Internasional
Donald Trump Sebut Lebih dari 50 Negara Ajak Negosisasi soal Tarif Impor Baru
Donald Trump berlakukan tarif impor tinggi hingga 50%, picu ketegangan global. Negara mitra mulai negosiasi, pasar cemas ancaman resesi dan ketidakpastian ekonomi.
MPN Indonesia 8 April 2025 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang dunia perdagangan internasional dengan kebijakan tarif impornya yang agresif.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Donald Trump menegaskan bahwa negara-negara asing harus “membayar mahal” jika ingin terhindar dari tarif tinggi yang ia sebut sebagai “obat” untuk memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan.
Kebijakan baru ini memicu reaksi negatif pasar global. Saham-saham di Asia mencatat kerugian tajam pada perdagangan Senin (7/4) pagi, sementara pasar berjangka AS juga mengalami penurunan signifikan.
Para investor mencemaskan dampak jangka panjang berupa harga yang melonjak, turunnya permintaan, serta meningkatnya risiko resesi global.
Gelombang Negosiasi dari Puluhan Negara
Donald Trump mengungkapkan bahwa lebih dari 50 negara telah memulai upaya negosiasi dengan pemerintah AS setelah pengumuman tarif impor baru pekan lalu.
Tarif tersebut dijadwalkan mulai berlaku penuh pada Rabu dini hari, dengan beban pungutan antara 11% hingga 50% tergantung negara asal barang.
“Negara-negara itu ingin duduk di meja perundingan. Tapi tak ada pembicaraan tanpa kompensasi besar setiap tahun,” ujar Donald Trump, dikutip MPN Indonesia dari Reuters, pada Selasa (8/4).
Menteri Keuangan Scott Bessent menyebut kebijakan ini sebagai bentuk strategi reposisi cerdas dalam sistem perdagangan internasional.
Ia mengatakan di NBC News bahwa Donald Trump telah “menciptakan pengaruh maksimal untuk dirinya sendiri.”
Sementara itu, Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengindikasikan bahwa tarif akan tetap diterapkan “selama beberapa hari hingga minggu-minggu ke depan.”
Negara Mitra Tawarkan Konsesi
Sejumlah negara mitra dagang utama Amerika Serikat mulai merespons dengan pendekatan negosiasi.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, mengusulkan tarif nol sebagai landasan diskusi dengan Washington.
Taiwan juga berjanji akan menghapus berbagai hambatan perdagangan dan meningkatkan investasi di AS.
Israel, melalui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyatakan niat untuk meminta penangguhan tarif sebesar 17% atas produk negaranya dalam pertemuan bilateral yang dijadwalkan.
India dan Italia juga menyatakan kesediaan untuk berdialog. Pemerintah India mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan mengambil langkah balasan atas tarif sebesar 26% dan masih membuka jalur komunikasi diplomatik.
Sementara itu, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menjanjikan dukungan terhadap industri yang terdampak rencana tarif sebesar 20% atas barang-barang asal Uni Eropa.
Kekhawatiran Dunia Usaha dan Ekonomi
Kebijakan tarif ini telah menimbulkan keresahan di kalangan pelaku usaha. Dalam sebuah pameran anggur di Verona, Italia, sejumlah produsen dan importir AS menyampaikan kekhawatiran atas dampak jangka panjang terhadap kelangsungan bisnis mereka.
Di sisi lain, penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menepis anggapan bahwa langkah tarif ini ditujukan untuk menekan bank sentral AS, Federal Reserve.
Ia menyatakan tidak ada upaya “paksaan politik” dalam kebijakan tersebut.
JPMorgan memperkirakan dampak dari tarif ini akan menyebabkan penurunan produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat sebesar 0,3% tahun ini, dan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 5,3%.
Penutup: Antara Strategi dan Ancaman Resesi
Langkah Presiden Donald Trump dalam memberlakukan tarif tinggi terhadap ekspor dan impor dinilai sebagai bagian dari strategi negosiasi yang keras.
Namun demikian, kebijakan ini tetap menimbulkan risiko besar terhadap stabilitas ekonomi global.
Dengan semakin banyak negara yang mengajukan negosiasi, masa depan perdagangan internasional Amerika Serikat masih berada dalam ketidakpastian.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
