Selebriti
Celine Dion Sakit Apa? Simak Penjelasan soal Penyakit yang Diidapnya
Celine Dion mengidap Stiff Person Syndrome. Kenali gejala, penyebab, pengobatan, serta perjalanan kesehatannya hingga kembali ke panggung.
MPN Indonesia 16 September 2026 - Celine Dion didiagnosis mengidap Stiff Person Syndrome, gangguan neurologis langka yang memiliki karakteristik penyakit autoimun.
Menurut data yang tersedia, penderita dapat mengalami gangguan berjalan, postur tubuh membungkuk, hingga lebih sering terjatuh akibat refleks otot yang terganggu.
Penyakit ini diumumkan penyanyi asal Kanada tersebut kepada publik pada Desember 2022 setelah gejalanya memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kemampuan bernyanyi.
Hingga kini, ia menjalani berbagai terapi untuk mengendalikan gejala serta kembali tampil di atas panggung.
“Mencoba mengatasi penyakit autoimun ini adalah salah satu pengalaman tersulit dalam hidup saya, teatpi saya tetap bertekad untuk suatu hari nanti kembali ke panggung dan menjalani kehidupan senormal mungkin,” ungkap Celine pada keterangannya.
Gangguan tersebut menyebabkan kekakuan otot pada batang tubuh dan anggota gerak.
Kondisi itu juga meningkatkan sensitivitas terhadap suara, sentuhan, serta stres emosional yang dapat memicu kejang otot menyakitkan.
Penyakit yang diidap penyanyi tersebut menjadi perhatian publik setelah ia menghentikan berbagai jadwal konser untuk fokus menjalani pengobatan.
Sejak itu, perkembangan kesehatannya terus disampaikan melalui media sosial, wawancara, dan film dokumenter.
National Institutes of Health menyebut kondisi tersebut menyerang perempuan sekitar dua kali lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Sementara Johns Hopkins Medicine mencatat penyakit ini tergolong sangat langka dengan perkiraan satu hingga dua kasus dalam satu juta orang.
Gejala Stiff Person Syndrome
Gejala yang dialami penderita dapat berkembang secara bertahap.
Awalnya berupa rasa tidak nyaman atau nyeri pada beberapa bagian tubuh, kemudian berkembang menjadi kekakuan otot.
Beberapa gejala yang dijelaskan dalam data meliputi kekakuan pada batang tubuh dan anggota gerak, serta kejang otot yang dapat dipicu oleh suara, sentuhan, maupun stres emosional.
Kondisi ini juga dapat menimbulkan nyeri hebat, terutama pada punggung bawah, kaki, bahu, leher, atau pinggul, disertai kesulitan berjalan akibat otot kaki yang semakin kaku.
Gejala lainnya mencakup postur tubuh membungkuk, risiko lebih sering terjatuh, gangguan keseimbangan, serta sensitivitas tinggi terhadap suara keras.
Kejang yang terjadi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.
Dokter spesialis pengobatan nyeri Cleveland Clinic, Dr. Desimir Mijatovic, menjelaskan kondisi tersebut dapat memengaruhi banyak otot yang digunakan saat bernyanyi.
“Orang-orang dapat mengalami kesulitan bergerak dan kesulitan menjalani kehidupan mereka,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan otot yang digunakan untuk bernyanyi dapat mengalami kejang sehingga memengaruhi kemampuan tampil di atas panggung.
Penyebab Stiff Person Syndrome
Penyebab pasti Stiff Person Syndrome masih belum diketahui.
Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan respons autoimun yang terjadi secara keliru pada otak dan sumsum tulang belakang.
Gangguan tersebut juga sering dikaitkan dengan penyakit autoimun lain, seperti diabetes, tiroiditis, vitiligo, dan anemia pernisiosa.
Karena gejalanya menyerupai berbagai penyakit lain, proses diagnosis dapat memerlukan waktu cukup lama.
Perjalanan Kesehatan Celine Dion
Gejala pertama mulai dirasakan Celine Dion saat menjalani Taking Chances World Tour pada 2008 di Jerman.
Saat itu, ia mengaku kehilangan kendali terhadap suaranya ketika sedang menjalani aktivitas tur.
“Awalnya saya baik-baik saja, dan saya sarapan, lalu suara saya mulai meninggi, dan kemudian saya merasa seperti tidak bisa mengendalikannya,” tutur Celine.
Dalam beberapa tahun berikutnya, gejalanya semakin berkembang.
Ia mulai mengalami kejang otot, gangguan keseimbangan, kesulitan berjalan, hingga gangguan pada pita suara.
Pada 2019, penyanyi tersebut mengaku mengonsumsi diazepam atau Valium dosis tinggi untuk membantu mengendalikan kejang otot.
Ia kemudian menghentikan penggunaan obat tersebut secara bertahap dengan pendampingan dokter.
Saat pandemi Covid-19, ia mulai mencari penyebab kondisi kesehatannya.
Diagnosis akhirnya diperoleh dan diumumkan kepada publik pada Desember 2022.
Ketika mengungkapkan diagnosisnya, ia mengatakan:
“Sekarang kita tahu bahwa inilah yang menyebabkan semua kejang yang saya alami,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan dampak penyakit tersebut terhadap kehidupannya.
“Sayangnya, kejang-kejang ini memengaruhi setiap aspek kehidupan sehari-hari saya, terkadang menyebabkan kesulitan saat berjalan dan menghalangi saya untuk menggunakan pita suara saya untuk bernyanyi seperti biasanya,” tuturnya.
Akibat kondisi tersebut, berbagai jadwal konser akhirnya ditunda hingga dibatalkan agar fokus menjalani pemulihan.
Pengobatan yang Dijalani Celine Dion
Saat ini belum terdapat obat yang dapat menyembuhkan Stiff Person Syndrome.
Pengobatan yang tersedia bertujuan mengendalikan gejala agar kualitas hidup pasien tetap terjaga.
Selama menjalani perawatan, penyanyi tersebut menempuh sejumlah metode untuk membantu mengendalikan gejala dan mempertahankan kondisi fisiknya.
Perawatan itu meliputi terapi imunoglobulin intravena atau IVIG, penggunaan obat-obatan dan pelemas otot, serta terapi fisik, terapi vokal, dan terapi atletik.
Pada wawancara, ia menjelaskan rutinitas latihan yang dijalani hampir setiap hari.
“Saya melatih jari kaki, lutut, betis, jari tangan, menyanyi, dan suara saya,” ucap Celine.
Ia juga menegaskan komitmennya menjalani seluruh proses pemulihan.
“Saya memilih untuk bekerja dengan segenap jiwa dan raga saya, dari ujung kepala hingga ujung kaki, bersama tim medis,” pungkasnya.
Upaya Kembali ke Panggung
Meski menjalani pengobatan, penyanyi tersebut berulang kali menyatakan keinginannya untuk kembali tampil.
“Saya akan kembali ke atas panggung, meskipun saya harus merangkak. Meskipun saya harus berbicara dengan menggunakan gerakan tangan, saya akan melakukannya bukan hanya karena saya harus, atau karena saya perlu. Itu karena saya ingin, dan saya merindukannya,” ujarnya.
Pada Hari Kesadaran SPS Internasional, ia juga kembali menyampaikan semangatnya untuk terus berjuang.
“Saya sangat berterima kasih atas cinta dan dukungan dari anak-anak saya, keluarga, tim, dan semua orang!” katanya.
Perjalanan tersebut kemudian didokumentasikan melalui film “I Am: Céline Dion” yang dirilis di Prime Video pada 2024.
Film itu menampilkan proses diagnosis, pengobatan, serta upaya penyanyi tersebut untuk kembali bernyanyi.
Usai sempat tampil pada upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024, perkembangan terbarunya Celine Dion kembali menggelar konser di Plenitude Arena, Paris, pada 12 September 2026.
Penampilan itu menjadi konser pertamanya setelah enam tahun dan menandai dimulainya rangkaian pertunjukan residensinya di Paris.
Di hadapan puluhan ribu penggemar, ia mengaku perjalanan menuju panggung kembali tidak mudah.
“Saya harus mengakui, jalannya penuh rintangan,” tuturnya.
Ia kemudian menambahkan bahwa proses pemulihan berlangsung lebih lama dari perkiraannya.
“Perjalanannya lebih panjang dari yang diperkirakan, dengan beberapa pemberhentian yang tidak direncanakan. Tapi saya bertahan,” serunya.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
