Connect with us

Selebriti

Raisa jadi Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke 2026, Serukan Tolak Kekerasan terhadap Perempuan

Raisa memerankan Srikandi dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026 bertajuk Hikayat Srikandi Nusantara yang mengangkat perjuangan perempuan dan penolakan kekerasan.

Logompn

Published

on

Raisa jadi Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke 2026, Serukan Tolak Kekerasan terhadap Perempuan
Raisa saat memerankan Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke 2026. Gambar: Dok. Pagelaran Sabang Merauke 2026

MPN Indonesia 2 September 2026 - Raisa memerankan tokoh Srikandi dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026 bertajuk Hikayat Srikandi Nusantara yang berlangsung di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/8).

Penampilan tersebut menjadi bagian dari pertunjukan budaya yang mengangkat perjuangan perempuan Nusantara sekaligus menyuarakan penolakan terhadap kekerasan terhadap perempuan.

Pesan itu disampaikan melalui dialog karakter Srikandi selama pertunjukan dan mendapat respons dari penonton.

“Selain dari akhirnya happy bisa memasuki karakter Srikandi, aku juga senang karena bisa mengemban message yang begitu berat tapi juga begitu penting di dalam pagelaran ini,” kata Raisa dalam keterangannya.

Pagelaran Sabang Merauke 2026 Angkat Hikayat Srikandi Nusantara

Pagelaran Sabang Merauke 2026 mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara dengan menampilkan kisah sejumlah tokoh perempuan dalam cerita rakyat Indonesia.

Pertunjukan berlangsung sekitar tiga jam dan digelar selama tiga hari, yakni 21–23 Agustus 2026.

Tokoh yang diangkat dalam pementasan meliputi:

  • Srikandi
  • Mahadewi
  • Dayang Sumbi
  • Mande Rubayah (Ibu Malin Kundang)
  • Calon Arang

Dalam cerita, Raisa tampil sebagai Srikandi yang memimpin pasukannya melawan Yuyu Kangkang beserta pasukannya.

Karakter tersebut digambarkan sebagai simbol pelaku kekerasan terhadap perempuan.

Dalam salah satu dialognya, Raisa menyampaikan pesan kepada pasukannya.

“Negeri ini membutuhkan kita. Kobarkan semangat dan buktikan bahwa hati yang teguh akan mengalahkan segala marabahaya. Mari bersama meraih kemenangan, kemuliaan, menghadapi bahaya laten yang mengancam negeri ini,” kata Raisa.

Selanjutnya, adegan pertunjukan menampilkan peristiwa catcalling terhadap sejumlah perempuan oleh pasukan Yuyu Kangkang.

Setelah adegan itu, Raisa menyampaikan pesan penolakan terhadap kekerasan terhadap perempuan.

Baca Juga:  Kabar Cerai Mencuat, Hamish Daud Ternyata Pernah Cerita Soal Sifat Asli Raisa

“Jakarta menolak kekerasan terhadap perempuan,” ujarnya.

Raisa Debut sebagai Srikandi

Usai pementasan hari pertama, Raisa mengaku lega karena berhasil menjalani debut aktingnya sebagai tokoh Srikandi.

“Senang banget aku merasa hari ini tuh akhirnya pecah telur juga ya jadi Srikandinya. Tadi… ya, terima kasih. Maaf dari tadi nangisannya agak ditahan-tahan ya, jadi ini baru pertama kali senyum dari tadi pagi,” kata Raisa.

Pelantun Cahaya Hati tersebut mengatakan dirinya mampu memasuki karakter yang diperankan selama hampir tiga jam.

Ia juga merasa dapat menyampaikan pesan yang menjadi bagian penting dalam pertunjukan.

“Sudah bisa memasuki karakter Srikandi sendiri, tapi aku juga senang karena bisa mengemban message yang begitu berat tapi juga begitu penting di dalam Pagelaran Sabang Merauke ini,” katanya.

Raisa turut mengungkapkan respons penonton ketika dialog Srikandi disampaikan di atas panggung.

“Dan dari tadi juga aku merasa ketika dialognya Mas Memed yang disampaikan oleh Srikandi tuh aku utarakan, penonton tuh benar-benar tepuk tangannya pakai hati banget,” ujar Raisa.

Ia kembali menegaskan kebahagiaannya karena pesan dalam pertunjukan diterima oleh penonton.

“Bukan sekedar ini momennya lagi bagus tapi messagenya itu diterima sama penonton. Jadinya aku sangat bahagia bukan sekedar aku berada di Pagelaran Sabang Merauke yang begitu kaya ini tapi aku bangga bisa menyampaikan message begitu penting di saat Indonesia yang seperti ini,” kata Raisa.

Hikayat Srikandi Nusantara Tampilkan Pesan Budaya

Selain mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan, karakter Srikandi juga menyampaikan ajakan untuk menjaga kebudayaan Indonesia.

Dalam dialognya, Srikandi mengajak masyarakat merawat warisan budaya yang dimiliki Indonesia.

“Negeri ini adalah milik seluruh anak bangsa. Kesenian dan kebudayaan secantik dan seindah ini hanya Indonesia yang punya. Tugas kita bersama untuk merawat dan menjaganya. Perempuan sebagai ibu bumi adalah Srikandi yang harus berada di garis terdepan untuk membangun peradaban menuju Indonesia yang makmur, sentosa, damai dan sejahtera,” kata Raisa.

Baca Juga:  Momen Lucu Raisa Kabur hingga Lari-lari usai Acara AMI Awards Hindari Wartawan

Pesan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha.

Menurutnya, dialog yang disampaikan oleh karakter Srikandi menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama pertunjukan.

“Ada satu momen yang saya benar-benar luar biasa saat seorang Srikandi yang diperankan oleh Raisa mengucapkan hal yang luar biasa. Momen itu saya berdiri bertepuk tangan bangga. Membuat saya bangga telah lahir di negara yang menjadi bagian dari bangsa yang luar biasa yaitu bangsa Indonesia,” ujar Giring Ganesha.

Pagelaran Sabang Merauke 2026 disebut sebagai penyelenggaraan terbesar sejak pertama kali digelar pada 2022. Pertunjukan ini melibatkan lebih dari 1.700 pelaku produksi, 387 penari budaya, dan 60 pemain musik orkestra di bawah arahan konduktor Avip Priatna

(ELG/NID/RAD)

Trending