Connect with us

Film

Produser Film Merah Putih One for All Bantah Terima Dana Rp6,7 M dari Pemerintah: Itu Fitnah Keji

Produser Merah Putih: One for All, Toto Soegriwo, membantah tuduhan menerima dana Rp6,7 miliar dari pemerintah.

Logompn

Published

on

Produser film merah putih one for all bantah terima dana rp6,7 m dari pemerintah itu fitnah keji
Produser Film Merah Putih One for All Bantah Terima Dana Rp6,7 M dari Pemerintah Itu Fitnah Keji | Gambar: Kolese X/@totosoegriwo

MPN Indonesia 12 Agustus 2025 - Produser film animasi Merah Putih One for All, Toto Soegriwo membantah tuduhan menerima dana Rp6,7 miliar dari pemerintah untuk produksi film tersebut dan menegaskan kabar itu sebagai fitnah.

“Menanggapi tuduhan yang beredar luas di media sosial mengenai dugaan penerima dana sebesar Rp6,7 miliar dari pemerintah untuk produksi film animasi “Merah Putih One for All”, saya Toto Soegriwo selaku produser dengan tegas menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan merupakan fitnah keji,” tulisnya di unggahan X @totosoegriwo, dikutip MPN Indonesia, Selasa (12/8).

Pemerintah Hanya Memberikan Masukan

Ia menegaskan bahwa pemerintah, melalui Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, hanya memberikan masukan seputar alur cerita, karakter, visual, trailer, serta unsur kreatif lainnya.

“Kami tidak pernah menerima satu rupiah pun dana dari pemerintah, apalagi melakukan tindakan korupsi atau memanfaatkan uang haram sebagaimana yang dituduhkan,” jelasnya.

Toto menjelaskan, klarifikasi perlu dilakukan karena tuduhan tersebut telah menyebar hingga ke lingkungan terdekatnya, termasuk istri dan anak-anak.

Akibatnya, keluarganya ikut merasakan tekanan mental dan beban dari hujatan yang muncul.

“Isu ini tidak hanya menyerang pribadi saya, tetapi juga berdampak serius terhadap keluarga, istri, dan anak-anak saya yang kini mengalami tekanan mental dan rasa tertekan akibat hujatan yang tersebar,” tegasnya.

Perfiki Kreasindo, kata dia, tidak pernah terlibat dalam tindak pidana korupsi maupun memanfaatkan aliran dana dalam proses produksi film, sebagaimana isu yang beredar.

“Kami memohon kepada masyarakat dan warganet untuk tidak serta merta menyebarkan informasi yang tidak benar, serta menghentikan segala bentuk hujatan, fitnah, dan serangan tanpa dasar,” katanya.

Polemik Film Animasi Merah Putih One for All

Film animasi Merah Putih: One for All dijadwalkan tayang di bioskop pada Kamis, 14 Agustus, sebagai bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.

Baca Juga:  4 Situs Nonton Film Indonesia Legal 2026, Alternatif LK21 yang Aman

Namun, alih-alih mendapat sambutan positif, film ini justru menuai kritik.

Di media sosial, banyak warganet menilai visual film tersebut kurang layak untuk diputar di layar lebar.

Salah satu adegan yang menjadi sorotan adalah penempatan senjata api di gudang desa, sebagaimana terlihat dalam cuplikan trailer.

Sebelumnya, melalui unggahan yang kini telah dihapus, Toto mengungkap bahwa proses produksi film ini memakan waktu kurang dari satu bulan. Selain itu, beredar pula kabar bahwa biaya produksinya mencapai Rp6,7 miliar.

Dalam laporan terpisah, sutradara Hanung Bramantyo turut mengkritik film ini melalui unggahan Instagram Story-nya.

Ia mempertanyakan bagaimana film tersebut bisa mendapat jadwal tayang di tengah antrean ratusan film Indonesia lainnya.

Menurutnya, kualitas Merah Putih One for All masih berada di bawah standar industri, terlihat dari trailer yang terkesan seadanya.

Hanung juga membandingkan anggaran produksi film ini dengan standar produksi animasi di Indonesia yang umumnya mencapai Rp30–40 miliar, belum termasuk biaya promosi.

Secara garis besar, Merah Putih One for All mengisahkan delapan anak dari beragam latar belakang budaya yang berusaha menemukan bendera pusaka merah putih yang hilang menjelang upacara 17 Agustus.

Melalui keberanian, kerja sama, dan semangat patriotisme, mereka menyampaikan pesan bahwa perbedaan adalah kekuatan untuk mencapai tujuan bersama.

(ELG/NID/RAD)

Trending