Connect with us

Selebriti

Manohara Ogah Ikut Tren: Baju Saya Banyak yang Sudah 10 Tahun

Manohara Odelia mengaku tidak mengikuti tren fashion maupun teknologi demi mengurangi konsumsi berlebihan dan dampak lingkungan.

Logompn

Published

on

Manohara Ogah Ikut Tren Baju Saya Banyak yang Sudah 10 Tahun
Manohara Ogah Ikut Tren: Baju Saya Banyak yang Sudah 10 Tahun. Gambar: Instagram/@loritayoung_mua

MPN Indonesia 29 Juni 2026 - Manohara Odelia menegaskan sikapnya yang enggan mengikuti tren dengan memilih tetap memakai pakaian lama hingga lebih dari 10 tahun dan hanya mengganti ponsel saat benar-benar rusak.

Pernyataan tersebut disampaikan Manohara dalam sebuah acara di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, pada Minggu (28/6).

Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk pengendalian konsumsi sekaligus upaya mengurangi dampak terhadap lingkungan.

“Sebagai perempuan mungkin kita sangat terbawa dengan tren-tren, entah itu tren fashion ataupun teknologi. Dan saya sangat percaya bahwa pentingnya kita tidak terlalu overconsumption, overconsumptive,” kata Manohara dalam keterangannya saat menghadiri acara tersebut.

Manohara juga mengungkapkan bahwa kebiasaan tersebut telah diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

“Jadi saya bukan tipe orang misalnya ngikutin tren, baju-baju saya banyak yang umurnya sudah 5–10 tahun lebih,” ucapnya.

Penerapan Hidup Minimalis dalam Keseharian

Dalam praktiknya, Manohara menerapkan gaya hidup minimalis dengan tetap menggunakan barang-barang yang masih layak pakai tanpa tergoda untuk membeli produk baru hanya karena tren.

Hal ini terlihat dari kebiasaannya menggunakan pakaian lama yang masih tersimpan di lemari serta tidak mengganti barang elektronik sebelum benar-benar tidak dapat digunakan.

“Teknologi juga, HP kalau betul-betul rusak tidak bisa dipakai baru diganti. Itu hal-hal seperti itu yang sangat berdampak ke lingkungan dan juga helps our pockets as well,” terangnya.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa kebiasaan sederhana tersebut memiliki dampak yang lebih luas.

Dengan demikian, gaya hidup minimalis yang dijalani tidak hanya berkaitan dengan pengurangan konsumsi, tetapi juga berhubungan dengan pengelolaan sumber daya secara lebih bijak.

Baca Juga:  Disinggung soal Nikah, Natasha Rizky: Syukur-syukur Kalau Misalkan sama Desta Lagi

Pengelolaan Limbah Rumah Tangga

Tidak hanya dalam penggunaan barang, Manohara juga menerapkan pengelolaan limbah rumah tangga sebagai bagian dari kesehariannya.

Ia mengungkapkan bahwa limbah organik di rumahnya diolah menjadi kompos, sementara sisa makanan dimanfaatkan untuk hewan peliharaan.

“Di rumah kalau organic waste, kita kompos. Dan saya di rumah juga hewannya cukup banyak, jadi sisa-sisa makanan banyak yang enggak sampai kompos, ke mereka dulu. Jadi memang sudah dijatahin gitu ya, snacks for the dogs,” tutur Manohara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan hidup minimalis yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, ia mengakui bahwa sistem pengelolaan sampah di Indonesia masih memiliki keterbatasan dibandingkan negara lain.

“Hal-hal kecil seperti itu sayangnya di Indonesia program-program waste management belum segampang di luar untuk diakses. Tapi seperti saya bilang tadi, I’m far from perfect, tapi kita membuat langkah-langkah yang kita bisa saja yang sustainable di hidup kita sehari-hari,” kata Manohara.

(ELG/NID/RAD)

Trending