Connect with us

Internasional

Filipina Resmi Pegang Keketuaan ASEAN 2026

Filipina menerima tongkat estafet kepemimpinan ASEAN untuk tahun 2026 dari Malaysia dalam penutupan KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur.

Logompn

Published

on

Filipina resmi pegang keketuaan asean 2026
Filipina Resmi Pegang Keketuaan ASEAN 2026 | Gambar: Instagram/@bongbongmarcos

MPN Indonesia 30 Oktober 2025 - Filipina menerima tongkat estafet kepemimpinan ASEAN untuk tahun 2026 dari Malaysia dalam penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, pada Selasa (28/10).

Palu keketuaan ASEAN diserahkan oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kepada Presiden Filipina, Ferdinand “Bongbong” R. Marcos Jr.

Marcos Jr. menyampaikan rasa terhormat atas penunjukan tersebut dan menyatakan kesiapan Filipina dalam memimpin ASEAN tahun 2026.

“Kami siap memfasilitasi Timor-Leste. ASEAN kapal kita dan pada tahun 2026 kita akan berlayar bersama, menavigasi masa depan kita bersama,” ujarnya dalam penutupan KTT ke-47 ASEAN.

Sementara itu, Anwar Ibrahim dalam sambutannya mengungkap kebanggaannya menyerahkan kepemimpinan ASEAN kepada Filipina.

“Merupakan sebuah kebanggaan bagi saya untuk menyelenggarakan upacara penyerahan kepemimpinan ASEAN kepada Filipina,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pada hari pertama tahun 2026, ASEAN akan memulai babak baru di bawah kepemimpinan Marcos Jr.

Puji Kepemimpinan Malaysia

Marcos Jr. menyoroti pentingnya peran ASEAN dalam menghadapi tantangan global melalui pendekatan diplomasi dan hubungan internasional yang lebih inklusif.

Ia memuji keberhasilan Malaysia selama menjabat sebagai Ketua ASEAN 2025 dengan menyebut kepemimpinan Anwar Ibrahim sebagai proaktif dan padat agenda.

“Beliau (Anwar) mampu menyelesaikan sebagian besar, jika tidak semua, dari apa yang telah direncanakannya. Beliau membuat kami semua sibuk,” ujarnya seperti dikutip MPN Indonesia dari Bernama pada Kamis (30/10).

Marcos juga menyambut baik masuknya Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN, yang menurutnya merupakan langkah signifikan menuju inklusivitas kawasan.

Ia menambahkan bahwa ASEAN perlu memperluas kerja sama dengan negara-negara yang memiliki visi serupa dalam mendukung perdamaian, stabilitas, dan kerja sama regional.

Baca Juga:  Ratu Belanda Tiba di Indonesia, Mau Bertemu Prabowo hingga Menkeu Purbaya

Konflik Laut China Selatan jadi Fokus Utama

Selama masa keketuaan Filipina di ASEAN pada 2026, isu sengketa di Laut China Selatan dipastikan akan menjadi perhatian utama.

Filipina, bersama Brunei, Malaysia, dan Vietnam, merupakan negara anggota ASEAN yang memiliki klaim atas perairan tersebut.

Sengketa ini mempertemukan klaim ASEAN dengan klaim teritorial luas dari Tiongkok, meskipun Mahkamah Arbitrase Internasional pada 2016 telah menyatakan klaim Beijing tidak memiliki dasar hukum.

Ketegangan antara Filipina dan Tiongkok terus berlangsung, dengan beberapa konfrontasi maritim terjadi secara berkala.

Dalam situasi tersebut, Marcos Jr. menekankan pentingnya memperluas keterlibatan mitra non-tradisional dalam berbagai sektor seperti perdagangan, geopolitik, dan diplomasi agar ASEAN tetap relevan dan tangguh menghadapi ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta kemajuan teknologi.

(ADN/NID/RAD)

Trending