mengatakan ‘karena saya ahli gizi’. Bila perlu ibu Kadinkes melatih anak-anak SMA cerdas tiga bulan, kasih sertifikasi BNSP,” katanya.

Pernyataan ini kemudian viral dan memicu kritik luas dari publik dan kalangan tenaga kesehatan hingga akhirnya Cucun menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf.

(AKM/NID/RAD)

Trending