Connect with us

Internasional

Hizbullah Tunjuk Naim Qassem sebagai Pemimpin Baru Gantikan Nasrallah

Hizbullah menunjuk Sheikh Naim Qassem sebagai pemimpin baru menggantikan Hassan Nasrallah yang tewas dalam serangan Israel.

Adinda

Published

on

Hizbullah Tunjuk Naim Qassem sebagai Pemimpin Baru Gantikan Nasrallah
Hizbullah Tunjuk Naim Qassem sebagai Pemimpin Baru Gantikan Nasrallah. Gambar : Dok. AP

MPN Indonesia 30 Oktober 2024 - Kelompok milisi Lebanon, Hizbullah, telah secara resmi menunjuk Sheikh Naim Qassem sebagai pemimpin baru pada Selasa (29/10), menggantikan Hassan Nasrallah yang dilaporkan tewas dalam serangan oleh Israel pada akhir September.

Pengangkatan Naim Qassem sebagai Pemimpin Baru

Hizbullah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi penunjukan Qassem sebagai pemimpin tertinggi yang baru.

Menurut pernyataan tersebut, alasan utama pemilihannya adalah kesetiaan Qassem terhadap prinsip-prinsip dan tujuan utama Hizbullah.

“Qassem terpilih untuk menduduki jabatan tersebut karena kepatuhannya terhadap prinsip dan tujuan Hizbullah,” demikian disampaikan dalam pernyataan yang dilansir oleh Al Jazeera.

Pemilihan Qassem tidak hanya didasarkan pada pengalamannya, tetapi juga pada nilai-nilai inti yang diwakilinya dalam organisasi.

Kelompok ini juga berharap agar kepemimpinan baru di bawah Qassem dapat memperkuat perlawanan mereka terhadap Israel.

“Kami memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberinya petunjuk dalam misi mulia ini, memimpin Hizbullah dan perlawanan Islamnya,” ungkap Hizbullah.

Latar Belakang Naim Qassem sebagai Tokoh Senior Hizbullah

Naim Qassem, 71 tahun, merupakan tokoh lama dalam struktur Hizbullah.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai wakil pemimpin di bawah Hassan Nasrallah dan dikenal sebagai orang kedua yang sangat berpengaruh dalam berbagai keputusan strategis kelompok tersebut.

Sebagai salah satu pendiri Hizbullah pada 1980-an, Qassem telah melalui berbagai tahap krisis politik dan konflik di Lebanon.

Sebagai wakil pemimpin, Qassem telah menguasai berbagai aspek kepemimpinan militer dan ideologis Hizbullah.

Dengan latar belakang ini, Qassem dipandang sebagai tokoh yang siap meneruskan visi dan misi organisasi, menjadikannya sosok yang dianggap sesuai untuk mengemban kepemimpinan pada situasi saat ini.

Baca Juga:  Profil Rohmat Marzuki, Politikus Gerindra yang Ditunjuk jadi Wamen Kehutanan

Situasi yang Mengantarkan Qassem Menjadi Pemimpin

Keputusan Hizbullah untuk menunjuk Qassem juga didorong oleh kematian Nasrallah serta tokoh senior lainnya, Hashem Safieddine.

Nasrallah, pemimpin tertinggi Hizbullah, dilaporkan tewas dalam serangan Israel pada akhir September.

Namun, Hashem Safieddine juga tewas dalam serangan Israel pada 23 Oktober.

Hizbullah mengonfirmasi kematian Safieddine melalui pernyataan resmi yang dilansir AFP pada Rabu (23/10), di mana dia disebut sebagai kepala Dewan Eksekutif Hizbullah, yang terhormat ulama Sayyed Hashem Safieddine.

Kendati demikian, Hizbullah tidak merinci waktu dan lokasi pasti dari serangan tersebut, yang semakin menambah ketegangan internal di tubuh organisasi.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending