Connect with us

Selebriti

Sambil Menahan Tangis, Korban Ungkap Kronologi soal Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto

ANW mengungkap kronologi dugaan pelecehan yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan menyebut sejumlah bukti telah diserahkan kepada penyidik.

Logompn

Published

on

Sambil Menahan Tangis, Korban Ungkap Kronologi soal Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto
Sambil Menahan Tangis, Korban Ungkap Kronologi soal Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto. Gambar: Instagram/@betrandpetoputraonsu

MPN Indonesia 14 September 2026 - Kasus kekerasan seksual yang menyeret nama Betrand Peto memasuki babak baru setelah perempuan berinisial ANW menyampaikan kronologi dugaan peristiwa yang dilaporkannya ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu dibuat pada Sabtu (12/9) terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan yang disebut terjadi di sebuah klub di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

ANW menyampaikan keterangannya didampingi kuasa hukum. Sementara itu, Ruben Onsu juga telah memberikan tanggapan terkait pemberitaan tersebut.

“Ternyata di depan pintu toilet tersebut saya dilecehin,” ungkap ANW.

ANW menjelaskan dirinya datang ke sebuah kelab di kawasan SCBD sekitar pukul 02.00 bersama seorang rekannya berinisial D.

Menurut keterangannya, keduanya kemudian diajak seorang waiter untuk bergabung ke sebuah private room yang disebut ditempati BP.

“Jadi pada tanggal 12 dini hari itu, saya datang ke salah satu klub di SCBD sekitar jam 02.00 bersama teman saya D. Kami datang untuk happy dan bertemu teman-teman. Tiba-tiba ada salah satu staf atau waiter klub tersebut yang menghampiri dan menawarkan, ‘Mau enggak meramaikan room-nya si BP?’,” ungkap ANW.

Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Diungkap Korban

ANW mengaku semula tidak menaruh curiga saat menerima ajakan tersebut. Ia bersama temannya kemudian masuk ke dalam room setelah mendapat penjelasan dari staf klub.

Menurut ANW, situasi berubah ketika telepon selulernya tertinggal di sofa luar ruangan. Saat kembali mengambil ponselnya, rekannya disebut sudah berada di toilet.

“Handphone saya saat itu tertinggal di sofa luar ruangan. Saat saya keluar mengambil ponsel lalu kembali ke ruangan, teman saya D sudah tidak ada di tempat duduk karena sedang ke toilet,” ujar ANW.

Baca Juga:  Lisa Mariana Akui Dirinya Pemeran Video Syur bersama Pria Bertato

ANW kemudian mengaku tangannya ditarik oleh BP. Ia mengira diajak menuju toilet untuk mencari temannya yang belum kembali.

“Saya kira dia ngajak saya untuk ngecek teman saya di toilet kenapa lama sekali, ternyata di depan pintu toilet tersebut saya dilecehin,” ujar ANW.

Kuasa hukum ANW menyatakan laporan yang dibuat tidak hanya berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual. Mereka juga menyebut adanya dugaan kekerasan fisik terhadap kliennya.

Bukti yang Disampaikan Kepada Kepolisian

Kuasa hukum ANW memperlihatkan sejumlah dokumentasi luka yang disebut telah diserahkan kepada penyidik.

Mereka juga menyampaikan hasil visum sebagai bagian dari laporan.

Data yang disampaikan kuasa hukum meliputi:

  • Foto memar atau benturan pada area wajah atau hidung.
  • Bekas lebam di leher.
  • Bekas lebam pada lengan.
  • Pergelangan tangan membiru akibat cengkeraman.
  • Bekas luka cakaran.
  • Hasil visum sebagai bagian dari barang bukti.

“jadi sini saya menjelaskan bahwa teman-teman bukan hanya dilecehkan tapi ada kekerasan dan pemaksaan, Ini salah satu visum untuk hidungnya yang katanya dibenturkan,”  ujar Nathaniel, kuasa hukum ANW.

“Foto memar atau benturan di area wajah atau hidung. Bekas lebam di leher, lengan dan pergelangan tangan yang membiru akibat cengkeraman paksa. Bekas luka cakaran,” tambahnya.

Selain ANW, kuasa hukum juga menyebut rekannya berinisial D diduga mengalami kekerasan oleh teman BP. D disebut mengalami luka robek pada bagian telinga.

(ELG/NID/RAD)

Trending