Connect with us

Selebriti

Kuasa Hukum: Denada Tidak Pernah Tak Mengakui Ressa Rizky sebagai Anak

Denada melalui kuasa hukumnya menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyangkal pengakuan terhadap Ressa sebagai anak.

Logompn

Published

on

Kuasa hukum denada tidak pernah tak mengakui ressa rizky sebagai anak
Kuasa Hukum: Denada Tidak Pernah Tak Mengakui Ressa Rizky sebagai Anak | Gambar: Instagram/@denadaindonesia, YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo

MPN Indonesia 30 Januari 2026 - Denada melalui kuasa hukumnya, Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyangkal pengakuan terhadap Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandung.

“Diakui. Mba Denada itu tidak pernah tidak mengakui Ressa sebagai anaknya,” ujar Iqbal, Kamis (29/1).

Iqbal menyampaikan bahwa kliennya masih dalam kondisi syok atas gugatan yang dilayangkan oleh Ressa. Oleh sebab itu, Denada belum bisa memberikan keterangan langsung.

Denada Biayai Kebutuhan Ressa

Menurut Iqbal, pengakuan Denada terhadap Ressa sebagai anak sudah dilakukan sejak lama. Bahkan Denada memenuhi kebutuhan hidup Ressa.

“Mas Ressa ini, bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak ya, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Iqbal mengaku heran mengapa ada gugatan Rp7 miliar yang diajukan Ressa atas Denada.

“Dalam resume mediasi, penggugat tetap meminta ganti rugi Rp7 miliar. Jadi tidak seperti yang dia omongin di podcast kalau dia hanya mau diakui. Lama-lama, ini jadi drama Rp7 miliar nanti,” ujar Iqbal.

Iqbal pun membantah tudingan bahwa Ressa tidak mendapatkan perhatian dari Denada. Ia menyebutkan bahwa Ressa telah mendapatkan berbagai fasilitas, termasuk kendaraan pribadi.

“Sampeyan kalau tinggal di Banyuwangi mungkin sampeyan tahu, hidupnya hedon lho untuk kelas Banyuwangi,” ujarnya.

“Ressa ini dibiayai, difasilitasi semua ada, dikasih mobil,” tambah dia.

Tanggapan soal Ressa jadi Sopir

Menanggapi kabar bahwa Ressa harus bekerja sebagai sopir dengan gaji rendah, Iqbal menyebut hal itu merupakan bentuk pendidikan agar Ressa menjadi pribadi mandiri.

Ia menjelaskan bahwa keputusan almarhum Emilia Contessa untuk menjadikan Ressa sopir merupakan bagian dari proses pendidikan karakter.

Baca Juga:  Tanggapi Laporan Inara Rusli, Hotman Paris: Kalau Menyangkut Hubungan Cinta, Tidak Termasuk Penipuan

“Kita ambil segi positif ya, itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja,” katanya.

Lebih lanjut, Iqbal menyebut bahwa gaji Rp2,5 juta yang diterima Ressa sudah tergolong besar untuk standar hidup di Banyuwangi.

“Gaji dua setengah (juta) di Banyuwangi besar tuh, dua juta setengah itu,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa metode pendidikan keras merupakan hal wajar dalam beberapa keluarga.

“Bahkan kalau orang-orang Chinese gitu pendidikannya lebih keras lagi supaya anak ini jadi anak yang benar-benar bisa dibanggakan lah,” kata dia.

(ELG/NID/RAD)

Trending