Connect with us

Internasional

Ledakan Dahsyat di Desa Myanmar, 300 Rumah Rusak dan 55 Orang Tewas

Ledakan dahsyat terjadi di Desa Kaung Tat, Kecamatan Namhkam, Negara Bagian Shan, timur laut Myanmar.

Logompn

Published

on

Ledakan Dahsyat di Desa Myanmar, 300 Rumah Rusak dan 55 Orang Tewas
Ledakan Dahsyat di Desa Myanmar, 300 Rumah Rusak dan 55 Orang Tewas. Gambar: Dok. EPA

MPN Indonesia 2 Juni 2026 - Ledakan dahsyat terjadi di Desa Kaung Tat, Kecamatan Namhkam, Negara Bagian Shan, timur laut Myanmar.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (31/5) siang waktu setempat itu menyebabkan 55 orang tewas dan sekitar 70 lainnya terluka.

Dikutip MPN Indonesia dari DW, ledakan awalnya terjadi di sebuah bangunan yang digunakan untuk menyimpan bahan peledak bagi keperluan pertambangan.

Desa tersebut berada sekitar tiga kilometer di selatan perbatasan Tiongkok dan saat ini berada di bawah kendali Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), kelompok pemberontak etnis yang melawan pemerintah pusat Myanmar.

Korban Jiwa

BBC dan Shwe Phee Myay News Agency melaporkan sedikitnya 55 orang tewas, terdiri dari 25 perempuan dan 30 laki-laki.

Sementara itu, 200 rumah di Kaung Tat dan 100 rumah di Desa Pan Lone mengalami kerusakan.

Rumah Sakit Namhkam juga dilaporkan mengalami kekurangan pasokan darah untuk menangani para korban luka.

TNLA mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam ledakan tersebut melalui pernyataan resmi di saluran Telegram mereka.

“TNLA menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia, terluka, dan mengalami kerugian akibat ledakan tersebut,” ujar kelompok itu, dikutip MPN Indonesia dari The Japan Times.

Mereka juga menyatakan bahwa bantuan dan perawatan kesehatan bagi keluarga terdampak akan diberikan.

Operasi Penyelamatan

Tim penyelamat bersama warga setempat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di antara reruntuhan bangunan.

Upaya pencarian difokuskan pada korban yang diduga masih tertimbun material bangunan.

Menurut penyelidikan awal, ledakan terjadi di tempat penyimpanan bahan peledak yang digunakan untuk kegiatan pertambangan.

Dalam pernyataannya, TNLA mengakui bahwa departemen ekonominya menyimpan gelignit untuk digunakan di lokasi pertambangan dan penggalian batu.

Baca Juga:  Pemerintahan AS Shutdown, 750 Ribu PNS Terancam Kena PHK

Situasi Keamanan di Namhkam

Wilayah Namhkam dikuasai oleh TNLA yang merupakan bagian dari aliansi pemberontak Tiga Persaudaraan.

Kelompok tersebut memperjuangkan otonomi yang lebih besar bagi kelompok etnis.

Kelompok itu menguasai wilayah tersebut sejak melancarkan serangan terhadap militer Myanmar di timur laut pada akhir 2023.

Myanmar telah dilanda konflik sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta pada 2021 yang menggulingkan pemerintahan yang dipimpin Aung San Suu Kyi.

Sejak saat itu, militer Myanmar menghadapi berbagai kelompok pemberontak pro-demokrasi dan kelompok bersenjata minoritas etnis.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending