Connect with us

Entertainment

Pagelaran Sabang Merauke 2026 Sukses Digelar, Raisa dan Yura Yunita Warnai Hikayat Srikandi Nusantara

Pagelaran Sabang Merauke 2026 bertajuk Hikayat Srikandi Nusantara menghadirkan Raisa sebagai Srikandi dan Yura Yunita sebagai Mahadewi.

Logompn

Published

on

Pagelaran Sabang Merauke 2026 Sukses Digelar, Raisa dan Yura Yunita Warnai Hikayat Srikandi Nusantara
Pagelaran Sabang Merauke 2026 yang digelar pada Jumat (21/8). Gambar: Dok. Pagelaran Sabang Merauke 2026

MPN Indonesia 2 September 2026 - Pagelaran Sabang Merauke 2026 bertajuk Hikayat Srikandi Nusantara resmi dipentaskan di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Jumat (21/8).

Pertunjukan tahun kelima ini menghadirkan kolaborasi seni budaya Indonesia melalui cerita, musik, tari, akting, busana, dan teknologi.

Sebanyak sekitar 1.700 pelaku seni, kreatif, dan tim produksi terlibat dalam produksi yang menampilkan Raisa sebagai Srikandi dan Yura Yunita sebagai Mahadewi.

“Saya telah mengikuti perjalanan Pagelaran Sabang Merauke sejak lahir pada Maret 2022. Saya dan Bu Silvi tidak pernah menyangka kita bisa terus berjalan selama lima tahun. Tiap tahun kita selalu bisa menjadi lebih baik, dan itu karena semua yang terlibat di dalam pagelaran ini,” ujar Presiden Direktur dan CEO iForte & Protelindo Group, F. Aming Santoso.

Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara

Tema Hikayat Srikandi Nusantara menjadi konsep utama pertunjukan tahun ini.

Cerita dibangun sebagai perjalanan yang mengangkat perjuangan, keberanian, keteguhan, pengorbanan dan cinta seorang perempuan dari cerita rakyat nusantara.

Indonesia Arena berubah mengikuti alur cerita sepanjang pertunjukan.

Tata panggung, pencahayaan, visual, musik, dan perubahan kostum terus berganti untuk mendukung setiap adegan.

Produksi Pagelaran Sabang Merauke melibatkan sekitar 1.700 pelaku seni, kreatif, dan tim produksi, termasuk 387 penari yang membawakan 104 koreografi dari 11 tim koreografer.

Pertunjukan ini juga menghadirkan 15 penyanyi nasional, satu grup band legendaris Indonesia, 119 anggota paduan suara, serta 60 musisi orkestra.

Baca Juga:  Raisa jadi Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke 2026, Serukan Tolak Kekerasan terhadap Perempuan

Selain itu, sejumlah musisi memainkan 50 alat musik tradisional untuk memperkuat nuansa Nusantara sepanjang pertunjukan.

Dari sisi visual, produksi ini menggunakan lebih dari 1.500 kostum tradisional, kontemporer, dan etnik Nusantara yang melibatkan 16 desainer busana dan sanggar-sanggar dari seluruh Indonesia.

Raisa Jalani Debut sebagai Srikandi

Raisa jadi Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke
Momen Riasa memerankan Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke. Gambar: Dok. Pagelaran Sabang Merauke 2026

Raisa Andriana untuk pertama kalinya bergabung dalam teatrikal musik pagelaran budaya dengan tema Hikayat Srikandi Nusantara.

Ia tidak hanya membawakan lagu, tetapi juga menjalani akting, blocking, interaksi dengan pemain lain, serta unsur gerak dan tari.

Lagu Cahaya Hati menjadi bagian dari perjalanan karakter Srikandi dalam pertunjukan. Lagu tersebut sebelumnya telah diperkenalkan kepada publik melalui platform Youtube dan platform streaming musik.

“Aku merasa hari ini akhirnya pecah telur juga jadi Srikandi. Aku senang karena bisa mengemban message yang begitu berat tapi juga begitu penting. Ketika dialog Srikandi aku utarakan, penonton benar-benar tepuk tangannya pakai hati karena message-nya diterima,” ujar Raisa dalam keterangan yang diterima MPN Indonesia.

Yura Yunita Tampil sebagai Mahadewi

Yura Yunita sebagai Mahadewi di Pagelaran Sabang Merauke
Yura Yunita Tampil sebagai Mahadewi di Pagelaran Sabang Merauke 2026. Gambar: Dok. Pagelaran Sabang Merauke 2026

Berbeda dengan Raisa yang menjalani debut, Yura Yunita kembali terlibat untuk ketiga kalinya dalam Pagelaran Sabang Merauke.

Pada pertunjukan kali ini, Yura Yunita memerankan Mahadewi.

Ia tampil di atas naga berukuran besar dengan tiga kepala yang mengeluarkan asap dan menjadi salah satu momen visual yang menarik perhatian penonton.

“Ini tahun ketiga aku terlibat dan terus diberi tantangan. Scene Mahadewi kali ini adalah part yang paling menantang. Dalam hitungan detik aku harus berpindah dari lantai atas ke bawah, bahkan naik motor di tengah show. Mikirin safety dan teknisnya luar biasa, dan persiapannya benar-benar berbulan-bulan,” kata Yura.

Baca Juga:  Di Tengah Isu Perceraian Raisa, Keenan Pearce Pamer Momen Romantis Setahun Pernikahan dengan Tasha Serena

Yura juga membagikan pengalaman mengenai kostum Mahadewi rancangan Ade Chan.

Menurutnya, proses pembuatannya diwarnai berbagai cerita yang dimaknai secara magis oleh tim.

“Di balik kostum Mahadewi itu banyak cerita magis. Buat aku, kemunculan-kemunculan itu terasa dalam hal yang indah, seperti dikasih izin untuk memakai bajunya dan memerankan Mahadewi,” ujar Yura.

Kolaborasi Musik dan Seni Perkuat Hikayat Srikandi Nusantara

Selain Raisa dan Yura Yunita, pertunjukan turut menghadirkan PADI Reborn, Indra Bekti, Mirabeth Sonia, Pradnya Larasari, Christine Tambunan, Taufan Purbo, Risang Janur Wendo, Nino Prabowo, Galabby Thahira, serta penyanyi dan pelakon lainnya.

Sebanyak 28 lagu daerah dan nasional dirangkai dalam pertunjukan. Aransemen memadukan musik tradisional, orkestra, paduan suara, band, hingga musik populer.

Pengarah Musik Pagelaran Sabang Merauke (PSM), Elwin Hendrijanto, menjelaskan proses penyusunan musik dilakukan secara kolaboratif.

“Menurut saya Pagelaran Sabang Merauke adalah salah satu pagelaran yang paling ber-Bhinneka Tunggal Ika. Semua elemen bukan hanya gotong royong bekerja sama antar-departemen, tetapi juga saling menginspirasi. Hari ini musiknya akhirnya lengkap karena setelah lagu selesai, ada reaksi penonton yang melengkapinya,” ujar Elwin.

Sementara itu, Sandhidea Cahyo bersama 11 tim koreografer mengembangkan formasi dan dinamika gerak bagi 387 penari agar tetap menjadi bagian dari alur cerita.

Visual pertunjukan juga didukung lebih dari 1.500 kostum yang dirancang bersama sanggar- sanggar dari seluruh Indonesia di bawah arahan Anggoro Kancil dan 16 desainer kenamaan Indonesia di bawah arahan Priyo Oktaviano.

Tata panggung dirancang Iskandar Loedin agar mampu menghadirkan perubahan suasana dari adegan berskala besar hingga momen yang lebih intim.

Seluruh unsur teknis kemudian diintegrasikan oleh Direktur Teknis PSM, Ezar PD.

Baca Juga:  Di Tengah Kabar Perceraian dengan Raisa, Hamish Daud Unggah Foto Asyik Berselancar di Pantai

Tata cahaya, visual, perubahan panggung, musik, dan pergerakan ratusan performer disusun dalam rangkaian cue yang berjalan tanpa terputus.

Dukungan Berbagai Pihak untuk Pagelaran Sabang Merauke 2026

F. Aming Santoso menyatakan pengembangan pertunjukan tidak hanya dilakukan pada skala produksi, tetapi juga melalui upaya menghadirkan energi positif lewat seni budaya Indonesia.

“Arah dari Pagelaran Sabang Merauke ini adalah menyalurkan energi positif kepada para penonton, betapa Indonesia ini negara yang luar biasa, penuh keberagaman, dan itu menunjukkan kekuatan bangsa Indonesia. Pagelaran ini dibuat dengan cara yang sangat Indonesia, penuh gotong royong, kekeluargaan, toleransi, saling menunggu, dan empati agar masyarakat jatuh cinta dengan kesenian dan budaya kita sendiri,” tambahnya.

Pagelaran Sabang Merauke merupakan inisiatif yang digagas oleh iForte & Protelindo Group.

Pertunjukan ini berawal dari kegiatan client gathering pada 2022 dan terus berkembang hingga memasuki penyelenggaraan tahun kelima dengan melibatkan sekitar 1.700 pelaku seni, kreatif, dan tim produksi.

Mengusung nama Sabang Merauke, pagelaran ini merepresentasikan semangat persatuan dari barat hingga timur Indonesia melalui kolaborasi seni pertunjukan, musik, tari, budaya, dan teknologi. Konsep tersebut sejalan dengan jangkauan infrastruktur Protelindo Group yang membentang dari Sabang hingga Merauke.

Dukungan terhadap penyelenggaraan juga datang dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono menyebut keterlibatan perusahaan sejalan dengan komitmen terhadap pelestarian budaya.

“BCA sendiri sudah lama bersentuhan dengan budaya, jadi ketika Pak Aming mengajak kami mendukung Pagelaran Sabang Merauke, itu langsung klik. Budaya tidak cukup hanya diwariskan, tetapi harus dirawat, bahkan dikembangkan, supaya ekonominya juga bisa turut tumbuh,” ujar Widodo.

(ELG/NID/RAD)

Trending