Internasional
China Iming-imingi Warganya Rp24 Juta bagi yang Mau Melahirkan Anak
China memberlakukan program subsidi nasional untuk meningkatkan angka kelahiran sebagai respons terhadap penurunan populasi.
MPN Indonesia 30 Juli 2025 - Pemerintah China memberlakukan program subsidi nasional untuk meningkatkan angka kelahiran sebagai respons terhadap penurunan populasi selama tiga tahun berturut-turut.
Berdasarkan kebijakan yang diumumkan pada Senin (28/7) itu, mulai tahun ini, orang tua di China ditawarkan subsidi sebesar 1.500 dolar AS atau sekitar Rp24 juta per tahun untuk setiap anak berusia di bawah tiga tahun.
Dikutip MPN Indonesia dari Graphic Online, skema ini bertujuan meringankan beban biaya membesarkan anak dan diharapkan membantu sekitar 20 juta keluarga di seluruh negeri.
Program ini diterapkan secara retroaktif, dan keluarga dengan anak yang lahir antara 2022 hingga 2024 juga dapat mengajukan subsidi parsial.
Kebijakan tersebut diterapkan di tengah kekhawatiran atas depopulasi yang terus berlanjut meskipun kebijakan satu anak telah dicabut hampir satu dekade lalu.
Data dari Biro Statistik Nasional mencatat sebanyak 9,54 juta bayi lahir pada 2024, sedikit meningkat dari tahun sebelumnya.
Kendati demikian, jumlah populasi China yang berjumlah 1,4 miliar jiwa terus menurun dan mengalami penuaan cepat.
Telah Diterapkan di Beberapa Wilayah
Sejumlah wilayah di China telah lebih dulu menguji program insentif kelahiran sebelum penerapan skema nasional ini.
Beberapa di antaranya adalah Hohhot, kota di wilayah utara China, menawarkan hingga 100.000 yuan per bayi untuk pasangan yang memiliki setidaknya tiga anak.
Shenyang, kota di timur laut Beijing, memberikan 500 yuan per bulan kepada keluarga lokal dengan anak ketiga yang berusia di bawah tiga tahun.
Pekan lalu, Beijing mendesak pemerintah daerah untuk menyusun rencana pendidikan prasekolah gratis sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan keluarga muda.
Langkah-langkah ini mencerminkan dorongan terkoordinasi untuk mengurangi beban ekonomi membesarkan anak, yang menurut studi YuWa Population Research Institute berbasis di China, rata-rata menelan biaya sebesar 75.700 dolar AS hingga anak berusia 17 tahun.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
