Selebriti
Respons Bang Madun Usai Warung Oseng Nyak Kopsah Dapat Ulasan Negatif
Warung Oseng Nyak Kopsah di Tangerang mengalami penurunan pengunjung setelah menerima ulasan negatif dari food vlogger.
MPN Indonesia 3 April 2025 - Warung Oseng Nyak Kopsah milik Bang Madun di Cipondoh, Tangerang, menjadi sorotan publik usai menerima ulasan negatif dari sejumlah food vlogger.
Dampaknya ulasan negatif di Warung Oseng Nyak Kopsah yang telah beroperasi sejak 1998 itu mengalami penurunan pengunjung secara signifikan, menyebabkan pemiliknya, Bang Madun, mengalami kerugian besar baik secara finansial maupun emosional.
Dampak Ulasan Negatif terhadap Warung Nyak Kopsah
Bang Madun, pemilik warung makan Oseng Nyak Kopsah, mengungkapkan bahwa setelah warungnya direview negatif, pendapatannya menurun drastis. Dalam tayangan YouTube dr. Richard Lee,MARS, ia menyatakan bahwa dari 13 karyawan yang ia pekerjakan, hanya empat orang yang masih bertahan.
“Ada 13 anak buah, tinggal 4. Gara-gara gue di-review,” ujar Bang Madun, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube dr. Richard Lee,MARS pada Rabu (3/4).
Bang Madun juga menyebutkan bahwa untuk mempertahankan usaha yang sudah dibangunnya selama 25 tahun, ia terpaksa meminjam uang sebesar Rp 250 juta dari bank.
“Gue hampir satu tahun enggak punya tabungan, gue pinjem ke bank, karena gue pengin memperbaiki usaha gue,” tambahnya.
Kritik Food Vlogger dan Reaksi Bang Madun
Salah satu kritik pertama datang dari food vlogger A Jujur pada 2023, yang menilai lokasi dan kebersihan warung tidak memadai. Ia menyatakan bahwa posisi warung di pinggir kali memberikan kesan kurang menyenangkan.
“Menurut gue, asal kalian duduk di sini pinggir jalan enggak oke sih, karena sebelah kali, dan beneran kali yang item, wanginya sedep banget kan, kalau gue ya,” ucapnya dalam video review.
Kritik lainnya datang dari food vlogger Codeblue yang juga mengulas warung Bang Madun. Meski sempat bersitegang, keduanya akhirnya berdamai.
Namun, efek dari ulasan-ulasan tersebut sudah terlanjur merugikan warung Nyak Kopsah secara signifikan.
Bang Madun mengungkapkan kekecewaannya terhadap para food vlogger yang dinilainya lebih mementingkan popularitas konten daripada dampaknya pada pemilik usaha kecil.
“Lu datang ke tempat gue buat review karena lagi ramai. Enggak sedikit pun ngasih gue uang, lu viral, lu puas sama konten lu, tapi lu banyak nyakitin gue, ngancurin usaha gue,” ujarnya.
Sorotan Publik dan Dukungan dari Tokoh Masyarakat
Respons terhadap situasi yang dialami Bang Madun juga datang dari sejumlah tokoh. Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menyatakan bahwa maraknya review negatif dari food vlogger merugikan pelaku usaha dan disebabkan oleh kurangnya kesiapan Kementerian Perdagangan dalam melindungi produsen serta konsumen.
“Ini keresahan masyarakat karena adanya kelengahan Kemendag dalam melindungi konsumen dan produsen,” kata Mufti Anam, dikutip MPN Indonesia saat rapat dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (3/3).
Presenter senior Helmy Yahya turut menyuarakan keprihatinannya terhadap fenomena ini. Ia menyoroti bagaimana review yang tidak bijak dari food vlogger dapat berdampak fatal terhadap keberlangsungan usaha kecil.
“Termasuk food vlogger yang kadang menilai orang dengan demikian kelewatan sampai restorannya tutup, warungnya tutup. Padahal utangnya untuk membangun warung belum selesai,” ujar Helmy dari Instagram pribadinya, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (3/4).
Helmy Yahya menambahkan bahwa kreator konten seharusnya memperhitungkan dampak dari materi yang mereka publikasikan.
Upaya Bertahan di Tengah Tekanan
Bang Madun mengakui bahwa tekanan dari ulasan-ulasan tersebut nyaris menghancurkan kondisi mentalnya. Namun, ia tetap berupaya bertahan dan berharap bisa memperbaiki warung Oseng Nyak Kopsah yang telah menjadi bagian dari kehidupannya selama lebih dari dua dekade.
Meski terdampak, ia menegaskan pentingnya kritik yang membangun dibandingkan dengan komentar destruktif.
Kasus ini juga menunjukkan bagaimana kehidupan pribadi artis dan tokoh publik seperti Bang Madun, yang dikenal luas masyarakat, bisa terguncang akibat eksposur media sosial.
Walaupun warung Nyak Kopsah hanyalah bagian dari usahanya, keterkaitannya dengan kehidupan pribadi artis membuat dampak dari kritik tersebut menjadi lebih kompleks dan luas.
Harapan untuk Konten yang Lebih Bertanggung Jawab
Bang Madun menutup pernyataannya dengan ajakan kepada para kreator konten untuk lebih mempertimbangkan dampak sosial dari setiap unggahan mereka. Ia berharap dukungan terhadap pelaku UMKM tetap menjadi prioritas di tengah maraknya konten viral.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik layar dunia maya, terdapat kehidupan nyata yang terdampak secara langsung.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
