Connect with us

Entertainment

Laptop, Mobil, hingga BPKB Dicuri Mantan Karyawan, Inul Daratista: Saya Memaafkan Kok

Pedangdut Inul Daratista mengungkapkan kekecewaannya atas pencurian yang dilakukan oleh mantan karyawannya yang menggondol mobil, laptop, dan uang tunai.

Pexels photo

Published

on

Laptop, Mobil, hingga BPKB Dicuri Karyawan, Inul Daratista Saya Sih Memaafkan
Laptop, Mobil, hingga BPKB Dicuri Karyawan, Inul Daratista Saya Sih Memaafkan. Gambar : Instagram/@inul.d

MPN Indonesia 23 November 2024 - Pedangdut Inul Daratista menghadapi kasus kriminal yang melibatkan mantan karyawannya. Mantan office boy (OB) yang telah bekerja selama lima tahun bersamanya diketahui mencuri sejumlah aset, termasuk mobil, laptop, uang tunai, dan BPKB, yang kemudian digadaikan.

Kasus ini kini dalam proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Inul Daratista mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan mantan karyawannya yang diberi kepercayaan penuh namun justru menyalahgunakannya.

Saat ditemui di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan pada Kamis (21/11), Inul menyebut bahwa karyawan tersebut awalnya menunjukkan kinerja baik, sehingga ia memberikan kesempatan bekerja di kantor pusat selama pandemi COVID-19.

“COVID itu masa yang sulit, tapi saya nggak mau pegawai saya merasakan kesulitan itu. Makanya, dia saya pindahkan ke kantor agar tetap bisa gajian,” jelas Inul.

Namun, kepercayaan yang diberikan akhirnya dikhianati.

Mantan karyawan tersebut mencuri aset milik perusahaan dan menjualnya untuk kepentingan pribadi.

Inul pun menekankan pentingnya kehati-hatian meskipun seseorang terlihat dapat dipercaya.

“Kita nggak boleh terlalu percaya 100 persen pada siapapun, karena kita nggak tahu hati orang. Akhirnya kepercayaan itu dilanggar,” ungkapnya.

Kerugian yang Dialami Inul Daratista

Meskipun Inul Daratista mengaku telah memaafkan mantan karyawannya secara pribadi, ia tetap membawa kasus ini ke jalur hukum.

Menurut Inul, tindak pencurian tersebut tidak hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga pihak lain.

“Untuk tindakannya, saya nggak bisa memaafkan karena melibatkan banyak orang. Polisi sampai harus kejar-kejaran berbulan-bulan,” ujar Inul.

Kasus ini terdaftar dengan nomor perkara 931/Pid.B/2024/PN.Jkt.Utr di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Baca Juga:  Aparat Bongkar Pos Ormas di Pasar Kramat Jati Usai Adanya Laporan Intimidasi

Proses pencarian pelaku memakan waktu cukup lama sebelum akhirnya pelaku ditangkap.

“Udah dari bulan Juni, tiga bulanan baru ketemu. Anak ini memang susah sekali ditangkap,” tambahnya.

Kerugian yang dialami oleh Inul diperkirakan lebih dari Rp500 juta.

Selain mobil dan laptop, tiga BPKB miliknya juga ikut digadaikan. Namun, nominal pasti dari kerugian akibat penggadaian BPKB tersebut masih belum diketahui.

Langkah Tegas di Tengah Sikap Pemaaf

Walaupun Inul Daratista bersikap terbuka untuk memaafkan, ia menegaskan bahwa langkah hukum tetap harus dilakukan untuk memberikan efek jera.

“Saya orangnya memaafkan kok, karena semua manusia ada salah. Tapi tindakan seperti ini nggak bisa dibiarkan,” katanya saat diwawancarai dalam acara Pagi Pagi Ambyar.

Trending