Connect with us

Internasional

Dua Pasukan Garda Nasional AS Ditembak di Dekat Gedung Putih

Dua anggota Garda Nasional AS ditembak di dekat Gedung Putih, Washington DC, pada Rabu (26/11) saat sedang berpatroli.

Logompn

Published

on

Dua pasukan garda nasional as ditembak di dekat gedung putih
Dua Pasukan Garda Nasional AS Ditembak di Dekat Gedung Putih | Gambar: AP Photo/Evan Vucci

MPN Indonesia 27 November 2025 - Dua anggota Garda Nasional Amerika Serikat (AS) ditembak di dekat Gedung Putih, Washington DC, pada Rabu (26/11).

Insiden terjadi satu blok dari lokasi Gedung Putih, tepatnya di dekat pintu masuk Farragut West Metro Station, sekitar pukul 14.15 waktu setempat saat dua tentara tersebut sedang berpatroli.

Pelaku mendekat dari salah satu sudut kota dan langsung melepaskan tembakan, menyebabkan kedua tentara mengalami luka serius.

Sebelumnya, Gubernur Virginia Barat, Patrick Morrisey, sempat menyampaikan informasi keliru bahwa kedua tentara tewas.

Namun, informasi ini kemudian dikoreksi oleh pihak berwenang, yang menyatakan bahwa keduanya masih hidup namun dalam kondisi kritis.

“Diserang secara brutal dalam tindakan kekerasan yang mengerikan. Mereka ditembak. Mereka dalam kondisi kritis,” ujar Direktur FBI, Kash Patel, dalam konferensi pers, dikutip MPN Indonesia dari New York Times, Kamis (27/11).

Identitas Pelaku Penembakan

Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Rahmanullah Lakanwal (29), warga negara Afghanistan yang masuk ke Amerika Serikat pada September 2021.

Ia masuk ke negara tersebut melalui program visa khusus Operasi Welcome Allies, sebuah program yang diperuntukkan bagi warga Afghanistan yang membantu militer AS selama konflik dan rentan terhadap ancaman Taliban.

Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, mengonfirmasi status visa tersebut melalui pernyataan di media sosial.

Namun, berdasarkan data dari pejabat kehakiman, masa berlaku visa Lakanwal telah habis dan ia saat ini berada secara ilegal di AS.

Respons Pemerintah Setempat

Presiden AS Donald Trump yang saat kejadian berada di Palm Beach, Florida, telah diberi pengarahan mengenai situasi tersebut.

Ia memerintahkan karantina di Gedung Putih dan pengerahan aparat penegak hukum dari berbagai lembaga federal serta kota ke lokasi kejadian.

Baca Juga:  AS Ancam Stop Beri Dukungan Senjata untuk Israel Jika Situasi Semakin Gila di Gaza

Dalam pernyataan di media sosialnya, Trump mengutuk tindakan tersebut dan menyebut pelaku sebagai “binatang”.

“Tersangka mengalami luka serius, dan kini dirawat di rumah sakit, ia akan membayar harga yang sangat mahal,” tulisnya.

Sementara Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, menyatakan dirinya memantau kondisi korban dan mengajak masyarakat untuk mendoakan keduanya.

“Mari bergabung dengan saya dalam mendoakan dua anggota Garda Nasional yang baru saja ditembak beberapa saat yang lalu di Washington DC,” tulisnya di X.

Status Penyelidikan

Hingga saat ini, penyelidikan atas insiden tersebut terus berlangsung.

Wali Kota Washington DC, Muriel Bowser, menyebut insiden ini sebagai “penembakan terarah,” sedangkan aparat kepolisian mengindikasikan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh penembak tunggal.

Penembakan tersebut bahkan diklasifikasikan sebagai tindakan kriminal dan sedang dievaluasi sebagai kasus terorisme oleh otoritas setempat.

(ADN/NID/RAD)

Trending