Selebriti
Mengapa Ruben Onsu Menggugat Hak Asuh Anak?
Ruben Onsu dan Sarwendah menghadiri sidang mediasi perkara hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (22/7).
MPN Indonesia 22 Juli 2026 - Ruben Onsu dan Sarwendah menghadiri sidang mediasi perkara hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (22/7).
Keduanya hadir secara langsung untuk menjalani proses mediasi yang dipimpin oleh hakim mediator.
Ruben mengatakan pertemuan tersebut berlangsung dengan baik dan berharap persoalan pengasuhan anak dapat diselesaikan secara damai.
“Mediasinya berjalan dengan baik, didoakan mudah-mudahan semuanya baik-baik saja,” kata Ruben kepada wartawan setelah persidangan.
Meski demikian, Ruben tidak mengungkapkan isi maupun hasil pembicaraannya dengan Sarwendah selama mediasi.
Proses mediasi belum selesai. Pertemuan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, jadwal mediasi kedua dipindahkan karena adanya benturan agenda hakim mediator.
“Kami hanya diinfo bahwa akan ada pertemuan mediasi berikutnya pada tanggal 6 Agustus. Tidak lagi di hari Rabu karena ada halangan mediatornya, jadi kita ubah ke tanggal 6 di hari Kamis. Itu mediasi kedua, ya,” jelasnya.
Lantas, mengapa Ruben Onsu menggugat hak asuh anak terhadap Sarwendah? Berikut ulasannya.
Awal Mula Ruben Onsu Menggugat Hak Asuh Anak
Ruben Onsu mengajukan gugatan hak asuh anak terhadap Sarwendah ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026 melalui Minola Sebayang.
Gugatan tersebut tercatat pada 1 Juli 2026 dengan nomor perkara 756/Pdt.G/2026/PN Jkt.Sel.
Perkara itu mencakup tiga anak, terdiri dari dua anak kandung serta satu anak angkat yang sebelumnya telah ditetapkan melalui putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
“Di tanggal 30 Juni 2026 pagi-pagi, saya ditelepon oleh Ruben dan dia mengatakan gugatan itu sudah bisa didaftarkan atau dijalankan,” ungkap Minola.
Merasa Dipersulit Bertemu Anak
Alasan utama Ruben mengajukan gugatan adalah keinginannya memperoleh kepastian hukum mengenai hak untuk bertemu dan berkumpul bersama anak-anaknya.
Menurut Minola, Ruben merasa mengalami kesulitan ketika ingin bertemu dengan anaknya.
Ruben disebut ingin memiliki waktu bersama anak-anak selama dua hingga tiga hari dalam satu minggu.
“Memang inilah yang diinginkan oleh Ruben dan seperti yang kami sampaikan, dia fokus kepada kepentingan anak-anaknya,” kata Minola.
“Bukan hanya kepentingan anak-anak, tapi juga dia sangat fokus akan haknya untuk bisa berkumpul bersama dengan anaknya selama dua, tiga hari dalam satu minggu,” lanjutnya.
Minola mengatakan berbagai kendala tersebut membuat Ruben geram dan akhirnya memilih menempuh jalur hukum.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya

