Connect with us

Internasional

Amerika Serikat Peringatkan Warganya untuk Hindari Dua Provinsi di Indonesia!

AS memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Papua Tengah dan Papua Pegunungan akibat kerusuhan dan ancaman keamanan, termasuk risiko penculikan dan serangan teroris.

Logompn

Published

on

Amerika serikat peringatkan warganya untuk hindari dua provinsi di indonesia!
Amerika Serikat Peringatkan Warganya untuk Hindari Dua Provinsi di Indonesia! Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 9 Mei 2025 - Amerika Serikat (AS) resmi memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke dua provinsi di Indonesia akibat kerusuhan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Melalui pembaruan nasihat perjalanan yang diumumkan pada awal Mei, Departemen Luar Negeri AS menetapkan Papua Tengah (Central Papua) dan Papua Pegunungan (Highland Papua) sebagai wilayah dengan status Level 4: Do Not Travel atau “Jangan Bepergian.”

Peringatan ini mencerminkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan warga negara Amerika yang mungkin berkunjung ke dua wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya, pemerintah AS menegaskan bahwa demonstrasi kekerasan dan konflik di Papua Tengah dan Papua Pegunungan dapat menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian bagi warga AS.

Departemen Luar Negeri juga memperingatkan tentang risiko penculikan oleh kelompok separatis bersenjata yang aktif di daerah tersebut.

“Hindari demonstrasi dan keramaian. Separatis bersenjata mungkin menculik warga negara asing,” tulis pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS, sebagaimana dikutip MPN Indonesia melalui laman mlive.com dan pennlive.com, pada Jumat (9/5).

Sementara Indonesia secara umum masih masuk kategori Level 2: Exercise Increased Caution (Tingkatkan Kewaspadaan), AS menekankan agar warganya lebih mempertimbangkan perjalanan ke wilayah lain yang lebih aman.

Nasihat tersebut juga mencantumkan risiko tambahan seperti serangan teroris yang bisa terjadi tanpa peringatan, serta bencana alam seperti gempa, tsunami, dan letusan gunung.

Rincian Peringatan dan Faktor Risiko

Departemen Luar Negeri mengungkapkan bahwa akses pemerintah AS ke Papua Tengah dan Papua Pegunungan terbatas.

Pegawai pemerintah AS memerlukan izin khusus untuk memasuki kedua wilayah, sehingga bantuan konsuler dalam kondisi darurat bisa terhambat.

Ancaman keamanan di seluruh Indonesia juga diingatkan, termasuk potensi serangan teroris di fasilitas umum seperti kantor polisi, tempat ibadah, hotel, bar, mal, dan restoran.

Baca Juga:  Tok! AS-Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir

“Teroris terus merencanakan kemungkinan serangan di Indonesia. Mereka dapat menyerang tanpa peringatan,” bunyi peringatan resmi tersebut.

Dampak terhadap Destinasi Wisata

Meskipun dua provinsi disebutkan secara khusus, pengunjung yang merencanakan perjalanan ke destinasi wisata lainnya di Indonesia, termasuk Bali dan daerah populer lainnya, diminta untuk tetap waspada.

Demonstrasi yang sering terjadi dan risiko bencana alam dapat menyebabkan gangguan pada transportasi, infrastruktur, sanitasi, serta ketersediaan layanan kesehatan.

Departemen Luar Negeri AS juga menyarankan wisatawan untuk selalu mengikuti perkembangan situasi lokal dan menghindari kerumunan yang dapat berubah menjadi kekerasan.

“Demonstrasi sering terjadi di negara tersebut dan dapat berubah menjadi kekerasan,” demikian isi peringatan resmi.

Imbauan untuk Pelancong

Warga AS yang tetap berencana bepergian ke Indonesia diminta mendaftar dalam program Smart Traveler Enrollment Program (STEP) untuk menerima informasi terkini dan memudahkan komunikasi dalam keadaan darurat.

Mereka juga disarankan menyusun rencana darurat, termasuk jalur evakuasi dan kontak lokal.

Kebijakan ini menjadi pengingat bagi wisatawan agar selalu memperbarui informasi perjalanan, terutama ke wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending