Internasional
Bus Sekolah jadi Target, Tiga Anak dan Dua Orang Dewasa Tewas dalam Serangan Bunuh Diri di Pakistan
Sebuah bus sekolah militer di Khuzdar, Balochistan, diserang bom bunuh diri, menewaskan 5 orang dan melukai 38 lainnya.
MPN Indonesia 23 Mei 2025 - Serangan bom bunuh diri menargetkan sebuah bus sekolah yang membawa anak-anak dari sekolah militer di Khuzdar, Provinsi Balochistan, Pakistan, pada Rabu (22/5).
Serangan tersebut menyebabkan lima orang tewas—terdiri dari tiga anak dan dua orang dewasa—serta melukai 38 lainnya. Insiden ini menggarisbawahi memburuknya situasi keamanan di wilayah tersebut.
Bus yang diserang mengangkut siswa dari Army Public School, institusi pendidikan yang dikelola militer untuk anak-anak personel militer Pakistan.
Menurut pejabat pemerintah setempat, Yasir Dashti, ledakan terjadi saat bus dalam perjalanan dan membawa “sejumlah besar” anak-anak dari keluarga militer.
Kaleem Ullah, pejabat kepolisian Khuzdar, membenarkan bahwa kendaraan tersebut berasal dari jaringan sekolah militer tersebut.
“Bus itu membawa anak-anak Sekolah Umum Angkatan Darat,” dikutip MPN Indonesia dari CNN Dunia pada Jumat (23/5).
Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.
Namun, serangan terhadap fasilitas atau kendaraan yang berafiliasi dengan militer bukan hal baru di wilayah Balochistan, yang selama bertahun-tahun dilanda konflik separatisme yang menuntut otonomi politik dan pembangunan ekonomi yang lebih besar.
Latar Belakang Konflik dan Tuduhan
Wilayah Balochistan, yang kaya akan sumber daya mineral dan memiliki posisi strategis, telah lama menjadi lokasi konflik antara pemerintah Pakistan dan kelompok separatis.
Kelompok-kelompok ini sering kali menargetkan instalasi militer dan proyek-proyek ekonomi yang mereka anggap mengabaikan kepentingan lokal.
Pasca serangan ini, militer Pakistan merilis pernyataan yang menuduh adanya keterlibatan “proksi India” dalam aksi teror tersebut, meskipun tidak memberikan bukti spesifik.
Tuduhan ini langsung dibantah oleh Kementerian Luar Negeri India, yang menyebutnya sebagai “tuduhan tidak berdasar” dan mengkritik Islamabad karena sering menyalahkan pihak luar atas masalah domestik mereka.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri India juga menyampaikan belasungkawa atas kehilangan nyawa yang terjadi.
“India menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa dalam semua insiden tersebut,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri.
Respons Pemerintah
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengutuk keras serangan tersebut dan mengulangi tuduhan militer bahwa India berada di balik insiden ini.
Pernyataan Sharif mencerminkan peningkatan ketegangan bilateral yang sudah memuncak pascakonflik singkat empat hari antara kedua negara awal bulan ini, menyusul serangan terhadap wisatawan di wilayah Kashmir yang dikelola India.
Serangan terhadap anak-anak bukanlah hal baru di Pakistan. Salah satu serangan paling mematikan dalam sejarah negara itu terjadi pada 2014, ketika militan Taliban Pakistan membunuh 145 orang—sebagian besar adalah siswa sekolah—di Khyber Pakhtunkhwa.
Serangan terhadap Malala Yousafzai pada 2012 juga menjadi simbol dari ancaman nyata terhadap pendidikan anak-anak di wilayah konflik.
Insiden di Khuzdar terjadi hanya dua bulan setelah insiden besar lainnya di Balochistan, di mana kelompok separatis Baloch Liberation Army membajak kereta dan menyandera lebih dari 350 orang, menewaskan 27 di antaranya.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
