Connect with us

Internasional

AS: Tentara Korut Dikabarkan Kumpul di Rusia untuk Serang Ukraina

Ribuan tentara Korea Utara dilaporkan dikirim ke Rusia, Apa tujuan pengiriman ini? Apakah mereka akan terlibat dalam perang Ukraina?

Actress 1299250

Published

on

AS Tentara Korut Dikabarkan Kumpul di Rusia untuk Serang Ukraina
AS Tentara Korut Dikabarkan Kumpul di Rusia untuk Serang Ukraina. Gambar : REUTERS/KCNA

MPN Indonesia 24 November 2024 - Ribuan tentara Korea Utara dilaporkan telah tiba di Rusia untuk menjalani pelatihan militer, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Langkah ini menimbulkan kekhawatiran internasional, terutama terkait potensi keterlibatan mereka dalam konflik Rusia-Ukraina.

Menurut Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), sekitar 3.000 tentara Korea Utara tiba di Vladivostok, Rusia, menggunakan kapal laut pada awal hingga pertengahan Oktober.

Keberadaan pasukan tersebut diyakini untuk memperkuat hubungan politik dan militer antara kedua negara, yang semakin erat di tengah perang yang berlangsung di Ukraina.

“Kami belum mengetahui apakah tentara ini akan bergabung dalam pertempuran bersama militer Rusia. Namun, jika mereka memutuskan untuk terlibat dalam pertempuran, mereka akan menjadi target militer yang sah,” ujar John Kirby, pejabat Dewan Keamanan Nasional AS pada Kamis (24/10).

Peningkatan Dukungan Korea Utara terhadap Rusia

Hubungan antara Korea Utara dan Rusia semakin berkembang dalam beberapa bulan terakhir, termasuk tuduhan bahwa Pyongyang telah memasok senjata ke militer Moskow.

Pengiriman ribuan personel militer ini menunjukkan eskalasi signifikan dalam dukungan Korea Utara terhadap Rusia.

Menurut laporan terbaru, Korea Utara berencana mengirim hingga 10.000 tentara tambahan ke Rusia pada Desember mendatang.

Laporan ini telah memicu peringatan dari beberapa negara Barat dan aliansi militer seperti NATO.

Media Korea Utara sejauh ini belum memberikan tanggapan, sementara pemerintah Rusia memilih bungkam terkait laporan tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa keterlibatan pasukan Korea Utara merupakan ancaman langsung terhadap negaranya.

Baca Juga:  Benjamin Netanyahu Nominasikan Donald Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian

“Jika Rusia masih mampu memperbesar dan memperpanjang perang ini, maka siapa pun yang tidak membantu menghentikannya sebenarnya mendukung Putin untuk melanjutkan konflik ini,” ujar Zelensky dalam pidatonya (21/11).

Kepentingan Strategis Korea Utara dan Imbalan dari Rusia

Pengamat menilai bahwa langkah Korea Utara ini kemungkinan didorong oleh harapan imbalan strategis dari Rusia.

Imbalan tersebut dapat berupa transfer teknologi militer seperti satelit pengintaian, kapal selam canggih, atau dukungan politik di PBB untuk menghadapi sanksi internasional.

Laporan dari Departemen Pertahanan AS mengungkapkan bahwa ribuan tentara Korea Utara telah diintegrasikan ke dalam formasi militer Rusia di wilayah Kursk, dekat perbatasan Ukraina.

Kepala Pentagon Lloyd Austin memperkirakan bahwa pasukan tersebut kemungkinan besar akan segera dikerahkan ke medan perang.

“Berdasarkan pola pelatihan mereka dan cara integrasi dengan militer Rusia, saya yakin mereka akan segera terlibat dalam pertempuran,” ujar Austin pada Sabtu (23/11).

Respons Internasional atas Intervensi Militer Korea Utara

Berbagai negara telah merespons laporan tersebut.

Jerman memanggil perwakilan Korea Utara di Berlin untuk menyampaikan peringatan bahwa dukungan Pyongyang terhadap perang Rusia mengancam stabilitas Eropa.

Sementara itu, Korea Selatan berencana mengirim delegasi ke markas NATO di Brussels untuk memberikan informasi terkini terkait situasi ini.

Kyiv juga melaporkan bahwa Moskow, bersama pasukan Korea Utara, kini telah mengumpulkan hingga 50.000 tentara untuk menguasai kembali wilayah strategis di Kursk, yang sebelumnya dikuasai Ukraina.

Kursk menjadi salah satu titik kunci dalam konflik, meskipun pertempuran besar masih berpusat di Donetsk, wilayah yang terus menjadi medan pertempuran selama hampir tiga tahun terakhir.

Trending