Connect with us

Entertainment

Umi Pipik Curhat Perjuangan Besarkan Dua Anak Bungsunya Tanpa Suami

Umi Pipik mengungkapkan kisahnya membesarkan dua anak bungsunya, Ayla dan Bilal.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 20t103827.915
Umi Pipik Curhat Perjuangan Besarkan Dua Anak Bungsunya Tanpa Suami | Gambar: Ig/@_ummi_pipik_

MPN Indonesia 20 Mei 2025 - Umi Pipik Dian Irawati mengungkapkan kisah perjuangannya membesarkan dua anak bungsunya, Ayla dan Bilal, tanpa kehadiran suami tercinta, mendiang Ustaz Jefri Al Bukhori.

Pengakuan ini ia sampaikan melalui unggahan media sosial yang dibagikan bertepatan dengan ulang tahun Ayla dan Bilal, yang kini berusia 18 dan 17 tahun.

Dalam unggahan tersebut, Umi Pipik turut membagikan foto-foto kenangan masa lalu saat keluarga mereka masih utuh.

Kenang Kepergian Suami

Sejak kepergian Ustaz Jefri Al Bukhori akibat kecelakaan motor pada 2013, Umi Pipik menjalani peran sebagai ibu tunggal bagi keempat anaknya.

Ayla dan Bilal, yang saat itu masing-masing baru berusia 4 dan 3 tahun, tumbuh besar dalam bimbingan sang ibu.

“Selalu terharu ketika melihat momen yang dulu, ketika anak-anak masih bersama almarhum. Tidak banyak waktu bersama ketika itu,” tulis Umi Pipik pada Senin (19/5), dikutip MPN Indonesia dari Instagram @_ummi_pipik_.

Umi Pipik mengaku tak menyangka dapat melalui proses membesarkan anak-anaknya sendirian. Ia merasa pencapaian ini sebagai bentuk kekuatan dalam menyikapi musibah besar.

“Melihat mereka tumbuh mandiri dan kuat adalah sebuah keberhasilan dalam menyikapi sebuah kehilangan,” ungkap Umi Pipik.

Ingin Tinggalkan Kenangan Manis dengan Anak

Umi Pipik mengisahkan bagaimana waktu menjadi elemen penting dalam kehidupannya setelah kepergian Ustaz Jefri Al Bukhori.

Ia bertekad untuk tidak lagi melewatkan momen-momen berharga bersama anak-anaknya seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

“Dan saya akan selalu membuat momen kebersamaan dengan mereka selama saya mampu. Sampai batas waktu ketika saya pun harus meninggalkan mereka kelak saat waktu itu habis,” katanya.

Baca Juga:  Sukses Jalani Sidang Disertasi, Ashanty Resmi Raih Gelar Doktor di Unair

Umi Pipik juga menekankan pentingnya kehadiran, bukan hanya dalam bentuk fisik, melainkan dalam bentuk kenangan yang dapat diwariskan.

Ia ingin anak-anaknya tetap bisa mengenangnya melalui momen-momen yang telah direkam.

“Saya ingin momen-momen seperti ini bisa terus mereka lihat, mereka putar untuk mengobati kerinduan ketika saya sudah tiada. Karena rindu setelah kepergian itu yang menyakitkan,” tulisnya.

Harapan Umi Pipik

Tak hanya mencurahkan isi hati, Umi Pipik juga menyampaikan harapan dan doa untuk masa depan Ayla dan Bilal.

Ia berharap kedua anaknya tumbuh sebagai pribadi yang kuat, mandiri, serta senantiasa menjaga nilai-nilai keimanan dalam setiap aktivitas kehidupan mereka.

“Selamat hari lahir anak-anakku sayang, @ayla.aazz dan @bilal.ataya. Selalu menjadi pribadi yang kuat, mandiri, bawa kesolehan diri dalam semua profesimu dan aktivitasmu,” ucapnya.

Ia pun menutup pesan tersebut dengan doa panjang agar Allah senantiasa menjaga anak-anaknya dalam keimanan dan kesehatan.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending