Selebriti
Sukses Jalani Sidang Disertasi, Ashanty Resmi Raih Gelar Doktor di Unair
Ashanty resmi menyandang gelar doktor dari Universitas Airlangga usai menjalani sidang terbuka pada Rabu 13 Mei 2026.
MPN Indonesia 14 Mei 2026 - Ashanty resmi menyandang gelar doktor setelah menjalani Ujian Gelar Doktor Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga di Surabaya pada Rabu (13/5).
Ia dinyatakan lulus dalam sidang terbuka yang digelar di Gedung Pascasarjana Unair dan berhak atas gelar Dr. Ashanti Hastuti, S.Sos., M.M.
Dalam disertasi ini, Ashanty mengusung judul Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia.
Dalam sidang tersebut, ia mempresentasikan temuan kebaruan atau novelty penelitiannya mengenai strategi adaptasi penyanyi di era digital.
“Alhamdulillah, Sidang Terbuka telah terlewati. Dari rahim perjalanan panjang ini, lahirlah Irama Rasa — sebuah temuan yang terasa sangat berarti jika hanya saya simpan sendiri,” tulis Ashanty dalam keterangan unggahannya di Instagram pribadi @ashanty_ash, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (14/5).
Publikasikan Hasil Penelitiannya jadi Buku
Ia juga menjelaskan alasan mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk buku.
“Di Sidang Terbuka tadi, saya mempresentasikan novelty atau temuan kebaruan dari penelitian mengenai strategi adaptasi penyanyi di era digital. Saya sadar, gagasan ini terlalu berharga jika hanya tersimpan di perpustakaan kampus. Karena itu, saya menuliskannya menjadi sebuah buku,” tulisnya.
Keberhasilan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik dan kehidupan pribadi artis tersebut.
Judul Disertasi Ditolak Empat Kali
Ia mengungkapkan bahwa proses penentuan judul tidak berjalan mudah karena mengalami penolakan sebanyak empat kali.
“Ditolak judul empat kali. Judul pertama ditolak, kedua, ketiga, bahkan saya sudah publikasi juga, tapi ditolak lagi. Jadi judul keempat baru diterima,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari TribunJatim.
“Total ditolak judul empat kali bolak-balik disuruh ganti. Jadi judul pertama tolak, judul kedua tolak, judul ketiga tolak,” sambungnya.
Selama menempuh pendidikan doktoral di Universitas Airlangga, ia menyebut proses yang dijalani tidak mudah, termasuk kondisi kesehatannya yang sempat menjadi tantangan.
“Aku tetap berusaha untuk bagaimana harus selesai dengan baik. Itu tidak mudah, hanya aku dan mungkin promotor yang paham bagaimana rasanya dan bagaimana perjuangannya. Aduh, luar biasa banget kalau tadi kata Pak Suko 3 tahun di sini, 300 kali kita infus ya,” ujarnya.
Meski dikenal sebagai publik figur, ia menegaskan tidak mendapat perlakuan khusus selama menjalani studi.
“Jadi bukan karena kita dispesialin atau apa, tetap revisinya banyak banget. Jadi itu yang bikin aku kayak, duh, kayaknya nggak pernah benar, salah melulu. Tapi ya ini bisa, ayo. Alhamdulillah,” kata dia.
Apresiasi dari Dosen Pembimbing
Promotor sekaligus dosen pembimbingnya, Dr. Suko Widodo, menyampaikan apresiasi atas kedisiplinan dan konsistensi Ashanty selama menjalani proses akademik.
“Ashanty telah memenuhi kedisiplinan sebagai seorang akademisi yang konsisten dan itu yang membuat bangga saya. Dia telah menempuh itu dengan kesungguhan,” ungkap Suko.
Ia juga menilai penelitian tersebut mengangkat tema yang jarang dibahas dalam industri musik Indonesia, terutama mengenai perjuangan penyanyi senior menghadapi transformasi digital.
“Bayangkan siapa yang memikirkan seorang Rafika Duri, seorang Rhoma Irama, harus berhadapan dengan anak-anak muda dalam dunia digital. Kelihatannya simpel, tapi coba baca dulu disertasinya 300 halaman,” katanya.
Menurut Suko, pendekatan storytelling dan pendokumentasian pengalaman musisi senior menjadi nilai tambah dalam penelitian tersebut.
“Hal paling penting bagi Ashanty adalah autentifikasi dari orang-orang yang memang layak diapresiasi. Di Indonesia, histori akademis pribadi seperti itu relatif belum ada dan dia lakukan itu,” terangnya.
Di sisi lain, Anang Hermansyah menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut.
Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan kontribusi bagi industri musik Indonesia di era digital.
“Terutama di industri musik yang memang membutuhkan masukan-masukan untuk sedemikian rupa sehingga bisa berkompetisi di era digital,” pungkasnya.
Dengan kelulusan ini, Ashanty resmi menyandang gelar doktor dari Universitas Airlangga.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
