Selebriti
Onad Ngaku Didiagnosis Peter Pan Sindrom saat Jalani Rehab
Onadio Leonardo buka suara usai menjalani rehabilitasi narkoba. Dalam podcast Deddy Corbuzier, Onad mengungkap pengalaman rehab dan diagnosis sindrom Peter Pan.
MPN Indonesia 1 Februari 2026 - Onadio Leonardo kembali menjadi sorotan publik setelah menyelesaikan masa rehabilitasi akibat kasus narkoba yang menjeratnya.
Musisi yang akrab disapa Onad itu muncul ke hadapan publik melalui podcast milik Deddy Corbuzier pada Jumat (30/1), membahas secara terbuka pengalaman pribadinya selama menjalani rehabilitasi serta kondisi psikologis yang ia alami.
Dalam perbincangan tersebut, Onad mengungkapkan pandangannya mengenai awal mula keterlibatannya dengan narkoba dan dampak yang ia rasakan.
Ia menjelaskan bagaimana persepsinya yang keliru membuatnya menganggap penggunaan narkoba sebagai sesuatu yang tidak berbahaya.
“Gue pikir kayak pakai seatbelt aja coba-coba sekali nggak masalah,” kata Onad kepada Deddy Corbuzier, dikutip MPN Indonesia pada Minggu (1/2).
Onad Alami Sindrom Peter Pan
Onad juga memaparkan pengalaman selama berada di panti rehabilitasi, termasuk interaksinya dengan sesama pengguna narkoba dan proses konsultasi psikologis yang ia jalani.
Dari hasil konsultasi tersebut, Onad mengaku mendapat penjelasan mengenai kondisi psikologis yang selama ini memengaruhi perilakunya, yang kemudian disebut sebagai sindrom Peter Pan.
Onad menceritakan bahwa selama rehabilitasi, ia menyaksikan langsung dampak penggunaan narkoba pada pengguna lain.
Salah satu pengalaman yang ia sampaikan berkaitan dengan efek obat tertentu terhadap daya ingat.
“Ada yang sampe lupa nama lo om, itu karena dia pakai tramadol itu,” jelas Onad.
Selain berbagi pengalaman tersebut, Onad juga mengungkapkan bahwa dirinya menjalani proses pendalaman psikologis dengan psikolog.
Ia menjelaskan bahwa psikolog mencoba menelusuri faktor yang ada dalam dirinya terkait penggunaan narkoba.
“Gue digali-digali, oke. Menurut mereka recreational aja salah, lu (Onad) recreational ya, lu tipikel orang yang tiga bulan sekali nyimeng, enam bulan sekali nyimeng,” tutur Onad menirukan pembicaraan psikolog yang memeriksanya di Panti Rehab.
Dari hasil konsultasi tersebut, Onad menyebutkan bahwa ia didiagnosis memiliki sindrom Peter Pan.
“Lu terkena Peter Pan Sindrom,” lanjut Onad.
Sindrom Peter Pan didefinisikan sebagai kondisi psikologis di mana orang dewasa menunjukkan perilaku kekanak-kanakan.
Onad didiagnosa belum bisa move on dari masa “golden age”-nya saat berusia 19 tahun.
Kondisi itu membuatnya rutin berkonsultasi dengan psikolog.
“Ternyata lu itu gak bisa move on dari umur golden age lu yang 19 gitu. Jadi gue tiap hari sama psikolog-psikolog. Akhirnya gue diidap Peter Pan Sindrom,” jelas Onad.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
