Connect with us

Internasional

AS Siap Perang Lagi dengan Iran jika Negosiasi Buntu

Amerika Serikat menyatakan kesiapan untuk melanjutkan perang dengan Iran jika negosiasi yang tengah berlangsung tidak mencapai kesepakatan final.

Logompn

Published

on

AS Siap Perang Lagi dengan Iran jika Negosiasi Buntu
AS Siap Perang Lagi dengan Iran jika Negosiasi Buntu. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 2 Juni 2026 - Amerika Serikat menyatakan kesiapan untuk melanjutkan perang dengan Iran jika negosiasi yang tengah berlangsung tidak mencapai kesepakatan final.

Sikap ini disampaikan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth, saat menghadiri konferensi tingkat tinggi pertahanan di Asia pada Sabtu (30/5).

“Kami lebih dari mampu, persediaan kami lebih dari cukup untuk itu [perang lagi], baik di sana maupun di seluruh dunia karena bagaimana kami menyeimbangkan amunisi yang canggih dan lebih melimpah,” kata Hegseth, dikutip MPN Indonesia dari AFP.

Senada dengan itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) turut menyampaikan bahwa pasukan Amerika “tetap hadir dan waspada” di seluruh kawasan Timur Tengah.

Trump Ingin Syaratnya Dipenuhi Teheran

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa setiap kesepakatan harus memenuhi persyaratan yang telah ia tetapkan.

“Iran harus setuju mereka tak akan pernah memiliki senjata atau bom nuklir. Selat Hormuz segera dibuka, tanpa biaya tol, untuk lalu lintas pelayaran tanpa batasan, di kedua arah,” ujar dia.

“Semua ranjau laut, jika ada, akan dimusnahkan,” sambungnya.

Seorang pejabat Gedung Putih juga menyatakan bahwa Trump hanya akan membuat kesepakatan yang menguntungkan pihaknya.

“Presiden Trump hanya akan membuat kesepakatan yang menguntungkan Amerika dan memenuhi batasan-batasan yang telah ia tetapkan,” ujar dia.

Sumber-sumber AS menyebutkan bahwa kesepakatan dengan Iran menunggu persetujuan Trump.

Namun, hingga pertemuan di Gedung Putih pada Jumat (29/5) lalu, Trump ternyata tak kunjung membuat keputusan.

Salah satu sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan bahwa Trump hanya ingin memastikan Iran tidak akan pernah mampu mengembangkan senjata nuklir.

Baca Juga:  Benjamin Netanyahu Nominasikan Donald Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian

Iran Tolak Syarat AS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei dengan tegas menolak persyaratan yang diberikan Washington.

Ia menyatakan bahwa Republik Islam “telah mengucapkan selamat tinggal pada bahasa ‘harus’ sejak 47 tahun yang lalu”.

Esmaeil Baqaei pun menambahkan bahwa “belum ada kesepakatan akhir yang tercapai”.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending