Film
Ramai Dikritik, Produser Film Merah Putih One for All Kasih Respons: Senyumin Aja
Produser film animasi Merah Putih: One for All, Toto Soegriwo, akhirnya buka suara tanggapi kritik yang ramai disampaikan netizen terkait trailer filmnya.
MPN Indonesia 11 Agustus 2025 - Produser film animasi Merah Putih: One for All, Toto Soegriwo, menanggapi kritik yang ramai disampaikan netizen terkait trailer film yang tayang pada Sabtu (3/8) kemarin.
Melalui akun Instagram @totosoegriwo, Toto membagikan tangkapan layar beberapa konten yang berisi kritikan terhadap film yang ia buat.
Menanggapi hal itu, dalam keterangan unggahan yang diposting pada Sabtu (9/8) Toto membalas dengan sarkas bahwa kritik dari filmnya justru membawa keuntungan bagi pihak lain.
“Senyumin aja. Komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian jadi viral kan?” tulis Toto dikutip MPN Indonesia pada Senin (11/8).
Lebih lanjut, Toto juga membagikan tangkapan layar yang berisi akun-akun netizen yang mengkritik filmnya. Akun-akun tersebut terlihat diprivasi sehingga Toto menyebut mereka tak berani mengkritik dengan menunjukkan identitasnya.
“Ribuan haters ternyata orang2 yang nggak berani menunjukkan jati dirinya. Akun nya bersifat pribadi. Bahkan ada yang nggak punya pengikut. Itu baru sebagian kecil,” tulisnya dalam postingan lain.
Film Merah Putih Makan Dana hingga Rp6,7 Miliar
Film yang dibesut oleh Toto ini menuai sorotan sejak trailer-nya rilis di sejumlah kanal YouTube resmi seperti Perfiki TV, CGV Kreasi, dan Historika Film.
Diketahui, Merah Putih: One for All diproduksi oleh Perfiki Kreasindo, disutradarai dan ditulis oleh Endiarto dan Bintang, dengan produser eksekutif Sonny Pudjisasono.
Proses produksi disebut dimulai pada Juni 2025 dengan anggaran mencapai Rp6,7 miliar, dan hanya memakan waktu sekitar satu bulan hingga siap tayang di bioskop.
Banyak netizen membandingkannya dengan Jumbo, film animasi karya Ryan Adriandhy yang sebelumnya viral dan mendapat banyak pujian. Kritik tersebut terutama diarahkan pada kualitas animasi yang dianggap tidak sesuai dengan dana yang digelontorkan.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
