Selebriti
Raffi Ahmad dan Manajemen RANS Respons Santai saat Ditanya soal Isu Pencucian Uang
RANS Entertainment resmi melantai di BEI. Manajemen menyebut proses IPO telah mengikuti ketentuan OJK dan Bursa Efek Indonesia.
MPN Indonesia 11 Juli 2026 - Raffi Ahmad bersama jajaran manajemen PT RANS Entertainment Indonesia Tbk merespons santai isu keterlibatan perusahaan dalam praktik pencucian uang.
Pertanyaan tersebut disampaikan kepada pendiri RANS Raffi Ahmad, Direktur Utama RANS Nagita Slavina, dan Komisaris Utama RANS Darwin Cyril Noerhadi.
Momen itu terjadi dalam konferensi pers setelah pencatatan perdana saham RANS di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/7).
Raffi hanya tersenyum sambil menoleh ke arah Darwin yang kemudian menjawab pertanyaan tersebut dengan menegaskan bahwa kabar pencucian uang yang beredar merupakan rumor yang tidak didasarkan pada fakta.
“Jadi, kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor yang ada daripada faktanya yang ada. Itu jawaban dari saya,” ungkap Darwin.
Pertumbuhan Valuasi Perusahaan
Darwin menjelaskan pertumbuhan valuasi RANS didukung oleh kinerja perusahaan serta investasi dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau EMTK pada 2021.
“Karena, katakanlah tahun 2021, itu adalah saat di mana tadi Pak Tanto (Wakil Direktur Utama EMTK, Sutanto Hartono) katakan EMTK masuk Rp248 miliar, sejumlah katanya hampir 17-18%. Valuasi saat itu saja sudah Rp1,3 triliun,” jelasnya.
Menurut Darwin, valuasi perusahaan kemudian tumbuh sekitar 10 persen hingga berada pada kisaran lebih dari Rp2 triliun.
Ia menyebut pencatatan saham di BEI menjadi sarana bagi perusahaan untuk menyampaikan kondisi perseroan secara terbuka berdasarkan ketentuan pasar modal.
“Which is, itu yang terjadi. Maka saya rasa IPO-nya RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta yang ada. Mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia,” jelasnya.
Darwin mengatakan seluruh proses IPO (initial public offering) telah melalui pemeriksaan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.
Dalam proses tersebut, perusahaan diwajibkan membuka informasi mengenai aspek hukum, akuntansi, struktur kepemilikan saham, serta transaksi perusahaan kepada publik.
Ia menjelaskan setiap transaksi perusahaan didukung oleh dokumen hukum, akta notaris, dan laporan pembukuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
RANS juga telah memenuhi ketentuan mengenai batas minimum saham yang beredar di publik atau free float sebesar 15 persen.
Selain itu, perusahaan mengikuti aturan keterbukaan informasi mengenai pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen.
IPO RANS
Dalam IPO tersebut, perseroan melepas sebanyak 2.525.000.000 saham baru. Jumlah itu setara dengan 20,02 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh, sehingga berada di atas batas minimum free float yang ditentukan.
“Sekarang dalam proses dan berlangsung, dan RANS memenuhi syarat tersebut. Singkatnya seperti itu,” jelasnya.
“Jadi, keterbukaan informasi dan jumlah saham yang diperdagangkan RANS lebih dari 20%. Itu diperdagangkan di bursa. Mengenai 1% itu jelas, keterbukaan kita memenuhi ketentuan yang ada di bursa,” pungkas dia.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya

