Internasional
Kapal Perang Terbesar AS Terbakar, 2 Awak Terluka
Kebakaran terjadi di ruang laundry USS Gerald R. Ford saat menjalankan Operation Epic Fury di Laut Merah. Militer AS memastikan kapal tetap beroperasi.
MPN Indonesia 14 Maret 2026 - Kapal induk terbesar milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, mengalami kebakaran pada Kamis (12/3) saat tengah beroperasi di Laut Merah dalam rangka mendukung operasi militer gabungan AS dan Israel melawan Iran.
Dua pelaut mengalami luka-luka akibat insiden tersebut, namun kebakaran dipastikan tidak terkait langsung dengan pertempuran yang sedang berlangsung.
Kebakaran terjadi di ruang laundry utama kapal induk tersebut.
“Pada tanggal 12 Maret, USS Gerald R. Ford (CVN 78) mengalami kebakaran yang berasal dari ruang cuci utama kapal. Penyebab kebakaran tidak terkait dengan pertempuran,” tulis pernyataan resmi Komando Pusat Angkatan Laut AS (NAVCENT), dikutip MPN Indonesia melalui akun X @US5thFleet pada Sabtu, (14/3).
Pernyataan tersebut juga menambahkan bahwa api telah berhasil dipadamkan dan sistem penggerak kapal tidak mengalami kerusakan.
Kebakaran Terjadi saat Kapal Beroperasi di Laut Merah
USS Gerald R. Ford merupakan kapal induk terbaru dan terbesar di dunia milik Amerika Serikat.
Kapal ini saat ini sedang bertugas mendukung Operation Epic Fury, yaitu operasi militer gabungan antara AS dan Israel melawan Iran yang dimulai sejak Sabtu, (28/2).
Pada saat kejadian, kapal berada di Laut Merah bagian utara, di lepas pantai Al Wajh, Arab Saudi, sebagaimana dilaporkan oleh pengamat kapal.
USS Gerald R. Ford tidak beroperasi sendirian, melainkan dikawal oleh tiga kapal perusak:
- USS Mahan (DDG-72)
- USS Bainbridge (DDG-96)
- USS Winston S. Churchill (DDG-81)
Kapal induk ini sebelumnya telah dikerahkan ke wilayah Timur Tengah untuk memperkuat kehadiran militer AS, bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang lebih dulu berada di kawasan sejak Januari.
USS Gerald R. Ford dan kelompok tempurnya tiba di wilayah Mediterania pada akhir Februari sebelum berlayar menuju Laut Merah.
Dua Pelaut Terluka dalam Insiden
NAVCENT mengonfirmasi bahwa dua pelaut yang terluka akibat kebakaran berada dalam kondisi stabil dan tidak mengalami cedera yang mengancam nyawa.
“Tidak ada kerusakan pada sistem penggerak kapal, dan kapal induk tetap beroperasi penuh. Dua pelaut saat ini sedang menerima perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil,” lanjutnya.
USS Gerald R. Ford membawa lebih dari 5.000 pelaut dan dilengkapi dengan lebih dari 75 pesawat tempur, termasuk jet F-18 Super Hornet.
Kapal ini telah menjalani penugasan lebih dari sembilan bulan, termasuk dalam operasi sebelumnya di kawasan Karibia.
KC-135 AS Jatuh Saat Jalankan Misi
Selain insiden kebakaran di kapal induk, satu pesawat pengisian bahan bakar KC-135 milik AS juga dilaporkan hilang di wilayah udara sekutu Irak saat menjalankan misi dalam Operation Epic Fury.
“Pada sekitar pukul 14.00 ET tanggal 12 Maret, sebuah pesawat pengisi bahan bakar KC-135 milik Amerika Serikat jatuh di wilayah Irak barat. Empat dari enam awak kapal yang berada di dalam pesawat telah dikonfirmasi tewas, sementara upaya penyelamatan masih terus berlanjut,” tulis Komando Pusat AS (CENTCOM).
Ditegaskan pula bahwa dua pesawat terlibat dalam insiden itu, dengan satu jatuh di Irak barat dan satu lainnya mendarat dengan selamat.
Perang AS dan Iran Ganggu Jalur Perdagangan
Perang antara AS dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari telah memicu ketegangan di Timur Tengah dan menimbulkan korban besar.
Dilaporkan oleh Reuters bahwa sebanyak 150 tentara AS terluka dalam konflik tersebut.
Komando Pusat AS mencatat bahwa lebih dari 6.000 target telah diserang, dan lebih dari 90 kapal Iran, termasuk lebih dari 30 kapal penyebar ranjau, telah rusak atau hancur.
Konflik ini juga menyebabkan gangguan besar di jalur perdagangan utama, seperti Selat Hormuz, yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Kondisi tersebut berdampak pada lonjakan harga minyak global ke level tertinggi sejak 2022.
Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan di televisi pemerintah pada Kamis (12/3), menyatakan bahwa Iran akan terus bertempur dan menjaga agar Selat Hormuz tetap tertutup.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang akan segera berakhir, meskipun krisis energi global terus berlangsung.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
