Connect with us

Entertainment

Doktif Ungkap Wajah Rusak Saat Tangani Pasien Covid-19, Panda: Aku Gak Urus, Gak Mau Tahu

Panda mengungkap Doktif memiliki wajah yang bopeng. Namun, Doktif mengklaim bopeng tersebut akibat merawat pasien Covid-19.

Pexels photo

Published

on

Doktif Ungkap Wajah Rusak Saat Tangani Pasien Covid 19, Panda Aku Tidak Urus
Doktif Ungkap Wajah Rusak Saat Tangani Pasien Covid-19, Panda Aku Tidak Urus. Gambar: Tangkapan Layar YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo

MPN Indonesia 20 Januari 2025 - Dokter Detektif (Doktif) tengah menjadi perbincangan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada pengakuannya terkait wajah bopeng serta perseteruannya dengan Shella Saukia dan asistennya, Panda.

Kontroversi semakin memanas terlebih latar belakang pengakuan Dokter Detektif yang menyebut bahwa bopeng di wajahnya disebabkan oleh perjuangannya menangani pasien Covid-19 selama pandemi.

Perseteruan bermula dari pernyataan Panda, asisten Shella Saukia, yang menyindir kondisi wajah bopeng Doktif.

“Sekarang aku resmi panggil dia dokter bopeng karena mukanya memang bopeng,” kata Panda.

Dalam sebuah unggahan, Panda secara terbuka menyinggung alasan Doktif selalu mengenakan topeng dalam kontennya.

Tak tinggal diam, Doktif membalas dengan tegas, menjelaskan bahwa bopeng di wajahnya merupakan hasil dari pengorbanannya selama masa pandemi.

“Ini bopeng karena ngurusin pasien Covid,” ungkap Doktif dalam tanggapannya.

“Aku gak urus, gak mau tahu, tapi dokter kecantikan,” ungkap Panda.

Reaksi Warganet di Media Sosial

Pernyataan Doktif soal wajahnya menuai berbagai respons dari netizen.

Sebagian mendukungnya, menyebut komentar Panda sebagai penghinaan terhadap tenaga kesehatan yang telah berjasa selama pandemi.

Namun, tak sedikit juga yang mempertanyakan klaim Doktif terkait penyebab bopeng tersebut.

Di tengah konflik ini, Doktif mengarahkan perhatiannya kepada seorang dokter lain, EA, yang sempat meragukan klaim tersebut.

Doktif memberikan penegasan kepada EA untuk menyampaikan permintaan maaf secara publik dalam waktu 3×24 jam.

“Jika 3×24 jam konten tersebut tidak kamu take down dan kamu tidak sampaikan permintaan maaf ke publik dan nakes seluruh Indonesia, maka jangan kaget kalau Doktif akan melaporkan kamu ke Majelis Kehormatan Etik Kedokteran,” ancam Doktif dalam sebuah siaran langsung di TikTok.

Baca Juga:  Hanya Barter Konten, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Bantah Terima Uang Saku dari Hanania Travel

Doktif juga mengaku telah menghubungi Dokter EA melalui pesan langsung, namun tidak mendapatkan respons.

“Doktif sudah berusa me-DM kamu, tapi tidak dibalas. Jadi rupanya kurang ada iktikad baik, Doktif masih kasih kesempatan ke kamu 3×24 jam. Kamu masih kecil banget, kamu belum tahu gimana perjuangan Doktif,” pungkasnya.

Ia memperingatkan bahwa jika ultimatum tersebut tidak dipenuhi, kasus ini akan berlanjut ke jalur hukum.

Konflik Doktif dengan Shella Saukia

Sebelum perseteruan dengan Panda dan EA, Doktif sudah lebih dulu berseteru dengan Shella Saukia.

Konflik ini bermula dari siaran langsung di TikTok, di mana Doktif mengulas produk skincare milik Shella.

Dalam ulasannya, Doktif mengkritik produk tersebut karena diduga tidak mencantumkan informasi penting seperti kandungan, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa.

Bahkan, Doktif berencana menguji produk tersebut di laboratorium.

Namun, ulasan tersebut mendapat bantahan keras dari Shella Saukia.

Shella menuduh Doktif menyebarkan fitnah dan mempertanyakan asal produk yang diulas.

Tak hanya itu, Shella Saukia bahkan mendatangi Doktif secara langsung untuk meminta penjelasan.

Konflik ini akhirnya berbuntut panjang, dengan kedua belah pihak menempuh jalur hukum. Pada Sabtu (18/1), Doktif melaporkan Shella ke polisi karena merasa terintimidasi.

Di sisi lain, Shella Saukia melaporkan Doktif ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran nama baik.

“Saya mau tahu dia dapat produk yang dia review itu dari mana asalnya,” ujar Shella Saukia.

Trending