Connect with us

Internasional

Influencer Meksiko, Cesar Gastelum Tewas Ditembak saat sedang Live

Influencer Meksiko Cesar Gastelum tewas ditembak saat melakukan siaran langsung di TikTok di Culiacán, Sinaloa.

Logompn

Published

on

Influencer Meksiko, Cesar Gastelum Tewas Ditembak saat sedang Live
Gambar: Instagram/@cesargastelum_57

MPN Indonesia 7 Agustus 2026 - Influencer asal Meksiko, Cesar Gastelum, tewas setelah ditembak saat melakukan siaran langsung di TikTok di Culiacán, Sinaloa, pada Selasa (4/8).

Korban yang memiliki sekitar 600.000–650.000 pengikut itu ditembak oleh dua pelaku yang datang menggunakan sepeda motor di depan sebuah restoran cepat saji.

Pemerintah Meksiko menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku, motif penembakan, serta kemungkinan kaitannya dengan aktivitas media sosial korban.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antardua kelompok kartel di Sinaloa.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memastikan pemerintah akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

“Para pelaku sebenarnya—dan, jika ada, dalang di baliknya—harus ditangkap, dan alasan di balik pembunuhan tragis ini harus diungkap,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers pada Rabu (5/8), dikutip MPN Indonesia dari CNN pada Jumat (7/8).

“Kita harus mencari tahu mengapa pembunuhan keji ini terjadi. Para pelaku harus ditangkap,” sambungnya.

Kabinet Keamanan Federal Meksiko dan Kantor Kejaksaan Sinaloa kini masih mengumpulkan barang bukti serta menganalisis rekaman kamera pengawas untuk mengidentifikasi pelaku.

Kronologi Penembakan Cesar Gastelum

Penembakan terjadi ketika Cesar Gastelum sedang melakukan siaran langsung bersama dua rekannya di luar sebuah restoran cepat saji di Culiacán.

Rekaman yang dilihat Associated Press dan Reuters memperlihatkan ketiganya berada di area parkir saat dua orang berhelm datang menggunakan sepeda motor.

Salah satu pelaku kemudian turun dan menembak Gastelum dari jarak dekat. Setelah itu, kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Seorang pejabat keamanan negara bagian Sinaloa mengonfirmasi korban meninggal dunia.

Aparat kemudian menggelar operasi keamanan berskala besar untuk mendukung proses penyelidikan.

Baca Juga:  Istri Bunuh Suami yang Mabuk di Belitung gegara Kesal Dipaksa Hubungan Intim Saat Menstruasi

Dalam sejumlah video yang diunggah sebelumnya, Gastelum menyebut dirinya sebagai “belico”, istilah yang kerap digunakan dalam subkultur Meksiko untuk merujuk pada budaya yang dikaitkan dengan kartel.

Karena itu, aparat juga menelusuri unggahan media sosial korban guna mengetahui apakah ada kaitannya dengan penembakan.

Penyelidikan Penembakan Cesar Gastelum

Kabinet Keamanan Federal Meksiko bersama Kantor Kejaksaan Sinaloa masih menyelidiki kasus tersebut.

Fokus penyelidikan meliputi:

  • Analisis rekaman kamera pengawas (CCTV).
  • Pemeriksaan barang bukti di lokasi kejadian.
  • Identifikasi pelaku penembakan.
  • Pendalaman kemungkinan motif serangan.
  • Pemeriksaan unggahan media sosial korban yang diduga berkaitan dengan kelompok kriminal.

Otoritas belum menyampaikan kesimpulan mengenai motif penembakan.

Seluruh kemungkinan masih didalami, termasuk dugaan keterkaitan dengan unggahan media sosial Cesar Gastelum yang disebut menyinggung salah satu kelompok kriminal.

Konflik Kartel di Sinaloa

Penembakan ini terjadi di tengah konflik antarkelompok Kartel Sinaloa yang terus berlangsung sejak September 2024.

Berdasarkan laporan Al Jazeera, dua faksi yang bertikai, yakni Los Mayos dan Los Chapitos, memperebutkan wilayah di Culiacán, Mazatlán, serta sejumlah daerah lain di Sinaloa.

Konflik tersebut dilaporkan melibatkan penggunaan senjata api, kendaraan lapis baja, dan drone.

Kekerasan itu mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan angka pembunuhan di wilayah tersebut.

Menurut media lokal, sedikitnya 12 influencer media sosial telah terbunuh di Culiacán sejak konflik antarfaksi dimulai pada September 2024.

Sementara itu, Armed Conflict Location & Event Data Project (ACLED) mencatat sedikitnya 16 kasus pembunuhan influencer di Meksiko sejak 2018.

Sebagian besar kasus terjadi di negara bagian Sinaloa.

(RAD/NID/RAD)

Trending