Connect with us

Entertainment

Mail Syahputra Buka Suara Usai Kosannya Digerebek Polisi

Asisten Nikita Mirzani, Mail Syahputra, mengklarifikasi kabar penggerebekan di tempat tinggalnya. Ia menyoroti kejanggalan dalam proses hukum.

Pexels photo

Published

on

Mail Syahputra Buka Suara Usai Kosannya Digerebek Polisi
Mail Syahputra Buka Suara Usai Kosannya Digerebek Polisi. Gambar: Instagram/@mailmayo_syahputra86

MPN Indonesia 18 Januari 2025 - Mail Syahputra, asisten artis Nikita Mirzani, menuai perhatian publik setelah muncul kabar penggerebekan di tempat tinggalnya.

Kejadian yang dilaporkan terjadi pada Rabu (15/1) ini menarik perhatian luas, sehingga Mail merasa perlu memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @mailmayo_syahputra89, pada Kamis (16/1).

Klarifikasi Mail Syahputra

Dalam video yang diunggah, Mail membantah kabar bahwa dirinya menjadi sasaran penggerebekan.

Ia menjelaskan bahwa kedatangan polisi bukan untuk menangkap dirinya, tetapi terkait investigasi yang tidak dijelaskan secara rinci.

Mail juga menyatakan bahwa beberapa barang pribadinya disita tanpa prosedur yang jelas baginya.

“Terkait berita yang sudah ada di sosial media, saya cuman mau bilang, kemarin polisi datang ke kosan saya bukan untuk menggerebek saya, tapi nyongkel exhaust saya dan matiin sekring saya,” ujar Mail dalam klarifikasinya.

Mail menambahkan bahwa kedatangan sembilan orang polisi ke tempat tinggalnya pada pagi hari sekitar pukul 09.00 sangat mengejutkan, terutama karena ia merasa tidak terlibat dalam tindakan melanggar hukum.

“Saya juga bingung, saya bukan narkoba, bukan gembong, bukan maling, bukan teroris, tiba-tiba datang 9 orang, di mana saya masih tidur, jam 9 pagi,” ungkapnya lebih lanjut.

Kejanggalan Proses Penyelidikan

Mail Syahputra turut menyoroti berbagai kejanggalan yang ia rasakan dalam proses hukum yang menimpa dirinya.

Ia menyebut bahwa hingga saat ini, ia belum menerima surat pemanggilan resmi, meskipun barang-barang pribadinya, seperti ponsel, telah disita.

“Dan mereka, bapak-bapak oknum cyber ini, sampai tahu handphone saya itu iPhone 15 Pro Max,” jelas Mail.

“Yang mereka cari di awal itu pas mereka masuk ke kamar saya, setelah nyongkel exhaust saya, itu yang mereka cari adalah ‘mana iPhone 15 Pro Max-nya?'” tambahnya.

Baca Juga:  Ustaz Derry Sulaiman Sebut 3 Selebriti Ini OTW jadi Mualaf, Ada Pengacara Kondang Ternama!

Ia juga mempertanyakan prosedur hukum yang berjalan.

Menurut Mail, laporan terhadap dirinya dibuat pada 3 Desember 2024, dan kasus tersebut naik ke tahap penyidikan pada 30 Desember 2024.

Namun, surat pemanggilan pertama baru diterimanya pada 17 Januari 2025, yaitu dua hari setelah penggeledahan.

“Saya bingung, belum dapat pemanggilan 1, 2, 3, tiba-tiba ada 9 orang untuk menyita. Itu bapak polisi kemarin dapat mobil satu-satu dari pelapor saya?” sindirnya.

Protes terhadap Waktu dan Prosedur

Mail juga menyoroti waktu pemberian surat panggilan pertama yang ia nilai tidak wajar.

Surat tersebut dijadwalkan untuk tanggal 17 Januari 2025, yang bertepatan dengan rencana keberangkatannya ke Timika untuk bekerja.

“Dan yang saya bingung lagi adalah saya dilaporkan itu tanggal 3 Desember, terus kasusnya udah naik ke penyelidikan (penyidikan, Red) itu tanggal 30 Desember. Tapi bapak-bapak dari oknum cyber baru ngasih surat panggilan pertama itu untuk di tanggal 17 Januari 2025, di mana (tanggal tersebut) saya harus ke Timika,” tambahnya.

Hingga kini, Mail pun tidak membeberkan terkait kasus yang menimpa dirinya sehingga ia dilaporkan oleh pelapor. Namun, dirumorkan bahwa Mail terlibat dalam kasus pemerasan.

Trending